Dialog Ahmeed Deedat-Van Heerden: Ramalan Injil tentang Nabi yang Buta Huruf
Minggu, 01 Oktober 2023 - 10:12 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Dialog Ahmed Deedat dengan Van Heerden: Apa yang Dikatakan Injil tentang Muhammad SAW?
Tanpa pengajaran dari seorang manusia pun, ia membuat malu orang-orang yang berpengetahuan.
Peringatan Penting
"Perhatikan!" Ahmed Deedat berkata kepada Dominee, "Bagaimana ramalan tersebut cocok sekali dengan Muhammad. Kami tak perlu menjabarkan ramalan agar terpenuhi dalam diri Muhammad."
Dominee membalas, "Semua penjelasan Anda terdengar sangat baik, tetapi itu semua tidak mempunyai konsekuensi yang nyata, karena kami umat Kristen memiliki Yesus Kristus sebagai reinkarnasi Tuhan, yang menyelamatkan kami dari perbudakan dosa!"
"Tidak penting?" tanya Ahmed Deedat.
Selanjutnya ia mengatakan:
Tuhan tidak menganggap demikian! Dia mengalami banyak kesulitan agar peringatannya diingat. Tuhan tahu bahwa akan ada orang-orang seperti Anda yang dengan kepandaian berbicara, dengan senang akan mengurangi kata-katanya, sehingga dia melanjutkan Ulangan 18:18 dengan peringatan yang menakutkan: ayat terdekat berikutnya, "Dan, hal tersebut akan terjadi".
"Orang yang tidak mendengarkan segala Firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, daripadanya akan Kutuntut pertanggungjawaban."
(Pada Injil Katholik kata-kata terakhirnya adalah --"Aku akan menjadi pembalas dendam"-- Aku akan membalas untuknya - Aku akan membalasnya!)
Baca juga: Dialog Ahmeed Deedat-Van Heerden tentang Musa, Yesus dan Muhammad
Tanpa pengajaran dari seorang manusia pun, ia membuat malu orang-orang yang berpengetahuan.
Peringatan Penting
"Perhatikan!" Ahmed Deedat berkata kepada Dominee, "Bagaimana ramalan tersebut cocok sekali dengan Muhammad. Kami tak perlu menjabarkan ramalan agar terpenuhi dalam diri Muhammad."
Dominee membalas, "Semua penjelasan Anda terdengar sangat baik, tetapi itu semua tidak mempunyai konsekuensi yang nyata, karena kami umat Kristen memiliki Yesus Kristus sebagai reinkarnasi Tuhan, yang menyelamatkan kami dari perbudakan dosa!"
"Tidak penting?" tanya Ahmed Deedat.
Selanjutnya ia mengatakan:
Tuhan tidak menganggap demikian! Dia mengalami banyak kesulitan agar peringatannya diingat. Tuhan tahu bahwa akan ada orang-orang seperti Anda yang dengan kepandaian berbicara, dengan senang akan mengurangi kata-katanya, sehingga dia melanjutkan Ulangan 18:18 dengan peringatan yang menakutkan: ayat terdekat berikutnya, "Dan, hal tersebut akan terjadi".
"Orang yang tidak mendengarkan segala Firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, daripadanya akan Kutuntut pertanggungjawaban."
(Pada Injil Katholik kata-kata terakhirnya adalah --"Aku akan menjadi pembalas dendam"-- Aku akan membalas untuknya - Aku akan membalasnya!)
Baca juga: Dialog Ahmeed Deedat-Van Heerden tentang Musa, Yesus dan Muhammad
Lihat Juga :