Kongres Islam Dunia sebagai Landasan Berdirinya Organisasi Kerjasama Islam
Senin, 05 Februari 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Ini adalah pertama kalinya sebuah badan internasional yang terdiri dari tokoh-tokoh Muslim berkumpul untuk menyatakan Zionisme sebagai ancaman kolonial dan perjuangan Palestina sebagai perjuangan Islam.
Para delegasi difoto sedang memperlihatkan versi awal bendera Palestina, dengan gambar masjid Al-Aqsa di tengahnya, didedikasikan untuk Shaukat Ali.
Selama beberapa dekade, hubungan antara Muslim India dan Palestina tetap kuat. Keluarga bangsawan Imam ul-Mulk di Hyderabad, penjaga akta Abdulmecid II tahun 1931 yang memindahkan kekhalifahan Ottoman ke negara pangeran, menjalin hubungan dengan Organisasi Pembebasan Palestina setelah tahun 1967.
Syed Vicaruddin, kepala keluarga, dua kali menjamu Yasser Arafat di Hyderabad dan pada tahun 1998 Mufti Agung Yerusalem, Syekh Ekrama Sabri, meletakkan batu fondasi sebuah masjid di Perbukitan Banara di Hyderabad.
Negara Palestina menganugerahi Vicaruddin Bintang Yerusalem, salah satu penghargaan tertinggi Palestina yang diberikan kepada warga negara asing, pada tahun 2015.
Baca juga: Kongres Islam Dunia dan Kisah Muhammad Ali Dimakamkan di Yerusalem
Warisan geopolitik Kongres Islam Dunia juga signifikan. Pada tahun 1949, Hussaini mengadakan konferensi internasional di Karachi, di Pakistan yang baru didirikan, sebagai lanjutan dari kongres tahun 1931.
Pada tahun 1951, juga di Karachi, ia memimpin Kongres Muslim Dunia, yang dihadiri oleh perwakilan 32 negara Muslim.
Temuan-temuan tersebut memberikan landasan bagi pembentukan Organisasi Konferensi Islam pada tahun 1969, yang akhirnya berganti nama menjadi Organisasi Kerjasama Islam, yang masih ada hingga saat ini.
Para delegasi difoto sedang memperlihatkan versi awal bendera Palestina, dengan gambar masjid Al-Aqsa di tengahnya, didedikasikan untuk Shaukat Ali.
Selama beberapa dekade, hubungan antara Muslim India dan Palestina tetap kuat. Keluarga bangsawan Imam ul-Mulk di Hyderabad, penjaga akta Abdulmecid II tahun 1931 yang memindahkan kekhalifahan Ottoman ke negara pangeran, menjalin hubungan dengan Organisasi Pembebasan Palestina setelah tahun 1967.
Syed Vicaruddin, kepala keluarga, dua kali menjamu Yasser Arafat di Hyderabad dan pada tahun 1998 Mufti Agung Yerusalem, Syekh Ekrama Sabri, meletakkan batu fondasi sebuah masjid di Perbukitan Banara di Hyderabad.
Negara Palestina menganugerahi Vicaruddin Bintang Yerusalem, salah satu penghargaan tertinggi Palestina yang diberikan kepada warga negara asing, pada tahun 2015.
Baca juga: Kongres Islam Dunia dan Kisah Muhammad Ali Dimakamkan di Yerusalem
Warisan geopolitik Kongres Islam Dunia juga signifikan. Pada tahun 1949, Hussaini mengadakan konferensi internasional di Karachi, di Pakistan yang baru didirikan, sebagai lanjutan dari kongres tahun 1931.
Pada tahun 1951, juga di Karachi, ia memimpin Kongres Muslim Dunia, yang dihadiri oleh perwakilan 32 negara Muslim.
Temuan-temuan tersebut memberikan landasan bagi pembentukan Organisasi Konferensi Islam pada tahun 1969, yang akhirnya berganti nama menjadi Organisasi Kerjasama Islam, yang masih ada hingga saat ini.
(mhy)
Lihat Juga :