Israel Bertekad Penghapusan Total Orang-Orang Palestina dari Gaza dan Tepi Barat
Kamis, 23 November 2023 - 08:47 WIB
loading...
Serangan Israel secara sistematis bergerak menuju tujuan jangka panjang: penghapusan total keberadaan warga Palestina di wilayah bersejarah Palestina. Foto/Ilustrasi: AA
A
A
A
Satu dokumen mengungkap rencana Israel mengusir wargaPalestina dari Gaza dan Tepi Barat . Serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober, akan dimanfaatkan untuk kepentingan itu. Di sisi lain, angka korban genosida Israel kepada warga Palestina telah menembus angka 14.000 yang syahid, termasuk lebih dari 5.500 anak-anak.
Mohammad Kadan dalam artikelnya berjudul "Palestinians in Israel also face a Nakba" yang dilansir Al Jazeera Selasa, 21 November, menyebut serangan gencar juga meluas hingga ke Tepi Barat, tempat tentara dan pemukim Israel melakukan penggerebekan dan membunuh warga sipil setiap hari; lebih dari 200 orang dibunuh, ribuan ditahan dan banyak orang disiksa.
"Warga Palestina di Israel juga menjadi sasaran penangkapan, pelecehan, dan pembalasan ekonomi, melalui pemecatan dari pekerjaan," ujarnya.
Baca juga: Pukulan Bagi Israel, Parlemen Portugal Akui Peristiwa Nakba Palestina
Namun kekerasan yang terus terjadi tidak dimaksudkan untuk memuaskan dahaga akan “balas dendam”, seperti yang dikatakan beberapa orang. Hal ini secara sistematis bergerak menuju tujuan jangka panjang: penghapusan total keberadaan warga Palestina di wilayah bersejarah Palestina. "Rencana ini sudah berjalan bahkan sebelum tanggal 7 Oktober; sekarang telah dipercepat," tambahnya.
Mengenai Gaza, para pejabat Israel sudah sangat jelas. Akan ada pengusiran penuh penduduk. Seperti yang dinyatakan oleh Menteri Pertanian Avi Dichter pada tanggal 11 November: “Kami secara praktis mengulangi Nakba jika Anda mau, ini adalah Nakba di Gaza.”
Sebuah dokumen internal yang bocor dari Kementerian Intelijen telah mengkonfirmasi bahwa pemerintah Israel bertujuan untuk memanfaatkan ancaman-ancaman ini.
Rencana Israel untuk Nakba di Tepi Barat juga mulai mengemuka. Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengatakan perlu ada “ikat pinggang” di sekitar pemukiman ilegal Israel yang akan dilarang dimasuki oleh “orang Arab”.
Baca juga: Studi Ungkap Situs Kuburan Massal Warga Palestina Korban Tragedi Nakba
Awal tahun ini, ia juga menguraikan rencana untuk memastikan kesinambungan wilayah permukiman Israel, yang secara efektif akan berarti lebih banyak pengusiran warga Palestina dari tanah mereka dan aneksasinya.
Bagi warga Palestina yang berkewarganegaraan Israel, yang merupakan 21% dari populasi Israel, rencana tersebut mungkin tidak dipublikasikan, namun rencana tersebut memang ada. Mereka juga menghadapi Nakba dan hal itu juga sudah lama terjadi.
Sekedar mengingatkan, setelah berdirinya negara kolonial pemukim Israel pada tahun 1948, yang mengakibatkan pengusiran 750.000 warga Palestina dari kota dan desa mereka, pemerintah Israel berupaya keras untuk mencegah kembalinya pengungsi, yang telah dijamin oleh PBB dalam Resolusi 194 tahun 1948.
Itulah sebabnya mereka memutuskan untuk menerapkan pemerintahan militer di wilayah Palestina yang didudukinya, di mana hampir 150.000 warga Palestina berhasil bertahan. Rezim khusus ini bertujuan tidak hanya untuk mencegah warga Palestina mencoba kembali ke rumah mereka, namun juga mengawasi dan menganiaya penduduk yang tersisa, dengan tujuan akhir untuk mengusir mereka.
Mohammad Kadan dalam artikelnya berjudul "Palestinians in Israel also face a Nakba" yang dilansir Al Jazeera Selasa, 21 November, menyebut serangan gencar juga meluas hingga ke Tepi Barat, tempat tentara dan pemukim Israel melakukan penggerebekan dan membunuh warga sipil setiap hari; lebih dari 200 orang dibunuh, ribuan ditahan dan banyak orang disiksa.
"Warga Palestina di Israel juga menjadi sasaran penangkapan, pelecehan, dan pembalasan ekonomi, melalui pemecatan dari pekerjaan," ujarnya.
Baca juga: Pukulan Bagi Israel, Parlemen Portugal Akui Peristiwa Nakba Palestina
Namun kekerasan yang terus terjadi tidak dimaksudkan untuk memuaskan dahaga akan “balas dendam”, seperti yang dikatakan beberapa orang. Hal ini secara sistematis bergerak menuju tujuan jangka panjang: penghapusan total keberadaan warga Palestina di wilayah bersejarah Palestina. "Rencana ini sudah berjalan bahkan sebelum tanggal 7 Oktober; sekarang telah dipercepat," tambahnya.
Mengenai Gaza, para pejabat Israel sudah sangat jelas. Akan ada pengusiran penuh penduduk. Seperti yang dinyatakan oleh Menteri Pertanian Avi Dichter pada tanggal 11 November: “Kami secara praktis mengulangi Nakba jika Anda mau, ini adalah Nakba di Gaza.”
Sebuah dokumen internal yang bocor dari Kementerian Intelijen telah mengkonfirmasi bahwa pemerintah Israel bertujuan untuk memanfaatkan ancaman-ancaman ini.
Rencana Israel untuk Nakba di Tepi Barat juga mulai mengemuka. Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengatakan perlu ada “ikat pinggang” di sekitar pemukiman ilegal Israel yang akan dilarang dimasuki oleh “orang Arab”.
Baca juga: Studi Ungkap Situs Kuburan Massal Warga Palestina Korban Tragedi Nakba
Awal tahun ini, ia juga menguraikan rencana untuk memastikan kesinambungan wilayah permukiman Israel, yang secara efektif akan berarti lebih banyak pengusiran warga Palestina dari tanah mereka dan aneksasinya.
Bagi warga Palestina yang berkewarganegaraan Israel, yang merupakan 21% dari populasi Israel, rencana tersebut mungkin tidak dipublikasikan, namun rencana tersebut memang ada. Mereka juga menghadapi Nakba dan hal itu juga sudah lama terjadi.
Sekedar mengingatkan, setelah berdirinya negara kolonial pemukim Israel pada tahun 1948, yang mengakibatkan pengusiran 750.000 warga Palestina dari kota dan desa mereka, pemerintah Israel berupaya keras untuk mencegah kembalinya pengungsi, yang telah dijamin oleh PBB dalam Resolusi 194 tahun 1948.
Itulah sebabnya mereka memutuskan untuk menerapkan pemerintahan militer di wilayah Palestina yang didudukinya, di mana hampir 150.000 warga Palestina berhasil bertahan. Rezim khusus ini bertujuan tidak hanya untuk mencegah warga Palestina mencoba kembali ke rumah mereka, namun juga mengawasi dan menganiaya penduduk yang tersisa, dengan tujuan akhir untuk mengusir mereka.
Lihat Juga :