Menjaga Lisan dari 8 Perkara yang Menjerumuskan dalam Dosa Besar

Selasa, 29 Agustus 2023 - 10:06 WIB
loading...
Menjaga Lisan dari 8...
Salah satu perkara karena lisan adalah ghibah, ghibang atau berginjing ini bisa menjerumuskan manusia ke dalam dosa. Foto ilustrasi/ist
A A A
Dalam Islam, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menganjurkan umatnya untuk bisa menjaga lisan (ucapan). Karena dengan lisanlah surga dan neraka seseorang ditentukan.

Diriwayatkan dalam sebuah hadis, Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah benar iman seseorang, hingga hatinya menjadi benar. Dan tidaklah benar hati seseorang, hingga benar lisannya.” (HR. Imam Ahmad dari Anas radhiyallahu'anhu.).

Rasullullah pernah menasehati Muadz Bin Jabal radhyallahu'anhu,"Maukah aku beritahu kepadamu tentang kunci semua perkara itu?" Jawab Muadz, "ya, wahai Rasulullah."

Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda, "Jagalah ini." Aku bertanya "Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut disiksa karena apa yang kami katakan?" Maka beliau bersabda, "Celaka engkau. Adakah yang menjadikan orang diseret mukanya atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya di dalam neraka selain ucapan lisan mereka." (HR Tirmidzi).

Lalu bagaimana cara menjaga lisan agar kita tak terjerumus dalam dosa ? Imam Al Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah, menjelaskan ada 8 perkara yang perlu diperhatikan agar lisan tidak menyeret kita ke dalam dosa . Yaitu;

1. Berdusta

Jagalah lidah agar tidak berdusta baik dalam keadaan yang serius maupun bercanda. Menurut Imam Al-Ghazali hal demikian akan mendorong untuk berdusta dalam hal yang bersifat serius karena berdusta termasuk induk dosa-dosa besar.

2. Menyalahi janji

Kita harus berbuat baik kepada manusia dalam bentuk tingkah laku, bukan dalam bentuk perkataan. Misalnya jika terpaksa harus berjanji, maka harus menepatinya. Sebab, menyalahi janji atau mengingkari jani merupakan salah satu dari tanda-tanda nifak dan buruknya akhlak.

Sesuai perkataan Rasulullah bersabda, “Ada tiga hal, yang jika ada di antara kalian yang jatuh ke dalamnya maka ia termasuk munafik, walaupun ia puasa dan shalat. Yaitu, jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika diberi amanat ia berkhianat.”

3. Ghibah (menggunjing)

Makna ghibah adalah membicarakan seseorang dengan sesuatu yang ia benci jika ia mendengarnya. Maka, hindarilah juga untuk menggunjing secara halus. Misalnya dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali ingin menyatakan maksud secara tidak Iangsung dengan berkata, “Semoga Allah memperbaiki orang itu. Sungguh tindakannya sangat buruk padaku. Kita meminta kepada Allah agar Dia memperbaiki kita dan dia.”

Di sini terkumpul dua hal yang buruk, yaitu ghibah (karena dari pernyataanya kita bisa memahami hal itu) dan merasa bahwa diri sendiri bersih tidak bersalah. Tapi, jika engkau benar-benar bermaksud mendoakannya, maka berdoalah secara rahasia jika engkau merasa berduka dengan perbuatannya. Dengan demikian, jelaslah bahwa engkau tak ingin membuka rahasia dan aibnya. Kalau engkau menampakkan dukamu karena aibnya, berarti engkau sedang membuka aibnya.

Cukuplah firman Allah, ini menghalangimu dari ghibah, “Jangan sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang di antara kalian senang memakan daging saudaranya yang sudah mati. Pasti kalian tidak menyukainya” (Q.S. al-Hujurat: 12).

4. Mendebat

Dengan mendebat, kita telah menyakiti, menganggap bodoh, dan mencela orang yang kita debat. Selain itu, kita menjadi berbangga diri serta merasa lebih pandai dan berilmu.

Rasulullah bersabda, “Siapa yang meninggalkan perdebatan sedang ia dalam keadaan salah, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di tepi surga. Dan siapa yang meninggalkan perdebatan padahal dia dalam posisi yang benar Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga yang paling tinggi.”

Jangan sampai tertipu oleh setan yang berkata padamu, “Tampakkan yang benar, jangan bersikap lemah!” Sebab, setan selalu akan menjerumuskan orang bodoh kepada keburukan dalam bentuk kebaikan.

Jikalau ingin memberitahu sesuatu berupa nasihat, maka lakukanlah secara rahasia bukan dengan cara mendebat.

5. Mengklaim diri bersih dari dosa

Allah Ta'ala berfirman, “Jangan kalian merasa suci. Dia yang lebih mengetahui siapa yang bertakwa” (Q.S. an-Najm: 32).

Sebagian ahli hikmat ditanya, “Apa itu jujur yang buruk?” Mereka menjawab, “Seseorang yang memuji dirinya sendiri.” Janganlah engkau terbiasa demikian. Ketahuilah bahwa hal itu akan mengurangi kehormatanmu di mata manusia dan mengakibatkan datangnya murka Allah. Jika engkau ingin membuktikan bahwa membanggakan diri tak membuat manusia bertambah hormat padamu, lihatlah pada para kerabatmu manakala mereka membanggakan kemuliaan, kedudukan, dan harta mereka sendiri, bagaimana hatimu membenci mereka dan muak atas tabiat mereka. Lalu engkau mencela mereka di belakang mereka.

6. Mencela.

Jangan sampai mencela ciptaan Allah Ta'ala, baik itu hewan, makanan, ataupun manusia. Janganlah dengan mudah memastikan seseorang yang menghadap kiblat sebagai kafir, atau munafik. Karena, yang mengetahui semua rahasia hanyalah Allah. Oleh karena itu, jangan mencampuri urusan antara hamba dan Allah SWT.

7. Mendoakan keburukan bagi orang lain

Peliharalah lidah untuk tidak mendoakan keburukan bagi suatu makhluk Allah. Jika ia telah berbuat aniaya padamu, maka serahkan urusannya pada Allah.

Dalam sebuah hadis disebutkan, “Seorang yang dianiaya mendoakan keburukan bagi yang menganiaya dirinya sehingga menjadi imbang, kemudian yang menganiaya masih memiliki satu kelebihan yang bisa ia tuntut kepadanya pada hari kiamat.”

8. Bercanda, mengejek, dan menghina orang

Peliharalah lidah baik dalam kondisi serius maupun canda karena ia bisa menjatuhkan kehormatan, menurunkan wibawa, membuat risau, dan menyakiti hati. Ia juga merupakan pangkal timbulnya murka dan marah serta dapat menanamkan benih-benih kedengkian di dalam hati. Oleh karena itu, jangan bercanda dengan seseorang dan jika ada yang bercanda,jangan kita balas. Berpalinglah sampai mereka membicarakan hal lain.

Baca juga: Inilah Jaminan Rasulullah SAW bagi Umatnya yang Pandai Menjaga Lidahnya

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Dosa-dosa Wanita karena...
Dosa-dosa Wanita karena Lisannya, Cek di Sini Saja!
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Menjaga Lisan dalam Kehidupan Sehari-hari
7 Penyakit Lisan yang...
7 Penyakit Lisan yang Jarang Disadari Menurut Imam Al Ghazali
Kumpulan Hadis Tentang...
Kumpulan Hadis Tentang Pentingnya Menjaga Lisan
8 Perkara Lisan yang...
8 Perkara Lisan yang Menyeret Kita ke Neraka, Kaum Muslim Wajib Tahu
Khotbah Jumat : Cara...
Khotbah Jumat : Cara Menjaga Lisan di Era Digital
Rekomendasi
Ilmuwan PBB Pastikan...
Ilmuwan PBB Pastikan Tak Ada Negara yang Aman dari Dampak Perubahan Iklim
Tiga Lempeng Tektonik...
Tiga Lempeng Tektonik Aktif Pemicu Gempa Bumi di Indonesia
Ini Tanda-tanda Orang...
Ini Tanda-tanda Orang yang Akan Meninggal Menurut Sains
Artikel Terkini
Asal-usul Nama Suro...
Asal-usul Nama Suro Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Malam 1 Suro dan Muharram:...
Malam 1 Suro dan Muharram: Sejarah, Tradisi, serta Keutamaannya dalam Islam
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Infografis
Gunung Pelangi China,...
Gunung Pelangi China, Fenomena Alam yang Disebut dalam Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved