Apa Makna Ucapan Kembali ke Fitrah?

Selasa, 01 April 2025 - 05:00 WIB
loading...
Apa Makna Ucapan Kembali...
Setiap muslim yang kembali ke fitrah akan istiqamah memegang teguh ajaran Islam. Ia semakin yakin bahwa Allah itu Maha Hidup dan Maha Sempurna, hanya kepada-Nya tempat bergantung dan tempat kembali. Foto ilustrasi/ist
A A A
Ucapan "saatnya kembali ke Fitrah", ketika merayakan Idulfitri ini cukup populer. Apa sebenarnya makna kembali ke Fitrah tersebut?

Sudah menjadi tradisi, setiap lebaran umat muslim mengisi berbagai acara usai salat Ied. Ada yang silaturrahim bermaafan ke sanak saudara, memakai pakaian baru, makan ketupat lebaran, mengunjungi tempat rekreasi, dan sebagainya.

Pada tanggal 1 Syawal umat Islam disyariatkan untuk makan dan minum setelah berpuasa Ramadan selama sebulan. Ramadan menjadi madrasah bagi umat Islam agar menjadi hamba yang bertakwa. Selama sebulan menjauhi segala macam dosa, menundukkan hawa nafsu dan mengerjakan hal-hal yang syariat oleh agama. Siapa yang bersabar dalam ujiannya, maka sesungguhnya ia telah mendapatkan kemenangan.

Pada 1 Syawal ia telah kembali ke Fitrah. Disebut 'Ied karena Allah melimpahkan rahmatNya kepada umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW). Kalimat ini diterjemahkan menjadi 'semoga kita semua tergolong orang yang kembali (ke fitrah) karena berhasil dalam menahan diri (berpuasa).

Secara etimologi kata Fitrah berasal dari bahasa Arab fathora (فطر) dari masdar fathrun yang berarti belah atau pecah. Dari akar kata yang sama maka lahir kata Fitrah yang berarti sifat atau pembawaan luhur sejak lahir.

Dalam Al-Qur'an dapat ditemukan penggunakan kata Fitrah dengan makna Al-Insyiqaq atau al-Syaqq yang berarti pula pecah atau belah. Dalam ayat yang lain terdapat makna Al-Khalqah al Iijad atau al-Ibda', artinya penciptaan. Fitrah adalah tabiat alami manusia (tabi'iyatul insan)

Menurut Al-Auza'i, Fitrah adalah kesucian. Bahkan beliau memaknai kesucian tersebut bedasarkan hadis tentang kesucian fisik. Dari Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Sepuluh macam yang termaksuk dalam kategori fitrah yaitu (1) mencukur kumis (2) membiarkan jenggot panjang dan lebar (3) bersikat gigi/bersiwak (4) menghirup air untuk membersihkan hidung (5) menggunting kuku (6) membersihkan jari jemari (7) mencabut bulu ketiak (8) mencukur bulu kemaluan (9) membersihkan kencing dengan air, dan (10) berkumur." (HR Muslim dan Abu Dawud)

Baca juga: Sejarah dan Asal Mula Perayaan Idulfitri

Hikmah Idulfitri

Setiap muslim yang kembali ke fitrah akan istiqamah memegang teguh ajaran Islam. Ia semakin yakin bahwa Allah itu Maha Hidup dan Maha Sempurna, hanya kepada-Nya tempat bergantung dan tempat kembali.

Dalam kehidupan sehari-hari ia selalu senang berbuat baik dan berkata benar. Muslim yang kembali ke fitrah akan suci jiwanya dan suci badannya. Selain menjadi hamba Allah yang bertakwa, ia akan memiliki kepekaan sosial (hablum-minannas).

Itulah gambaran orang berhasil menjalani ibadah puasa Ramadan. Mereka yang berhasil melewati ujian itu akan tampak adanya perubahan dan kebaikan pada dirinya.

Sebaliknya, mereka yang tidak memiliki tanda-tanda ke arah lebih baik berarti gagal menjalani madrasah Ramadan. Puasanya tak bernilai di sisi Allah kecuali hanya lapar dan dahaga saja. Semoga Allah membimbing kita semua.

Pada hari Idul-Fitri ini kita jangan bosan berdoa dan memohon kepada Allah agar senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya. Sebab, tanpa rahmat dan kehendakNya, kita semua tidaklah mendapat curahan keberkahan dan kebahagiaan.

Mari kita hilangkan sifat hasad, benci, iri hati, permusuhan, kesombongan dan sifat bangga yang berlebihan sebagaimana kita mengagungkan Allah dalam syiar takbir.

جَعَلَنَا اللَّهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ العَائدِيْنَ والفَائِزِينَ


Ja'alanallaahu wa Iyyakum Minal 'Aaidiin wal Faaiziin.

Artinya: "Semoga Allah menjadikan kita menjadi bagian dari orang-orang yang kembali dan orang-orang yang mendapatkan kemenangan/keberuntungan."

Baca juga: Bulan Syawal, Julukan dan Amalan yang Dianjurkan

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Manfaat dan Hikmah Puasa...
Manfaat dan Hikmah Puasa Syawal, Simak Penjelasannya di Sini!
Mengisi Idulfitri dengan...
Mengisi Idulfitri dengan Wisata, Begini Pandangan Al Quran
Begini Hukum dan Aturan...
Begini Hukum dan Aturan Berwisata dalam Islam
Tradisi Ziarah Kubur...
Tradisi Ziarah Kubur Saat Idulfitri, Amalan Berpahala untuk Mengingat Kematian
Menelusuri Jejak Sejarah...
Menelusuri Jejak Sejarah Islam: 9 Peristiwa Penting di Bulan Syawal
Amalan Berpahala Besar...
Amalan Berpahala Besar di Awal Bulan Syawal, Yuk Amalkan!
Rekomendasi
Arkeolog Temukan Sisa...
Arkeolog Temukan Sisa Masakan Bikinan Manusia Purba
Manusia Purba Yunxian...
Manusia Purba Yunxian Diklaim Spesies Paling Mirip dengan Kita
Fenomena Cincin Asap...
Fenomena Cincin Asap Terlihat di Atas Gunung Berapi Italia
Artikel Terkini
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Infografis
Fenomena Ikan yang Hidup...
Fenomena Ikan yang Hidup di Laut Dalam Bermunculan ke Permukaan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved