Beginilah Kehancuran Bangsa Yahudi dalam Surat Al Isra
Sabtu, 20 Januari 2024 - 12:30 WIB
loading...
Menurut Sayyid Quthb dalam Fi Dzilalil Qur’an menyatakan bahwa peristiwa Isra yang disebut dalam surat Al-Isra’ adalah mengabarkan tentang tumbangnya kejayaan Bani Israil. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Isi dan kandungan Al-Qur’an , merupakan solusi yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia sepanjang hidupnya. Dalam Al-Qur'an, Allah juga memberikan pemecahan yang paling sempurna dan paling logis untuk memberi petunjuk kepada manusia dalam menghadapi semua masalah yang muncul. Termasuk salah satunya masalah yang sedang hangat yakni perang Yahudi dan Palestina .
Menurut Sayyid Quthb dalam “Fi Dzilalil Qur’an” menyatakan bahwa peristiwa Isra yang disebut dalam surat Al-Isra’ adalah mengabarkan tentang tumbangnya kejayaan Bani Israel.
Peristiwa Isra merupakan tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sebuah perjalanan yang menakjubkan dalam ukuran empirik manusia. Masjid Al-Aqsa yang menjadi ujung perjalanan adalah pusat tanah yang mulia (Asy-Syarif). Tempat yang ditentukan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk Bani Israel, lalu Dia mengusir mereka dari negeri itu karena kemaksiatan yang mereka lakukan.
Surat Al-Isra ’ secara umum berisi tentang akhir perjalanan hidup dan kejayaan bangsa Yahudi, juga mengungkapkan hubungan langsung antara tumbangnya kejayaan suatu bangsa dengan maraknya kemaksiatan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Hal ini sejalan dengan sunnatullah yang disebutkan pada ayat 16:
“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu,
maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (Q.S. Al-Isra’ : 16)
Imaam Yakhsyallah Mansur, pembina utama Lembaga Kemanusiaan Aqsa Working Group (AWG) menjelaskan, jika kita melihat surat Al-Isra’ dengan metode tafsir analitik, disimpulkan bahwa terdapat dua janji Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang kehancuran bangsa Yahudi;
“Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.” (.S. Al-Isra’: 5)
Kemaksiatan yang paling besar ialah karena mereka menyembah berhala dan membunuh para nabi. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mendatangkan Raja Nebukadnezar ke Yerusalem lalu dihancurkanlah negeri itu dan “dia merajalela di kampung-kampung” dengan meruntuhkan dan meratakan dengan tanah seluruh bangunannya. Anak-anak dibunuh dan beribu-ribu tawanan dibawa ke Babilonia.
Menurut Sayyid Quthb dalam “Fi Dzilalil Qur’an” menyatakan bahwa peristiwa Isra yang disebut dalam surat Al-Isra’ adalah mengabarkan tentang tumbangnya kejayaan Bani Israel.
Peristiwa Isra merupakan tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sebuah perjalanan yang menakjubkan dalam ukuran empirik manusia. Masjid Al-Aqsa yang menjadi ujung perjalanan adalah pusat tanah yang mulia (Asy-Syarif). Tempat yang ditentukan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk Bani Israel, lalu Dia mengusir mereka dari negeri itu karena kemaksiatan yang mereka lakukan.
Surat Al-Isra ’ secara umum berisi tentang akhir perjalanan hidup dan kejayaan bangsa Yahudi, juga mengungkapkan hubungan langsung antara tumbangnya kejayaan suatu bangsa dengan maraknya kemaksiatan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Hal ini sejalan dengan sunnatullah yang disebutkan pada ayat 16:
وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا
“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu,
maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (Q.S. Al-Isra’ : 16)
Imaam Yakhsyallah Mansur, pembina utama Lembaga Kemanusiaan Aqsa Working Group (AWG) menjelaskan, jika kita melihat surat Al-Isra’ dengan metode tafsir analitik, disimpulkan bahwa terdapat dua janji Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang kehancuran bangsa Yahudi;
1. Kehancuran Pertama
Allah Ta'ala berfirman:فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولَاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلَالَ الدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدً مَفْعُولًا
“Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.” (.S. Al-Isra’: 5)
Kemaksiatan yang paling besar ialah karena mereka menyembah berhala dan membunuh para nabi. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mendatangkan Raja Nebukadnezar ke Yerusalem lalu dihancurkanlah negeri itu dan “dia merajalela di kampung-kampung” dengan meruntuhkan dan meratakan dengan tanah seluruh bangunannya. Anak-anak dibunuh dan beribu-ribu tawanan dibawa ke Babilonia.
Lihat Juga :