Zionisme Muncul setelah Ditemukannya Sistem Wireless dan Radio
Minggu, 12 November 2023 - 05:33 WIB
loading...
A
A
A
Lewat berbagai macam iming-iming yang menggiurkan, Pyke telah muncul sebagai salah satu anggota persekongkolan. la bahkan menjadi sesepuh penting yang punya pikiran untuk menguasai dunia dalam sebuah pemerintahan diktator di bawah pimpinan persekongkolan Zionis Internasional .
Dengan demikian, Pyke telah mewarisi peran Mazzini dan Weiz Howight sebagai pengawas pelaksana program persekongkolan Internasional. la memulai tahap baru yang disebut tahap koordinasi dan tahap rencana militer, untuk disesuaikan dengan ilmu pengetahuan modern. Pyke menempatkan persekongkolan internasional pada dua sisi, yaitu sisi rencana dan sisi ilmiah.
Para sesepuh Yahudi memberikan kesempatan kepada Pyke untuk menyelesaikan pertama-tama sisi rencana, dengan memilihkan sebuah tempat di kota kecil, Little Rock, negara bagian Arkansas. Jenderal Pyke menempati sebuah Villa indah di pinggiran kota itu selama tahun 1859-1871.
Selama masa itu ia menghabiskan waktunya untuk mempelajari dokumen Weiz Howight dan proyek persekongkolan setan, lalu menyusun rencana baru sebagai langkah lanjutan.
Pertama kali Pyke menyusun kembali organisasi Freemasonry, jaringan kerjanya dan hubungannya dengan perkumpulan lainnya, serta meningkatkan organisasi sesuai dengan paham baru yang lebih rumit, rahasia dan efektif.
Baca juga: 4 Rencana Umum dalam Konspirasi Para Tokoh Freemasonry
Hal ini dirasa perlu oleh para tokoh Yahudi, mengingat bahwa organisasi rahasia menjadi sasaran bagi kecurigaan berbagai kalangan di seluruh Eropa, setelah terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Mazzini, dan pengaruh gerakannya yang meluas ke beberapa negara Eropa, yang telah mengakibatkan berbagai pemberontakan, kekacauan dan pembantaian.
"Tuduhan selalu ditujukan kepada tangan Yahudi di balik tirai atas semua peristiwa itu sebagai biang keladinya," ujar Willian G. Carr.
Demikianlah Pyke telah meletakkan pola baru bagi Freemasonry dalam bentuk strategi dan pelaksana, dengan membentuk 3 komisi pusat. Yang pertama berpusat di kota Charleston, South Carolina AS. Yang kedua berpusat di Roma, Italia, dan yang ketiga berpusat di Berlin, Jerman.
Baca juga: Konspirasi Freemasonry: Kisah Lelaki Pembawa Dokumen yang Disambar Petir
Ketiga komisi itu bertugas mengontrol setiap gerakan Freemasonry, mengkoordinasi dan memberi instruksi kepada gerakan tersebut dalam bidang tugas, kegiatan dan kerjasama antara masing-masing bidang, yang cabangnya tersebar di daerah operasi rawan tertentu di seluruh penjuru dunia.
Dengan demikian, Pyke telah mewarisi peran Mazzini dan Weiz Howight sebagai pengawas pelaksana program persekongkolan Internasional. la memulai tahap baru yang disebut tahap koordinasi dan tahap rencana militer, untuk disesuaikan dengan ilmu pengetahuan modern. Pyke menempatkan persekongkolan internasional pada dua sisi, yaitu sisi rencana dan sisi ilmiah.
Para sesepuh Yahudi memberikan kesempatan kepada Pyke untuk menyelesaikan pertama-tama sisi rencana, dengan memilihkan sebuah tempat di kota kecil, Little Rock, negara bagian Arkansas. Jenderal Pyke menempati sebuah Villa indah di pinggiran kota itu selama tahun 1859-1871.
Selama masa itu ia menghabiskan waktunya untuk mempelajari dokumen Weiz Howight dan proyek persekongkolan setan, lalu menyusun rencana baru sebagai langkah lanjutan.
Pertama kali Pyke menyusun kembali organisasi Freemasonry, jaringan kerjanya dan hubungannya dengan perkumpulan lainnya, serta meningkatkan organisasi sesuai dengan paham baru yang lebih rumit, rahasia dan efektif.
Baca juga: 4 Rencana Umum dalam Konspirasi Para Tokoh Freemasonry
Hal ini dirasa perlu oleh para tokoh Yahudi, mengingat bahwa organisasi rahasia menjadi sasaran bagi kecurigaan berbagai kalangan di seluruh Eropa, setelah terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Mazzini, dan pengaruh gerakannya yang meluas ke beberapa negara Eropa, yang telah mengakibatkan berbagai pemberontakan, kekacauan dan pembantaian.
"Tuduhan selalu ditujukan kepada tangan Yahudi di balik tirai atas semua peristiwa itu sebagai biang keladinya," ujar Willian G. Carr.
Demikianlah Pyke telah meletakkan pola baru bagi Freemasonry dalam bentuk strategi dan pelaksana, dengan membentuk 3 komisi pusat. Yang pertama berpusat di kota Charleston, South Carolina AS. Yang kedua berpusat di Roma, Italia, dan yang ketiga berpusat di Berlin, Jerman.
Baca juga: Konspirasi Freemasonry: Kisah Lelaki Pembawa Dokumen yang Disambar Petir
Ketiga komisi itu bertugas mengontrol setiap gerakan Freemasonry, mengkoordinasi dan memberi instruksi kepada gerakan tersebut dalam bidang tugas, kegiatan dan kerjasama antara masing-masing bidang, yang cabangnya tersebar di daerah operasi rawan tertentu di seluruh penjuru dunia.
Lihat Juga :