Ramadan di Gaza, Hamas: Bulan Kemenangan dan Bulan Jihad
Rabu, 13 Maret 2024 - 14:42 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa minggu setelah perang, seorang pejabat tinggi Jihad Islam Palestina mengatakan bahwa tujuan operasi tersebut adalah “untuk mencegah Masjid Al-Aqsa menjadi sasaran, meremehkan atau menghina ritual keagamaan Muslim, menyerang perempuan kami, dan berupaya untuk melakukan Yahudisasi terhadap Al-Aqsha.”
Masjid Aqsa dan menormalisasi pendudukan Israel di atasnya, atau membaginya secara temporal dan spasial.”
Oleh karena itu, berlanjutnya permusuhan selama bulan Ramadan kemungkinan akan memicu perlawanan yang lebih kuat.
Baca juga: Genosida Israel di Gaza: Zionis yang Gemar Menjajakan Kebohongan
Ariel Kahana, komentator diplomatik senior Israel Hayom, mengakui bahwa meskipun Israel “memahami bahwa Ramadan tahun ini sangat eksplosif, tampaknya langkah persiapan yang nyata masih kurang.”
Ansarallah
Sementara itu, kelompok Poros Perlawanan juga siap meningkatkan operasinya di bulan Ramadan, yang terlihat pada hari Senin, hari pertama bulan suci Ramadan.
Militer Yaman, yang dipimpin oleh gerakan perlawanan Ansarallah, menargetkan kapal milik Amerika lainnya di Laut Merah. Perlawanan Islam di Irak menggempur Bandara Ben Gurion di wilayah pendudukan. Hizbullah menembakkan lebih dari 100 roket ke sasaran Israel pada Selasa pagi.
Oleh karena itu, persiapan untuk melakukan operasi perlawanan yang lebih intens terhadap entitas pendudukan pada bulan Ramadhan ini, dapat menjadi paku terakhir dalam peti mati mereka.
Baca juga: Genosida Israel: Ketika Perlawanan Tumbuh di Bumi yang Hangus
Masjid Aqsa dan menormalisasi pendudukan Israel di atasnya, atau membaginya secara temporal dan spasial.”
Oleh karena itu, berlanjutnya permusuhan selama bulan Ramadan kemungkinan akan memicu perlawanan yang lebih kuat.
Baca juga: Genosida Israel di Gaza: Zionis yang Gemar Menjajakan Kebohongan
Ariel Kahana, komentator diplomatik senior Israel Hayom, mengakui bahwa meskipun Israel “memahami bahwa Ramadan tahun ini sangat eksplosif, tampaknya langkah persiapan yang nyata masih kurang.”
Ansarallah
Sementara itu, kelompok Poros Perlawanan juga siap meningkatkan operasinya di bulan Ramadan, yang terlihat pada hari Senin, hari pertama bulan suci Ramadan.
Militer Yaman, yang dipimpin oleh gerakan perlawanan Ansarallah, menargetkan kapal milik Amerika lainnya di Laut Merah. Perlawanan Islam di Irak menggempur Bandara Ben Gurion di wilayah pendudukan. Hizbullah menembakkan lebih dari 100 roket ke sasaran Israel pada Selasa pagi.
Oleh karena itu, persiapan untuk melakukan operasi perlawanan yang lebih intens terhadap entitas pendudukan pada bulan Ramadhan ini, dapat menjadi paku terakhir dalam peti mati mereka.
Baca juga: Genosida Israel: Ketika Perlawanan Tumbuh di Bumi yang Hangus
(mhy)
Lihat Juga :