Korban Kebiadaban Israel: Tinggal di Rumah-Rumah yang Dibom
Minggu, 18 Februari 2024 - 16:36 WIB
loading...
A
A
A
Pengungsian hampir dua juta orang di Gaza telah membawa kembali kenangan akan Nakba, atau malapetaka, pada tahun 1948 ketika 750.000 warga Palestina terpaksa mengungsi dari rumah mereka oleh milisi Zionis untuk memberi jalan bagi negara Israel yang baru dibentuk.
Saat ini, warga Palestina di Gaza menjalani kehidupan yang sama seperti yang dialami kakek-nenek mereka 70 tahun yang lalu, dan ketakutan tidak akan pernah bisa kembali merupakan inti kekhawatiran mereka.
“Kalau rumahnya hancur, tanahnya masih ada, dan itu milik saya. Saya lebih baik mati di sini daripada menjalani Nakba lagi seperti yang keluarga saya lakukan sebelum saya,” kata Jaber.
“Saya tidak meminta bantuan untuk pergi atau mengungsi. Saya meminta diakhirinya perang ini dan membantu membangun kembali rumah saya dan membangun kembali Gaza.
“Yang saya inginkan hanyalah kedamaian. Saya ingin melihat anak-anak saya menikah, mempunyai pekerjaan dan menantikan masa depan mereka dengan anak-anak mereka sendiri.”
Saat ini, warga Palestina di Gaza menjalani kehidupan yang sama seperti yang dialami kakek-nenek mereka 70 tahun yang lalu, dan ketakutan tidak akan pernah bisa kembali merupakan inti kekhawatiran mereka.
“Kalau rumahnya hancur, tanahnya masih ada, dan itu milik saya. Saya lebih baik mati di sini daripada menjalani Nakba lagi seperti yang keluarga saya lakukan sebelum saya,” kata Jaber.
“Saya tidak meminta bantuan untuk pergi atau mengungsi. Saya meminta diakhirinya perang ini dan membantu membangun kembali rumah saya dan membangun kembali Gaza.
“Yang saya inginkan hanyalah kedamaian. Saya ingin melihat anak-anak saya menikah, mempunyai pekerjaan dan menantikan masa depan mereka dengan anak-anak mereka sendiri.”
(mhy)
Lihat Juga :