Mengenal Hari Tasyrik, Hari Setelah Iduladha dan Bagaimana Amalannya?
Kamis, 29 Juni 2023 - 09:20 WIB
loading...
Hari Tasyrik adalah hari setelah Iduladha, tepatnya di hari ke 11,12 dan 13 Zulhijjah, pada hari tersebut umat Islam dilarang berpuasa dan dianjurkan banyak berzikir. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Setelah melaksanakan salat Iduladha, umat Islam mengisi hari Tasyrik (tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (kalender Islam). Pada hari tersebut seluruh jemaah haji di Tanah Suci sedang melaksanakan prosesi lempar jumrah di Mina. Sedangkan pada hari yang sama, umat Islam di negeri lainnya sibuk dengan menyembelih hewan kurban .
Kata tasyrik sendiri berasal dari bahasa Arab “syuruq” yang artinya terbit. Hal ini merujuk pada waktu penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha, yakni ketika matahari telah terbit. Oleh karena itu, hari Tasyrik dikenal juga sebagai hari menyantap makanan dan minuman. Sebagaimana dalil berikut :
“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i)
Selain hari makan dan minum, hari tasyrik juga sering disebut sebagai hari berzikir. Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan segenap muslim untuk memperbanyak zikir dan salat, baik yang wajib maupun sunah.
Firman Allah Ta'ala:
“Dan berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. Barang siapa mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari, maka tidak ada dosa baginya. Dan barang siapa mengakhirkannya tidak ada dosa (pula) baginya, (yakni) bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan-Nya.” (QS Al-Baqarah : 203)
Ayat ini, menunjukkan adanya perintah berzikir di hari-hari Tasyrik.Mengenai keutamaan hari Idul Adha dan hari Tasyrik (11, 12 ,dan 13 Dzulhijah) disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud , ia berkata :
“Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan yaumul qorr (hari Tasyrik).”
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha (yaitu 11, 12, 13 Dzulhijjah). Disebut tasyrik karena tasyrik itu berarti mendendeng atau menjemur daging qurban di terik matahari." Dalam hadis ini disebutkan pula, hari tasyrik adalah hari untuk memperbanyak zikir yaitu takbir dan lainnya.
Menurut ustadz Muhammad Abduh Tuasikal,beberapa zikir yang diperintahkan oleh Allah di hari-hari Tasyrik ada beberapa macam, yaitu
1. Berzikir kepada Allah dengan bertakbir setelah selesai menunaikan shalat wajib. Perbuatan ini disyariatkan hingga akhir hari Tasyrik sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Hal ini juga diriwayatkan dari Umar bin Khattab, Ali bin Abuthalib, dan Ibnu Abbas.
Kata tasyrik sendiri berasal dari bahasa Arab “syuruq” yang artinya terbit. Hal ini merujuk pada waktu penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha, yakni ketika matahari telah terbit. Oleh karena itu, hari Tasyrik dikenal juga sebagai hari menyantap makanan dan minuman. Sebagaimana dalil berikut :
“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i)
Selain hari makan dan minum, hari tasyrik juga sering disebut sebagai hari berzikir. Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan segenap muslim untuk memperbanyak zikir dan salat, baik yang wajib maupun sunah.
Firman Allah Ta'ala:
وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْدُودَٰتٍ ۚ فَمَن تَعَجَّلَ فِى يَوْمَيْنِ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَن تَأَخَّرَ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ لِمَنِ ٱتَّقَىٰ ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
“Dan berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. Barang siapa mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari, maka tidak ada dosa baginya. Dan barang siapa mengakhirkannya tidak ada dosa (pula) baginya, (yakni) bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan-Nya.” (QS Al-Baqarah : 203)
Ayat ini, menunjukkan adanya perintah berzikir di hari-hari Tasyrik.Mengenai keutamaan hari Idul Adha dan hari Tasyrik (11, 12 ,dan 13 Dzulhijah) disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud , ia berkata :
إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ
“Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan yaumul qorr (hari Tasyrik).”
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha (yaitu 11, 12, 13 Dzulhijjah). Disebut tasyrik karena tasyrik itu berarti mendendeng atau menjemur daging qurban di terik matahari." Dalam hadis ini disebutkan pula, hari tasyrik adalah hari untuk memperbanyak zikir yaitu takbir dan lainnya.
Menurut ustadz Muhammad Abduh Tuasikal,beberapa zikir yang diperintahkan oleh Allah di hari-hari Tasyrik ada beberapa macam, yaitu
1. Berzikir kepada Allah dengan bertakbir setelah selesai menunaikan shalat wajib. Perbuatan ini disyariatkan hingga akhir hari Tasyrik sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Hal ini juga diriwayatkan dari Umar bin Khattab, Ali bin Abuthalib, dan Ibnu Abbas.
Lihat Juga :