4 Tanda Kiamat yang Muncul di Tanah Arab, Apakah Dubai Terendam Banjir Juga Termasuk?
Jum'at, 19 April 2024 - 17:34 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu tempat di Arab Saudi yang menghijau adalah wilayah 'Asir, yang berbatasan langsung dengan Yaman. Wilayah ini memiliki lembah hijau yang terkenal bernama Wadi Al-Bardani, yang dipenuhi rumput dan tumbuhan.
"Kiamat tidak akan terjadi hingga wilayah arab kembali menjadi tanah yang subur banyak padang hijau dan sungai-sungai. Hingga orang yang melakukan safar antara Iraq dan Makkah, tidak ada yang ditakuti selain kegelapan di jalan. Dan tidak muncul Kiamat sampai terjadi banyak pembunuhan. (HR Ahmad 8833)
4. Tidak Berbuahnya Pohon Kurma Baisan
![4 Tanda Kiamat yang Muncul di Tanah Arab, Apakah Dubai Terendam Banjir Juga Termasuk?]()
Sebenarnya sampai saat ini Pohon Kurma Baisan masih berbuah, namun telah terjadi penurunan signifikan karena serangan hama pada Tahun 2015 lalu. Baisan sendiri merupakan nama wilayah yang terletak di Al-Ghaur Palestina.
Terdapat sebuah hadis yang menjelaskan, "Keluarnya Dajjal akan ditandai dengan keringnya Danau Tiberias, keringnya mata air Zughar, serta pohon Kurma baisan yang tidak lagi berbuah."
Banjir di Dubai
![4 Tanda Kiamat yang Muncul di Tanah Arab, Apakah Dubai Terendam Banjir Juga Termasuk?]()
Fenomena alam terbaru di tanah Arab yang terjadi adalah kemunculan banjir di wilayah Dubai, UEA. Musibah banjir ini dikatakan sebagai yang terbesar sejak tahun 1949 silam.
Namun benarkah jika ini merupakan salah satu tanda kiamat? Sebenarnya tanda-tanda kiamat sudah dijelaskan banyak dalam Al Quran dan hadis. Namun tidak ada satupun yang menyebutkan jika banjir besar atau mengubah padang pasir menjadi lautan adalah salah satu tanda kiamat.
Sehingga banjir besar di Dubai yang terjadi baru-baru ini bukanlah tanda kiamat jika didasarkan dalam hadis berikut.
Artinya, “Dari Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari berkata, Rasulullah SAW menghampiri kami saat kami tengah membicarakan sesuatu. Ia bertanya, ‘Apa yang kalian bicarakan?’ Kami menjawab, ‘Kami membicarakan kiamat.’ Ia bersabda, ‘Kiamat tidaklah terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda sebelumnya.’
Rasulullah menyebut kabut, Dajjal, binatang (ad-dabbah), terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam AS, Ya'juj dan Ma'juj, tiga gerhana; gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di jazirah Arab dan yang terakhir adalah api muncul dari Yaman menggiring manusia menuju tempat perkumpulan mereka,” (Lihat Abul Husain Muslim bin Hajjaj bin Muslim An-Naisaburi, Al-Jami’us Sahi, [Beirut, Darul Afaq Al-Jadidah: tanpa tahun], juz VIII, halaman 178). Tanda-tanda kiamat dalam hadits ini disebut sebagai tanda-tanda kiamat kubra (hari akhir).
Itulah penjelasan tentang tanda kiamat yang muncul di tanah Arab. Jika banjir di Dubai menjadikan negeri itu memiliki cadangan air berlimpah sehingga membuat subur tanah Arab maka tidak salah jika dikatakan banjir tersebut sebagai salah satu tanda kiamat sudah dekat.
"Kiamat tidak akan terjadi hingga wilayah arab kembali menjadi tanah yang subur banyak padang hijau dan sungai-sungai. Hingga orang yang melakukan safar antara Iraq dan Makkah, tidak ada yang ditakuti selain kegelapan di jalan. Dan tidak muncul Kiamat sampai terjadi banyak pembunuhan. (HR Ahmad 8833)
4. Tidak Berbuahnya Pohon Kurma Baisan

Sebenarnya sampai saat ini Pohon Kurma Baisan masih berbuah, namun telah terjadi penurunan signifikan karena serangan hama pada Tahun 2015 lalu. Baisan sendiri merupakan nama wilayah yang terletak di Al-Ghaur Palestina.
Terdapat sebuah hadis yang menjelaskan, "Keluarnya Dajjal akan ditandai dengan keringnya Danau Tiberias, keringnya mata air Zughar, serta pohon Kurma baisan yang tidak lagi berbuah."
Banjir di Dubai

Fenomena alam terbaru di tanah Arab yang terjadi adalah kemunculan banjir di wilayah Dubai, UEA. Musibah banjir ini dikatakan sebagai yang terbesar sejak tahun 1949 silam.
Namun benarkah jika ini merupakan salah satu tanda kiamat? Sebenarnya tanda-tanda kiamat sudah dijelaskan banyak dalam Al Quran dan hadis. Namun tidak ada satupun yang menyebutkan jika banjir besar atau mengubah padang pasir menjadi lautan adalah salah satu tanda kiamat.
Sehingga banjir besar di Dubai yang terjadi baru-baru ini bukanlah tanda kiamat jika didasarkan dalam hadis berikut.
عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ قَالَ اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ مَا تَذَاكَرُونَ قَالُوا نَذْكُرُ السَّاعَةَ قَالَ إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَأَجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ
Artinya, “Dari Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari berkata, Rasulullah SAW menghampiri kami saat kami tengah membicarakan sesuatu. Ia bertanya, ‘Apa yang kalian bicarakan?’ Kami menjawab, ‘Kami membicarakan kiamat.’ Ia bersabda, ‘Kiamat tidaklah terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda sebelumnya.’
Rasulullah menyebut kabut, Dajjal, binatang (ad-dabbah), terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam AS, Ya'juj dan Ma'juj, tiga gerhana; gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di jazirah Arab dan yang terakhir adalah api muncul dari Yaman menggiring manusia menuju tempat perkumpulan mereka,” (Lihat Abul Husain Muslim bin Hajjaj bin Muslim An-Naisaburi, Al-Jami’us Sahi, [Beirut, Darul Afaq Al-Jadidah: tanpa tahun], juz VIII, halaman 178). Tanda-tanda kiamat dalam hadits ini disebut sebagai tanda-tanda kiamat kubra (hari akhir).
Itulah penjelasan tentang tanda kiamat yang muncul di tanah Arab. Jika banjir di Dubai menjadikan negeri itu memiliki cadangan air berlimpah sehingga membuat subur tanah Arab maka tidak salah jika dikatakan banjir tersebut sebagai salah satu tanda kiamat sudah dekat.
(mhy)
Lihat Juga :