Tadabur Surat An-Nuur Ayat 35: Cahaya Allah SWT di Atas Segala Cahaya
Senin, 15 Januari 2024 - 10:07 WIB
loading...
A
A
A
Begitulah perumpamaan cahaya dari matahari yang diberikan Allah pada langit dan bumi seperti digambarkan dalam ayat di atas. Jadi luasnya langit dan bumi dibaratkan dengan tabung kaca yang luas.
Gambaran ini sekali lagi bukan untuk Allah adalah cahaya. Karena cahaya Allah itu di atas cahaya itu semua. Hal ini sebagai pendekatan secara akal agar mudah diapahami. Artinya ketika matahari terbit maka semua cahaya yang ada tertutup oleh terangnya matahari, termasuk cahaya bulan dan bintang serta pelanet dan tata surya lainnya di langit termasuk segala hal yang ada di bumi ini.
5.
“Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki,” Allah bukan saja memberikan cahaya yang sifatnya kongkrit, namun Dia juga memberikan cahaya lain melalui tangan Rasul-Nya, yaitu cahaya jalan hidup.
Cahaya diatas cahaya menjadi cahaya kongkrit dan cahaya nilai atau maknawi. Jika cahaya matahari bisa mengalahkan semua cahaya yang ada, maka begitupun cahaya jalan hidup yang dibawa Rasululah harus menutupi semua jalan atau pandangan hidup lainnya. Berbahagialah orang yang telah memiliki cahaya jalan hidup Rasulullah ini yang ternyata termasuk hamba-hamba yang
dikehendaki-Nya.
6. Yang lebih mengagumkan lagi ketika seorang hamba mengikuti dan berpegangan kepada hidayah jalan nabi maka akan semakin bertambah cahaya di atas cahaya, seperti firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu....” (Qs. Al Anfaal [8]: 29).
“Dan orang-orang yang mendapat petunjuk Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya.” (Qs. Muhammad [47]: 17)
7. "..dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Allah Maha Tahu dengan apa yang diciptakannya sampai sedetil-detilnya. Karenanya Dia pula yang paling tinggi dan ideal dalam memberikan perumpamaan agar hamba-Nya bisa mengerti dan paham.
Baca juga: Cahaya Allah dan Ciri Orang yang Mendapatkannya
Wallahu A'lam
Gambaran ini sekali lagi bukan untuk Allah adalah cahaya. Karena cahaya Allah itu di atas cahaya itu semua. Hal ini sebagai pendekatan secara akal agar mudah diapahami. Artinya ketika matahari terbit maka semua cahaya yang ada tertutup oleh terangnya matahari, termasuk cahaya bulan dan bintang serta pelanet dan tata surya lainnya di langit termasuk segala hal yang ada di bumi ini.
5.
نُوْرٌ عَلٰى نُوْرٍۗ يَهْدِى اللّٰهُ لِنُوْرِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُۗ
“Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki,” Allah bukan saja memberikan cahaya yang sifatnya kongkrit, namun Dia juga memberikan cahaya lain melalui tangan Rasul-Nya, yaitu cahaya jalan hidup.
Cahaya diatas cahaya menjadi cahaya kongkrit dan cahaya nilai atau maknawi. Jika cahaya matahari bisa mengalahkan semua cahaya yang ada, maka begitupun cahaya jalan hidup yang dibawa Rasululah harus menutupi semua jalan atau pandangan hidup lainnya. Berbahagialah orang yang telah memiliki cahaya jalan hidup Rasulullah ini yang ternyata termasuk hamba-hamba yang
dikehendaki-Nya.
6. Yang lebih mengagumkan lagi ketika seorang hamba mengikuti dan berpegangan kepada hidayah jalan nabi maka akan semakin bertambah cahaya di atas cahaya, seperti firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu....” (Qs. Al Anfaal [8]: 29).
“Dan orang-orang yang mendapat petunjuk Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya.” (Qs. Muhammad [47]: 17)
7. "..dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Allah Maha Tahu dengan apa yang diciptakannya sampai sedetil-detilnya. Karenanya Dia pula yang paling tinggi dan ideal dalam memberikan perumpamaan agar hamba-Nya bisa mengerti dan paham.
Baca juga: Cahaya Allah dan Ciri Orang yang Mendapatkannya
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :