Ideologi Sesat Zionisme: Tidak Ada yang Akan Masuk Surga Kecuali Bangsa Yahudi
Rabu, 18 Oktober 2023 - 15:51 WIB
loading...
A
A
A
Al-Thabari dalam kitab tafsirnya mengatakan bahwa Allah SWT, menjadikan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku dari jenis garis keturunan yang berbeda-beda agar mereka saling mengenal bukan karena untuk membedakan keunggulan dan derajat satu sama lain, karena bagi Allah umat yang paling mulia di sisi-Nya adalah yang paling saleh dan bertakwa di antara mereka.
Kesempurnaan bukan hanya ditentukan dari bentuk fisik namun paling penting adalah kesempurnaan jiwanya. Kesempurnaan jiwa menurut Ibnu Sina tergantung kepada iman seseorang yang dilandasi ilmu dan dibuktikan dengan amal.
Baca juga: Puasa Asyura: Benarkah Diadaptasi dari Praktik Yahudi?
Kritik lainnya bisa disandarkan kepada ayat:
Artinya: Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. ( QS At-Tin : 4)
Ibnu Katsir mengatakan dalam kitab tafsirnya bahwa Allah menciptakan manusia dalam postur tubuh yang terbaik, tegak, dan lurus. Selain itu, bagi al-Baghawi kesempurnaan manusia yaitu dianugerahi akal oleh Allah SWT, sehingga dapat menentukan sesuatu dengan bijak dan benar.
Manusia diciptakan oleh Allah sebagai khalifah, dia menempati posisi sentral di bumi dan sebagai wujud keberadaaan dan kekuasaan Allah yang mewakili asma' dan sifat-Nya. Dari ayat ini klaim Zionis bahwa kaum selain mereka adalah binatang dan anak-anak perempuan mereka najis telah gugur.
Secara umum, semua manusia hakikatnya sama dalam bentuk dan susunan tubuhnya meskipun berbeda ras dan suku. Yang membedakan manusia hanyalah perbedaan genetik yang menjadikan bentuk wajah, warna kulit, dan postur tubuhnya sedikit berbeda.
Baca juga: Perbedaan Yahudi Ortodoks dan Sabbatianisme di Israel
Kesempurnaan bukan hanya ditentukan dari bentuk fisik namun paling penting adalah kesempurnaan jiwanya. Kesempurnaan jiwa menurut Ibnu Sina tergantung kepada iman seseorang yang dilandasi ilmu dan dibuktikan dengan amal.
Baca juga: Puasa Asyura: Benarkah Diadaptasi dari Praktik Yahudi?
Kritik lainnya bisa disandarkan kepada ayat:
لَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ فِىۡۤ اَحۡسَنِ تَقۡوِيۡمٍ
Artinya: Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. ( QS At-Tin : 4)
Ibnu Katsir mengatakan dalam kitab tafsirnya bahwa Allah menciptakan manusia dalam postur tubuh yang terbaik, tegak, dan lurus. Selain itu, bagi al-Baghawi kesempurnaan manusia yaitu dianugerahi akal oleh Allah SWT, sehingga dapat menentukan sesuatu dengan bijak dan benar.
Manusia diciptakan oleh Allah sebagai khalifah, dia menempati posisi sentral di bumi dan sebagai wujud keberadaaan dan kekuasaan Allah yang mewakili asma' dan sifat-Nya. Dari ayat ini klaim Zionis bahwa kaum selain mereka adalah binatang dan anak-anak perempuan mereka najis telah gugur.
Secara umum, semua manusia hakikatnya sama dalam bentuk dan susunan tubuhnya meskipun berbeda ras dan suku. Yang membedakan manusia hanyalah perbedaan genetik yang menjadikan bentuk wajah, warna kulit, dan postur tubuhnya sedikit berbeda.
Baca juga: Perbedaan Yahudi Ortodoks dan Sabbatianisme di Israel
(mhy)
Lihat Juga :