Tadabbur Al-Maidah Ayat 4: Makanan yang Dihalalkan dalam Islam

Rabu, 30 Agustus 2023 - 07:01 WIB
loading...
Tadabbur Al-Maidah Ayat...
Makanan halal adalah semua jenis makanan yang baik dan tidak ada nash yang mengharamkannya. Dari banyak jenis makanan, ada beberapa makanan dan minuman yang disukai Rasulullah SAW. Foto/dok Myhealth
A A A
Tadabbur ayat kali membahas tentang makanan yang dihalalkan Allah dalam Surat Al-Maidah ayat 4. Makanan yang halal ini adalah makanan yang baik-baik berdasarkan syariat.

Pada ayat sebelumnya (Al-Maidah ayat 3) Allah menerangkan makanan yang haram. Di antaranya, bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih.

Mari kkta simak Tadabbur Surat Al-Maidah Ayat 4 berikut. Allah berfirman:

يَسۡـَٔـــلُوۡنَكَ مَاذَاۤ اُحِلَّ لَهُمۡ‌ؕ قُلۡ اُحِلَّ لَـكُمُ الطَّيِّبٰتُ‌ ۙ وَمَا عَلَّمۡتُمۡ مِّنَ الۡجَـوَارِحِ مُكَلِّبِيۡنَ تُعَلِّمُوۡنَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللّٰهُ‌ فَكُلُوۡا مِمَّاۤ اَمۡسَكۡنَ عَلَيۡكُمۡ وَاذۡكُرُوا اسۡمَ اللّٰهِ عَلَيۡهِ‌ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ سَرِيۡعُ الۡحِسَابِ

Yas-aluunaka maadzaaa uhilla lahum, qul uhilla lakumuththayyibaatu wa maa 'allamtum minal jawaarihi mukallibiina tu'allimuunahunna mimmaa 'allamakumullaahu fakuluu mimmaaa amsakna 'alaikum wadzkurus mal laahi 'alaih. Wattaqul laah; innallaaha sarii'ul hisaab.

Artinya: "Mereka bertanya kepadamu (Muhammad), "Apakah yang dihalalkan bagi mereka?" Katakanlah, "Yang dihalalkan bagimu (adalah makanan) yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu yang telah kamu latih untuk berburu, yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah (waktu melepasnya). Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya." (QS Al-Maidah ayat 4)

Penjelasan
Dalam Tafsir Ringkas Kemenag dijelaskan Ayat ini menerangkan dua macam makanan yang dihalalkan:

1. Makanan yang Baik
Yaitu semua jenis makanan yang menimbulkan selera untuk memakannya dan tidak ada nash yang mengharamkannya. Adapun yang sudah ada ketentuan haramnya, maka harus dipatuhi ketentuan itu seperti sabda Rasulullah ﷺ berikut:

Dari Ibnu Abbas berkata, "Rasulullah ﷺ melarang memakan setiap binatang yang bertaring dari binatang buas dan setiap yang berkuku tajam dari unggas." (HR Ahmad, Muslim, dan Ashabus-Sunan).

2. Binatang Buruan yang Ditangkap oleh Hewan Pemburu yang Terlatih
Buruannya langsung dibawa kepada tuannya dan tidak akan dimakannya kecuali kalau diberi oleh tuannya. Apabila binatang pemburu itu memakan buruannya lebih dulu, sebelum diberikan oleh tuannya, maka buruannya itu haram dimakan seperti haramnya bangkai.

Ayat ini menerangkan bahwa hasil buruan binatang yang terlatih itu boleh dimakan apabila pada saat melepaskan binatang, si pemburu membaca Basmalah. Hukum membaca Basmalah itu wajib menurut sebagian ulama seperti Abu Hanifah. Menurut Imam Syafi'i hukumnya sunnah.

Asbabun Nuzul
Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan Asbabun Nuzul (sebab turunnya) ayat ini. Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Abu Hatim dari Salma Ummu Rafi', dari Abu Rafi' maula Rasulullah bahwa Rasulullah ﷺ pernah memerintahkan un­tuk membunuh anjing-anjing (hitam), maka anjing-anjing itu dibunuh. Lalu orang-orang datang kepada beliau dan bertanya, "Wahai Rasulullah, mana sajakah yang dihalalkan dari jenis ini yang engkau perintahkan agar dibunuh?"

Rasulullah ﷺ diam, kemudian Allah menurunkan firman-Nya (Al-Maidah Ayat 4): "Mereka bertanya kepadamu, "Apakah yang dihalalkan bagi me­reka?" Katakanlah, "Dihalalkan bagi kalian yang baik-baik, dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu yang telah kalian ajar dengan melatihnya untuk berburu" hingga akhir ayat.

Maka Nabi ﷺ bersabda: "Apabila seseorang lelaki melepaskan anjing (pemburu)nya lalu ia mengucapkan tasmiyah (bismillah) dan anjing itu menangkap buruan untuknya, maka hendaklah ia memakannya selagi anjing itu tidak memakannya."

Di akhir ayat ini Allah menerangkan supaya manusia bertakwa kepada Allah. Yaitu mematuhi semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Karena Allah sangat cepat menghitung semua amal hamba-Nya tanpa ada yang tertinggal dan tersembunyi bagi-Nya.

Untuk diketahui, Surat Al-Maidah adalah surat ke-5 dalam Mushaf Qur'an. Terdiri dari 120 ayat dan termasuk golongan surat Madaniyyah. Sekalipun ada ayatnya yang turun di Makkah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ Hijrah ke Madinah. Surat ini dinamakan Al- Maidah yang artinya hidangan.

Baca Juga: Makanan yang Diharamkan Cuma 4, Kenapa Berkembang Jadi Banyak?
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Mentadaburi Al Quran...
Mentadaburi Al Quran Lebih Utama dari Berdoa, Begini Penjelasannya
Tadabur Surat Al Qadr,...
Tadabur Surat Al Qadr, Surat yang Sering Diamalkan Menjelang Datangnya Malam Lailatul Qadar
Tadabur Surat As Shaffat...
Tadabur Surat As Shaffat Ayat 123-132 : Kisah Nabi Ilyas yang Kaumnya Menyembah Baal
Tadabur Surat Al Ankabut...
Tadabur Surat Al Ankabut Ayat 2-3, Mengingatkan Bahayanya Fitnah Akhir Zaman
Tadabur 10 Ayat Terakhir...
Tadabur 10 Ayat Terakhir Surat An-Naziat : Perbedaan Penghuni Surga dan Neraka
Rekomendasi
Badai Pasir Haboob Menelan...
Badai Pasir Haboob Menelan Arizona Langit Jadi Gelap
Keretakan Lempeng Bumi...
Keretakan Lempeng Bumi Semakin Parah, Benua Afrika Akan Terbelah Dua
Batu Rosetta Artefak...
Batu Rosetta Artefak Mesir Bertuliskan Bahasa para Dewa
Artikel Terkini
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Di Hari Asyura, Nabi Idris AS Diangkat ke Langit
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Sakral bagi Syiah? Jejak Berdarah Tragedi Karbala
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Infografis
Gunung Pelangi China,...
Gunung Pelangi China, Fenomena Alam yang Disebut dalam Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved