Sifat dan Karakteristik Ibad ar-Rahman (4): Selalu Berkasih Sayang kepada Sesama
Sabtu, 26 Agustus 2023 - 13:27 WIB
loading...
A
A
A
لَـقَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِ يْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِ يْصٌ عَلَيْكُمْ بِا لْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Artinya: "Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman." (At-Taubah: Ayat 128)
Kasih sayang itu yang beliau senantiasa ekspresikan kepada para sahabat, bahkan kepada semua orang dan makhluk lain di sekelilingnya, termasuk alam hewani dan nabati, bahkan lingkungan (environment) secara umum.
Mungkin kita masih teringat seorang sahabat muda yang melanggar aturan puasa Ramadan dengan melakukan hubungan suami istri. Beliau tidak memarahi apalagi mencaci atau berkata kasar. Tapi beliau memberikan kepadanya solusi Al-Qur'an. Bahkan ketika sang pemuda itu merasa tidak mampu melaksanakan salah satu dari tiga pilihan yang ditawarkan Al-Qur'an, beliau dengan kasih sayang memberikan solusi kepadanya. Diberikannya korma kepadanya untuk diberikan kepada isterinya.
Demikian seterusnya, bahkan di saat-saat dalam keadaan kritis sekalipun, rahmah (kasih sayang) beliau selalu menghiasi karakter dan prilakunya. Termasuk di saat perang beliau selalu mengedepankan sifat kasih sayang ini. Dan semua itu beliau lakukan bukan karena lemah apalagi takut. Tapi memang itulah karakter dasar beliau sebagai hamba Allah Yang Maha Rahman.
Poin yang ingin saya sampaikan kali ini adalah bahwa pengaitan hamba-hamba Allah dengan sifat-Nya Yang Rahman (وعبد الرحمن) bukan tanpa makna. Bukankah boleh saja Allah menyebut dirinya di ayat ini dengan Allah sehingga menjadi عباد الله (hamba-hamba Allah). Atau hamba Yang Maha Kuat (عباد القهار), dan seterusnya. Karenanya sekali lagi pengaitan ini dengan sendirinya sekaligus penggambaran salah satu karakter hamba-hamba-Nya.
Semoga Allah menumbuhkan rasa kasih sayang dalam hati kita. Yang dengannya kita bisa saling menyayangi (رحماء بينهم) dan menjaga hubungan kasih sayang (silaturrahim) di antara kita.
(Bersambung)!
Manhattan City,25Agustus2023
Baca Juga: Sifat dan Karakteristik Ibad ar-Rahman (3): Selalu Merespons dengan Salam dan Kedamaian
Artinya: "Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman." (At-Taubah: Ayat 128)
Kasih sayang itu yang beliau senantiasa ekspresikan kepada para sahabat, bahkan kepada semua orang dan makhluk lain di sekelilingnya, termasuk alam hewani dan nabati, bahkan lingkungan (environment) secara umum.
Mungkin kita masih teringat seorang sahabat muda yang melanggar aturan puasa Ramadan dengan melakukan hubungan suami istri. Beliau tidak memarahi apalagi mencaci atau berkata kasar. Tapi beliau memberikan kepadanya solusi Al-Qur'an. Bahkan ketika sang pemuda itu merasa tidak mampu melaksanakan salah satu dari tiga pilihan yang ditawarkan Al-Qur'an, beliau dengan kasih sayang memberikan solusi kepadanya. Diberikannya korma kepadanya untuk diberikan kepada isterinya.
Demikian seterusnya, bahkan di saat-saat dalam keadaan kritis sekalipun, rahmah (kasih sayang) beliau selalu menghiasi karakter dan prilakunya. Termasuk di saat perang beliau selalu mengedepankan sifat kasih sayang ini. Dan semua itu beliau lakukan bukan karena lemah apalagi takut. Tapi memang itulah karakter dasar beliau sebagai hamba Allah Yang Maha Rahman.
Poin yang ingin saya sampaikan kali ini adalah bahwa pengaitan hamba-hamba Allah dengan sifat-Nya Yang Rahman (وعبد الرحمن) bukan tanpa makna. Bukankah boleh saja Allah menyebut dirinya di ayat ini dengan Allah sehingga menjadi عباد الله (hamba-hamba Allah). Atau hamba Yang Maha Kuat (عباد القهار), dan seterusnya. Karenanya sekali lagi pengaitan ini dengan sendirinya sekaligus penggambaran salah satu karakter hamba-hamba-Nya.
Semoga Allah menumbuhkan rasa kasih sayang dalam hati kita. Yang dengannya kita bisa saling menyayangi (رحماء بينهم) dan menjaga hubungan kasih sayang (silaturrahim) di antara kita.
(Bersambung)!
Manhattan City,25Agustus2023
Baca Juga: Sifat dan Karakteristik Ibad ar-Rahman (3): Selalu Merespons dengan Salam dan Kedamaian
(rhs)
Lihat Juga :