Pergerakan Jemaah Haji Indonesia ke Arafah Berbasis Kloter, Ini Aturan Waktunya
Senin, 19 Juni 2023 - 18:13 WIB
loading...
Ketua PPIH Arab Saudi Subhan Cholid memberikan keterangan kepada media terkait persiapan Armuzna. FOTO/MCH
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan 1 Zulhijah 1444 H jatuh pada Senin, 19 Juni 2023. Dengan penetapan tersebut, maka wukuf di Arafah akan berlangsung pada 9 Zulhijah atau Selasa, 27 Juni 2023.
Ketua PPIH Arab Saudi Subhan Cholid mengatakan, petugas PPIH Arab Saudi 1444 H/2023 M mulai mempersiapkan beragam layanan selama puncak haji, Arafah–Muzdalifah–Mina (Armuzna), salah satunya terkait jadwal pergerakan jemaah haji Indonesia.
"Jelang puncak haji, jemaah haji Indonesia akan mulai diberangkatkan secara bertahap ke Arafah pada 8 Zulhijah. Jemaah akan mengenakan kain ihram dan mengambil miqat di hotel masing-masing," katanya di Makkah, Senin (19/6/2023).
Subhan merinci pergerakan akan dimulai pukul 07.00 waktu Arab Saudi hingga selesai. PPIH Arab Saudi, kata Subhan, sedang memfinalisasi jadwal pemberangkatan ke Arafah dengan berbasis kloter.
"Jadwal keberangkatan ke Arafah disusun berbasis kloter. Ini segera kita sosialisasikan agar setiap kloter memahami jadwal pergerakannya, sehingga proses persiapan masing-masing kloter bisa disesuaikan sesuai jam keberangkatan," sebut Subhan.
Ia berharap jemaah di setiap kloter dapat secara disiplin mematuhi jadwal keberangkatannya. Persiapan di hotel bisa dilakukan satu jam sebelum keberangkatan. Kloter yang jadwal keberangkatannya jam 11.00 siang misalnya, tidak perlu bersiap sejak jam 07.00 pagi. Apalagi sampai ikut memadati area lobi hotel dan sudah mengenakan kain ihram.
"Agar tidak menumpuk di lobi hotel, jemaah agar mematuhi jadwal keberangkatannya. Mandi dan persiapan mengenakan kain ihram bisa dilakukan pada rentang satu atau satu setengah jam sebelum keberangkatan. Sebelum itu, jemaah bisa memanfaatkan waktunya untuk istirahat," kata Subhan.
"Jemaah juga agar tidak turun dan menunggu di lobi hotel, kecuali menjelang jam keberangkatannya, sehingga pergerakan lebih tertib dan tidak ada penumpukkan di lobi hotel," katanya.
Baca juga: 150 Jemaah Haji Jepang Kebanyakan Keturunan Indonesia
Ketua PPIH Arab Saudi Subhan Cholid mengatakan, petugas PPIH Arab Saudi 1444 H/2023 M mulai mempersiapkan beragam layanan selama puncak haji, Arafah–Muzdalifah–Mina (Armuzna), salah satunya terkait jadwal pergerakan jemaah haji Indonesia.
"Jelang puncak haji, jemaah haji Indonesia akan mulai diberangkatkan secara bertahap ke Arafah pada 8 Zulhijah. Jemaah akan mengenakan kain ihram dan mengambil miqat di hotel masing-masing," katanya di Makkah, Senin (19/6/2023).
Subhan merinci pergerakan akan dimulai pukul 07.00 waktu Arab Saudi hingga selesai. PPIH Arab Saudi, kata Subhan, sedang memfinalisasi jadwal pemberangkatan ke Arafah dengan berbasis kloter.
"Jadwal keberangkatan ke Arafah disusun berbasis kloter. Ini segera kita sosialisasikan agar setiap kloter memahami jadwal pergerakannya, sehingga proses persiapan masing-masing kloter bisa disesuaikan sesuai jam keberangkatan," sebut Subhan.
Ia berharap jemaah di setiap kloter dapat secara disiplin mematuhi jadwal keberangkatannya. Persiapan di hotel bisa dilakukan satu jam sebelum keberangkatan. Kloter yang jadwal keberangkatannya jam 11.00 siang misalnya, tidak perlu bersiap sejak jam 07.00 pagi. Apalagi sampai ikut memadati area lobi hotel dan sudah mengenakan kain ihram.
"Agar tidak menumpuk di lobi hotel, jemaah agar mematuhi jadwal keberangkatannya. Mandi dan persiapan mengenakan kain ihram bisa dilakukan pada rentang satu atau satu setengah jam sebelum keberangkatan. Sebelum itu, jemaah bisa memanfaatkan waktunya untuk istirahat," kata Subhan.
"Jemaah juga agar tidak turun dan menunggu di lobi hotel, kecuali menjelang jam keberangkatannya, sehingga pergerakan lebih tertib dan tidak ada penumpukkan di lobi hotel," katanya.
Baca juga: 150 Jemaah Haji Jepang Kebanyakan Keturunan Indonesia
Lihat Juga :