Genosida Israel di Gaza: AS dan Jerman Turut Membunuh 25.700 Orang Palestina
Kamis, 25 Januari 2024 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Israel juga telah meminta bantuan militer dari mitra lain karena banyaknya penggunaan amunisi terhadap warga Gaza.
Baca juga: Hamas: AS Mensponsori Perang Genosida Israel di Gaza
Amerika Serikat mengatakan pihaknya masih belum menarik garis merah bagi Israel, yang telah membunuh ribuan warga sipil Palestina dalam perang yang masih berlangsung melawan Jalur Gaza.
Kementerian luar negeri Otoritas Palestina pada hari Rabu mengatakan bahwa perdana menteri Israel menunjukkan ketidakpedulian terhadap seruan PBB dan internasional untuk segera melakukan gencatan senjata dengan menganjurkan agresi Israel di Jalur Gaza selama enam bulan tambahan.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian mengatakan komentarnya berarti “berlanjutnya genosida dan pemindahan paksa warga sipil Palestina di Jalur Gaza”.
“Netanyahu mendapatkan keberaniannya dari kegagalan lembaga-lembaga internasional dalam memikul tanggung jawab hukum dan moral mereka untuk mengakhiri pendudukan,” tambah pernyataan itu.
Langkah Amerika Serikat memveto resolusi PBB yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan di Gaza sebenarnya merupakan bentuk dukungan terhadap kelanjutan kebrutalan rezim Israel terhadap rakyat Palestina.
Seratus sepuluh hari setelah perang Israel di Jalur Gaza, rezim tersebut melanjutkan kampanye pemboman mematikan di seluruh wilayah Palestina yang terkepung.
Baca juga: Genosida Israel: Ketika Perlawanan Tumbuh di Bumi yang Hangus
Khan Younis, kota terbesar di Jalur Gaza selatan, telah menjadi titik nyala perang genosida Israel yang sedang berlangsung dan menewaskan puluhan nyawa.
Baca juga: Hamas: AS Mensponsori Perang Genosida Israel di Gaza
Amerika Serikat mengatakan pihaknya masih belum menarik garis merah bagi Israel, yang telah membunuh ribuan warga sipil Palestina dalam perang yang masih berlangsung melawan Jalur Gaza.
Kementerian luar negeri Otoritas Palestina pada hari Rabu mengatakan bahwa perdana menteri Israel menunjukkan ketidakpedulian terhadap seruan PBB dan internasional untuk segera melakukan gencatan senjata dengan menganjurkan agresi Israel di Jalur Gaza selama enam bulan tambahan.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian mengatakan komentarnya berarti “berlanjutnya genosida dan pemindahan paksa warga sipil Palestina di Jalur Gaza”.
“Netanyahu mendapatkan keberaniannya dari kegagalan lembaga-lembaga internasional dalam memikul tanggung jawab hukum dan moral mereka untuk mengakhiri pendudukan,” tambah pernyataan itu.
Langkah Amerika Serikat memveto resolusi PBB yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan di Gaza sebenarnya merupakan bentuk dukungan terhadap kelanjutan kebrutalan rezim Israel terhadap rakyat Palestina.
Seratus sepuluh hari setelah perang Israel di Jalur Gaza, rezim tersebut melanjutkan kampanye pemboman mematikan di seluruh wilayah Palestina yang terkepung.
Baca juga: Genosida Israel: Ketika Perlawanan Tumbuh di Bumi yang Hangus
Khan Younis, kota terbesar di Jalur Gaza selatan, telah menjadi titik nyala perang genosida Israel yang sedang berlangsung dan menewaskan puluhan nyawa.
Lihat Juga :