Kisah Nabi Nuh dan Bahteranya, Inilah Penumpang yang Selamat dari Banjir Besar

Minggu, 10 September 2023 - 05:10 WIB
loading...
A A A
"Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Wahai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu bersama orang-orang-orang kafir". Dia (anaknya) menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (QS Hud Ayat 42-43)

Akhirnya anak Nabi Nuh tidak bisa diselamatkan meskipun anak seorang Rasul. Disebutkan, kapal Nabi Nuh memiliki 3 tingkatan. Tingkat pertama untuk binatang. Tingkat kedua untuk manusia. Dan tingkat ketiga untuk kawanan burung. Nabi Nuh membawa sejenis dari setiap yang ada agar bisa berkembang biak.

Saat banjir besar terjadi, Allah menyelamatkan Nabi Nuh dan pengikutnya ketika berhenti membaca:

بِسۡمِ اللّٰهِ مَجْرٖٮٰھَا وَمُرۡسٰٮهَا ‌ؕ اِنَّ رَبِّىۡ لَـغَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ

"Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu semua ke dalamnya dengan menyebut nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Hud Ayat 41)

Burung Pertama yang Naik Kapal Nabi Nuh
Adapun burung yang pertama masuk Bahtera Nabi Nuh adalah Beo. Dan yang terakhir adalah Keledai. bahkan dikisahkan Iblis juga ikut naik ke bahtera Nabi Nuh bersama keledai.

Ketika Allah memerintahkan langit untuk berhenti menurunkan hujan, Nabi Nuh dan bahteranya berlabuh di Iran. Beliau hidup sesudah itu bersama pengikut setianya yang berjumlah 80 orang.

Adapun anak keturunan Nabi Nuh di antaranya, Sam, Ham, Yafith, Kan'an. Namun, Allah mengatakan kepada Nabi Nuh bahwa Kan'an bukan keluarganya. Maksudnya tidak termasuk yang diselamatkan. Istri Nabi Nuh juga tidak termasuk orang yang diselamatkan. Nabi Nuh menjelang wafatnya mewasiatkan agar memegang kalimat "Laa ilaaha illallaah" dan menyuruh berhati-hati dari kesyirikan.

Wallahu A'lam

Baca Juga: Kisah Bahtera Nuh Berlabuh di Gunung Judi pada 10 Muharam
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
6 Mukjizat Nabi Nuh...
6 Mukjizat Nabi Nuh yang Belum Banyak Diketahui
Sihir di Era Nabi Sulaiman:...
Sihir di Era Nabi Sulaiman: Pada Awalnya Dijalankan Orang Yahudi
Istigfar dan Tobat Kunci...
Istigfar dan Tobat Kunci Rezeki, Berikut Ini Dalilnya
Kisah Iblis Membuat...
Kisah Iblis Membuat Resep Produksi Arak: Peminum Akan Memiliki Sifat 4 Binatang
Israel Sebar Pamlet...
Israel Sebar Pamlet tentang Kisah Nabi Nuh: Akan Rendam Terowongan Gaza?
Benarkah Bahtera Nuh...
Benarkah Bahtera Nuh Telah Ditemukan?
Rekomendasi
Benua Mikro Baru Ditemukan...
Benua Mikro Baru Ditemukan Antara Greenland dan Kanada
Struktur Misterius Terdeteksi...
Struktur Misterius Terdeteksi di Medan Magnet Bumi
Setelah Rusia, Riset:...
Setelah Rusia, Riset: Gempa Bumi Besar Berikutnya di Kanada
Artikel Terkini
Mengapa Berbhakti pada...
Mengapa Berbhakti pada Ibu Didahulukan dalam Islam? Ini Penjelasan Al Quran dan Hadis
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
10 Ayat Al-Quran tentang...
10 Ayat Al-Qur'an tentang Berbakti kepada Orang Tua, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
10 Cara Berbakti kepada...
10 Cara Berbakti kepada Ibu Menurut Islam, Terinspirasi Momen Haru Timnas Maroko di Piala Dunia 2026
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
7 Ayat Al-Quran tentang...
7 Ayat Al-Qur'an tentang Akhlak yang Wajib Diketahui Setiap Muslim, Lengkap dengan Penjelasannya
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved