Kisah Zionis Menjadi Teroris yang Belakangan Menjadi Perdana Menteri Israel
Rabu, 11 Oktober 2023 - 05:15 WIB
loading...
Yitzhak Shamir adalah salah seorang pemimpin Stern Gang. Foto: Times of Israel
A
A
A
Mantan anggota Kongres AS, Paul Findley (1921 – 2019) mengatakan dalam periode 1947-1948 yang mengakibatkan kelahiran Israel , terorisme marak di Palestina , dilancarkan terutama oleh kaum Zionis .
Pemimpin Yahudi David Ben-Gurion mencatat dalam sejarah pribadinya tentang Israel: "Dari 1946 hingga 1947 hampir tidak ada serangan Arab atas Yishuv [komunitas Yahudi di Palestina]."
Ketika perang menjelang pecah pada 1948, aksi-aksi teror dilancarkan oleh kedua belah pihak. "Namun orang-orang Arab bukanlah tandingan bagi kampanye yang terorganisasi dan sistematis yang dijalankan oleh para teroris Zionis," tulis Paul Findley, dalam bukunya berjudul "Deliberate Deceptions: Facing the Facts about the U.S. - Israeli Relationship" yang diterjemahkan Rahmani Astuti menjadi "Diplomasi Munafik ala Yahudi - Mengungkap Fakta Hubungan AS-Israel" (Mizan, 1995).
Sebagaimana dilaporkan seorang Mayor Inggris R.D. Wilson pada 1948, mereka melakukan "serangan-serangan biadab atas desa-desa Arab, di mana mereka tidak membedakan antara kaum wanita dan anak-anak yang mereka bunuh setiap ada kesempatan."
Baca juga: Pewaris Pendiri Zionis: Israel dan Perusahaan Zionis Dilahirkan dalam Dosa
Aksi-aksi teror Zionis, yang dilancarkan terutama oleh anggota-anggota dari dua kelompok utama, Irgun dan Lehi, atau Stern Gang, termasuk pemboman pada 1946 atas King David Hotel di Jerusalem, yang membunuh 91 orang; 41 orang Arab, 28 orang Inggris, dan 17 orang Yahudi.
Penggantungan dua prajurit Inggris pada 1947 dan penjeratan tubuh mereka. Pemboman pada 1948 atas Semiramis Hotel milik orang Arab di Jerusalem, yang membunuh 22 orang Arab, termasuk kaum wanita dan anak-anak. Pembantaian pada 1948 atas 254 kaum pria, wanita, dan anak-anak Arab di pedesaan Deir Yassin. Pembantaian atas banyak warga sipil di desa Dawayima pada 1948. Pembunuhan pada 1948 atas Wakil Khusus PBB Count Folke Bernadotte dari Swedia.
Menachem Begin memimpin Irgun, dan Yitzhak Shamir adalah salah seorang pemimpin Stern Gang. Kedua orang itu di kemudian hari menjadi perdana menteri Israel.
Penyitaan Kekayaan
Paul Findley mengatakan setelah penaklukan tanah Arab pada perang 1948, terjadi perampasan, yang disusul penyitaan kekayaan Palestina oleh orang-orang Yahudi. "Penjarahan dan perampasan merajalela," tulis ahli sejarah Israel Tom Segev.
Baca juga: Zionis 'Butuh' Perang dengan Palestina untuk Tetap Eksis
Pemimpin Yahudi David Ben-Gurion mencatat dalam sejarah pribadinya tentang Israel: "Dari 1946 hingga 1947 hampir tidak ada serangan Arab atas Yishuv [komunitas Yahudi di Palestina]."
Ketika perang menjelang pecah pada 1948, aksi-aksi teror dilancarkan oleh kedua belah pihak. "Namun orang-orang Arab bukanlah tandingan bagi kampanye yang terorganisasi dan sistematis yang dijalankan oleh para teroris Zionis," tulis Paul Findley, dalam bukunya berjudul "Deliberate Deceptions: Facing the Facts about the U.S. - Israeli Relationship" yang diterjemahkan Rahmani Astuti menjadi "Diplomasi Munafik ala Yahudi - Mengungkap Fakta Hubungan AS-Israel" (Mizan, 1995).
Sebagaimana dilaporkan seorang Mayor Inggris R.D. Wilson pada 1948, mereka melakukan "serangan-serangan biadab atas desa-desa Arab, di mana mereka tidak membedakan antara kaum wanita dan anak-anak yang mereka bunuh setiap ada kesempatan."
Baca juga: Pewaris Pendiri Zionis: Israel dan Perusahaan Zionis Dilahirkan dalam Dosa
Aksi-aksi teror Zionis, yang dilancarkan terutama oleh anggota-anggota dari dua kelompok utama, Irgun dan Lehi, atau Stern Gang, termasuk pemboman pada 1946 atas King David Hotel di Jerusalem, yang membunuh 91 orang; 41 orang Arab, 28 orang Inggris, dan 17 orang Yahudi.
Penggantungan dua prajurit Inggris pada 1947 dan penjeratan tubuh mereka. Pemboman pada 1948 atas Semiramis Hotel milik orang Arab di Jerusalem, yang membunuh 22 orang Arab, termasuk kaum wanita dan anak-anak. Pembantaian pada 1948 atas 254 kaum pria, wanita, dan anak-anak Arab di pedesaan Deir Yassin. Pembantaian atas banyak warga sipil di desa Dawayima pada 1948. Pembunuhan pada 1948 atas Wakil Khusus PBB Count Folke Bernadotte dari Swedia.
Menachem Begin memimpin Irgun, dan Yitzhak Shamir adalah salah seorang pemimpin Stern Gang. Kedua orang itu di kemudian hari menjadi perdana menteri Israel.
Penyitaan Kekayaan
Paul Findley mengatakan setelah penaklukan tanah Arab pada perang 1948, terjadi perampasan, yang disusul penyitaan kekayaan Palestina oleh orang-orang Yahudi. "Penjarahan dan perampasan merajalela," tulis ahli sejarah Israel Tom Segev.
Baca juga: Zionis 'Butuh' Perang dengan Palestina untuk Tetap Eksis
Lihat Juga :