Ini Mengapa saat Bayi, Nabi Muhammad Tak Disusui Ibunya
Rabu, 20 September 2023 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Pada mulanya, Halimah enggan menerima bayi Muhammad karena yatim. Perempuan-perempuan dari pedalaman itu tentu mengharapkan upah yang memadai untuk jasa menyusui selama dua tahun. Oleh sebab itu biasanya mereka menghindari bayi dengan status yatim seperti Muhammad.
Halimah tidak berminat membawa bayi Muhammad, tetapi karena dia tidak mendapat bayi yang lain, maka dia akhirnya membawa bayi tersebut.
Saat Paceklik
Abdullah bin Ja'far bin Abu Thalib meriwayatkan, "Halimah As Sa'diyah bercerita, bersama suami dan anak yang masih kecil yang masih disusuinya, dia pergi meninggalkan kampung halamannya mencari bayi-bayi untuk disusui. Bersama kami, ada sejumlah wanita dari Bani Sa'ad bin Abu Bakar."
"Kepergian ini terjadi pada musim kemarau. Tanaman-tanaman mengering, hewan-hewan ternak mati, sampai tak sedikit pun ada yang yang tersisa bagi kami. Ia menuturkan, aku pergi dengan membawa unta yang sudah tua dan tidak bisa lagi mengeluarkan air susu setetes pun."
"Setiap malamnya kami tidak bisa tidur meski sesaat karena tangisan anak kami yang kelaparan. Lantaran air susuku tidak bisa mencukupi. Kantung susu unta kami juga tidak menghasilkan susu untuk anak kami. Kami berharap ada ada bantuan dan jalan keluar."
Baca juga: Kisah Padamnya Api Majusi ketika Nabi Muhammad Lahir
"Ketika tiba di Mekkah dan mencari bayi-bayi untuk kami susui, suatu hal di luar dugaan terjadi. Setiap wanita dalam rombongan kami ditawari menyusui Rasulullah SAW, tapi mereka semua enggan menerimanya saat diberi tahu kalau beliau anak yatim karena mereka mengharapkan kebaikan dari ayah si anak."
Dua hari berlalu, setiap wanita di rombongan tersebut sudah mendapatkan bayi untuk disusui. “Tidak senang aku pulang bersama dengan teman-temanku tanpa membawa seorang bayi. Biarlah aku pergi kepada anak yatim itu dan akan kubawa juga,” ujar Halimah kepada suaminya Harits ibn Abdul Uzza yang biasa dipanggil Abu Kabsyah:
“Baiklah” kata suaminya:”Mudah-mudahan karena itu Tuhan akan memberi berkah kepada kita.”
Air Susu yang Berkah
Halimah tidak berminat membawa bayi Muhammad, tetapi karena dia tidak mendapat bayi yang lain, maka dia akhirnya membawa bayi tersebut.
Saat Paceklik
Abdullah bin Ja'far bin Abu Thalib meriwayatkan, "Halimah As Sa'diyah bercerita, bersama suami dan anak yang masih kecil yang masih disusuinya, dia pergi meninggalkan kampung halamannya mencari bayi-bayi untuk disusui. Bersama kami, ada sejumlah wanita dari Bani Sa'ad bin Abu Bakar."
"Kepergian ini terjadi pada musim kemarau. Tanaman-tanaman mengering, hewan-hewan ternak mati, sampai tak sedikit pun ada yang yang tersisa bagi kami. Ia menuturkan, aku pergi dengan membawa unta yang sudah tua dan tidak bisa lagi mengeluarkan air susu setetes pun."
"Setiap malamnya kami tidak bisa tidur meski sesaat karena tangisan anak kami yang kelaparan. Lantaran air susuku tidak bisa mencukupi. Kantung susu unta kami juga tidak menghasilkan susu untuk anak kami. Kami berharap ada ada bantuan dan jalan keluar."
Baca juga: Kisah Padamnya Api Majusi ketika Nabi Muhammad Lahir
"Ketika tiba di Mekkah dan mencari bayi-bayi untuk kami susui, suatu hal di luar dugaan terjadi. Setiap wanita dalam rombongan kami ditawari menyusui Rasulullah SAW, tapi mereka semua enggan menerimanya saat diberi tahu kalau beliau anak yatim karena mereka mengharapkan kebaikan dari ayah si anak."
Dua hari berlalu, setiap wanita di rombongan tersebut sudah mendapatkan bayi untuk disusui. “Tidak senang aku pulang bersama dengan teman-temanku tanpa membawa seorang bayi. Biarlah aku pergi kepada anak yatim itu dan akan kubawa juga,” ujar Halimah kepada suaminya Harits ibn Abdul Uzza yang biasa dipanggil Abu Kabsyah:
“Baiklah” kata suaminya:”Mudah-mudahan karena itu Tuhan akan memberi berkah kepada kita.”
Air Susu yang Berkah
Lihat Juga :