Berikut Ini Keistimewaan Hadis tentang Dialog Nabi Muhammad SAW dengan Jibril
Sabtu, 26 Agustus 2023 - 13:25 WIB
loading...
Banyak ulama yang menulis kitab berisi penjelasan tentang hadits ini. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Hadis tentang dialog Nabi Muhammad SAW dengan malaikat Jibril tentang Islam, Iman, Ikhsan, dan hari kiamat, diibaratkan Ibnu Daqiq al-‘Id sebagai induk bagi sunah sebagaimana surat Al-Fatihah disebut induk Al-Qur’an karena menghimpun makna-makna Al Qur’an .
"Hadis ini sangat agung, menghimpun semua tugas dan amalan yang lahir dan batin. Semua ilmu syariat bertumpu dan menginduk padanya karena mengandung kumpulan ilmu sunah," ujarnya dalam kitab Syarh al-Arba‘in an-Nawawiyyah li-Ibni Daqiq al-‘Id.
Baca juga: Mengenal Tugas Lain Malaikat Jibril
Begini bunyi hadis dari Umar bin Khattab ra tersebut. Umar bin Khattab bercerita: Suatu hari, kami duduk-duduk bersama Rasulullah SAW. Tiba-tiba datang kepada kami seorang laki-laki yang sangat putih pakaiannya lagi sangat hitam rambutnya. Tidak terlihat padanya bekas atau tanda-tanda safar. Tidak ada seorang pun dari kami yang mengenalnya. Orang tersebut duduk dekat Nabi SAW, dia menempelkan lututnya dengan lutut Nabi SAW, lalu meletakkan kedua tangannya di atas pahanya.
Dia berkata: “Wahai Muhammad, kabarkan kepada saya tentang Islam!”
Rasulullah SAW menjawab: “Islam adalah engkau bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan salat, menunaikan zakat, mengerjakan puasa Ramadhan, dan melaksanakan haji ke Kakbah kalau engkau memiliki kemampuan.”
Dia berkata: “Engkau benar.”
Kami pun heran padanya, dia bertanya tetapi juga membenarkan.
Dia berkata lagi: “Kabarkan kepada saya tentang Iman!”
Baca juga: Bacaan Tasbih Malaikat Jibril dan Keutamaannya
Nabi SAW menjawab: “Engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir baik maupun takdir buruk.”
Lalu dia berkata lagi: “Kabarkan kepada saya tentang Ihsan!”
Nabi SAW menjawab: “Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu.”
"Hadis ini sangat agung, menghimpun semua tugas dan amalan yang lahir dan batin. Semua ilmu syariat bertumpu dan menginduk padanya karena mengandung kumpulan ilmu sunah," ujarnya dalam kitab Syarh al-Arba‘in an-Nawawiyyah li-Ibni Daqiq al-‘Id.
Baca juga: Mengenal Tugas Lain Malaikat Jibril
Begini bunyi hadis dari Umar bin Khattab ra tersebut. Umar bin Khattab bercerita: Suatu hari, kami duduk-duduk bersama Rasulullah SAW. Tiba-tiba datang kepada kami seorang laki-laki yang sangat putih pakaiannya lagi sangat hitam rambutnya. Tidak terlihat padanya bekas atau tanda-tanda safar. Tidak ada seorang pun dari kami yang mengenalnya. Orang tersebut duduk dekat Nabi SAW, dia menempelkan lututnya dengan lutut Nabi SAW, lalu meletakkan kedua tangannya di atas pahanya.
Dia berkata: “Wahai Muhammad, kabarkan kepada saya tentang Islam!”
Rasulullah SAW menjawab: “Islam adalah engkau bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan salat, menunaikan zakat, mengerjakan puasa Ramadhan, dan melaksanakan haji ke Kakbah kalau engkau memiliki kemampuan.”
Dia berkata: “Engkau benar.”
Kami pun heran padanya, dia bertanya tetapi juga membenarkan.
Dia berkata lagi: “Kabarkan kepada saya tentang Iman!”
Baca juga: Bacaan Tasbih Malaikat Jibril dan Keutamaannya
Nabi SAW menjawab: “Engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir baik maupun takdir buruk.”
Lalu dia berkata lagi: “Kabarkan kepada saya tentang Ihsan!”
Nabi SAW menjawab: “Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu.”
Lihat Juga :