Proses Israel Kuasai Palestina dan Kisah Inggris Membagi-bagi Tanah Amiriyah kepada Yahudi
Senin, 30 Oktober 2023 - 09:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 2 Rencana Israel yang Belum Terwujud di Tanah Palestina
Keluarga-keluarga yang banyak menjual tanah ke Yahudi pada masa pemerintahan imperialis Inggris, menurut Muhsin Muhammad Shaleh, adalah keluarga Ali Salam, Ali Tiyan, Ali Qibani, Ali Yusuf, Shibagh, Tuwaini, Jazairli, Shum’a, Qutili dan Mardini yang kesemuanya adalah keluarga Lebanon atau Suriah.
Jumlah tanah pertanian yang dijual para tuan tanah yang ada di luar dan tidak bisa datang ke Palestina selama tahun 1920 – 1936 mencapai 55,5% dari total tanah pertanian yang didapatkan Yahudi.
Menurut Muhsin Muhammad Shaleh, meski yang bertanggung jawab atas penjualan tanah ini semua adalah anak-anak keluarga tersebut namun cela dan penyesalan tidak mesti ditimpakan kepada mereka saja.
Itu dikarenakan pemerintah imperialis Inggris kala itu melarang mereka masuk datang ke Palestina untuk mengembangkan tanah pertanian mereka, dengan asalan mereka adalah orang asing.
Itu terjadi setelah pemisahan Palestina dari Suriah dan Lebanon berdasarkan perjanjian Sykes Picot antara imperialis Inggris dengan Perancis kala itu.
Lewat Jual Beli
Adapun tanah yang dikuasai orang-orang Yahudi lewat penjualan yang dilakukan orang Arab Palestina selama penjajah Inggris jumlahnya tidak lebih dari 260 ribu donam.
Baca juga: Kisah Sultan Hamid II Mencegah Zionis-Yahudi Membeli Tanah Palestina
Menurut Muhsin Muhammad Shaleh, orang-orang Yahudi bisa mendapatkan tanah-tanah ini dikarenakan kondisi sangat berat dan susah yang sengaja diterapkan oleh penjajah Inggris terhadap para petani Palestina.
Keluarga-keluarga yang banyak menjual tanah ke Yahudi pada masa pemerintahan imperialis Inggris, menurut Muhsin Muhammad Shaleh, adalah keluarga Ali Salam, Ali Tiyan, Ali Qibani, Ali Yusuf, Shibagh, Tuwaini, Jazairli, Shum’a, Qutili dan Mardini yang kesemuanya adalah keluarga Lebanon atau Suriah.
Jumlah tanah pertanian yang dijual para tuan tanah yang ada di luar dan tidak bisa datang ke Palestina selama tahun 1920 – 1936 mencapai 55,5% dari total tanah pertanian yang didapatkan Yahudi.
Menurut Muhsin Muhammad Shaleh, meski yang bertanggung jawab atas penjualan tanah ini semua adalah anak-anak keluarga tersebut namun cela dan penyesalan tidak mesti ditimpakan kepada mereka saja.
Itu dikarenakan pemerintah imperialis Inggris kala itu melarang mereka masuk datang ke Palestina untuk mengembangkan tanah pertanian mereka, dengan asalan mereka adalah orang asing.
Itu terjadi setelah pemisahan Palestina dari Suriah dan Lebanon berdasarkan perjanjian Sykes Picot antara imperialis Inggris dengan Perancis kala itu.
Lewat Jual Beli
Adapun tanah yang dikuasai orang-orang Yahudi lewat penjualan yang dilakukan orang Arab Palestina selama penjajah Inggris jumlahnya tidak lebih dari 260 ribu donam.
Baca juga: Kisah Sultan Hamid II Mencegah Zionis-Yahudi Membeli Tanah Palestina
Menurut Muhsin Muhammad Shaleh, orang-orang Yahudi bisa mendapatkan tanah-tanah ini dikarenakan kondisi sangat berat dan susah yang sengaja diterapkan oleh penjajah Inggris terhadap para petani Palestina.
Lihat Juga :