Surat Al-Qur'an tentang Kehancuran Israel: Al-Isra Ayat 7
Sabtu, 20 April 2024 - 05:15 WIB
loading...
Surat al-Quran tentang Kehancuran Israel adalah Surat al-Isra ayat 7. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Surat Al-Qur'an tentang Kehancuran Israel tercantum dalam Surat Al-Isra Ayat 7. Allah SWT berfirman:
Artinya: …. Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid (Baitulmaqdis) sebagaimana memasukinya ketika pertama kali dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai" (QS al-Isra ayat 7).
Ibnu Katsir dalam "Tafsir Al-Quran Al Adzim" menjelaskan bahwa Bani Israil akan membuat kerusakan di muka bumi sebanyak dua kali berbuat sewenang-wenang dan melakukan perbuatan keji. Maka dua kali pula, orang-orang Yahudi itu akan mendapatkan hukuman dari kesewenang-wenangan dan perbuatan keji yang dilakukan oleh mereka.
Maka setelah melakukan tindakan pengrusakan yang pertama itu, Allah mendatangkan hamba yang memiliki kekuatan besar. Para mufasir berbeda pendapat tentang orang-orang yang mempunyai kekuatan besar itu.
Baca juga: Yerusalem dalam Pandangan Al-Qur'an dan Kekeliruan Israel
Ibnu Abbas dan Qatadah menjelaskan bahwa orang yang punya kekuatan besar itu adalah Jalur al Jazari dan bala tentaranya yang menguasai Bani Israil sebagai bencana yang pertama.
Namun Sa'id bin Jubair menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah raja Moshil, Sanjarib dan bala tentaranya. Ada juga yang berpendapat bahwa yang dimaksud adalah Bukhtanashar raja Babilonia. Wallahu'alam.
Dan setelah itu, ketika kaum Yahudi kembali melakukan tindakan keji untuk kedua kalinya maka Allah memberikan kepada mereka hukuman yang kedua kepada mereka. Maka mereka akan terhina dan dikalahkan.
Ibnu Katsir menafsirkan: (Dan apabila datang saat hukuman bagi kejahatan yang kedua), yakni untuk kali yang terakhir, yakni jika kalian (Bani Israil) merusak untuk kedua kalinya dan datang musuh-musuh kalian. (Kami datangkan orang-orang lain atau kami bangkitkan musuhmu untuk menyuramkan wajahmu), yakni mereka akan menghinakan dan mengalahkan kalian. (Dan mereka masuk ke dalam masjid), yaitu Baitul Maqdis. (Sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama) yakni pada giliran di mana mereka merajalela di kampung-kampung (untuk membinasakan), yakni menghancurkan dan meluluhlantakkan, (apa saja yang mereka kuasai), yakni apa yang tampak sehabis-habisnya.
Mahdiy Saied Rezk Karisem dalam buku "Sejarah dan Keutamaan Masjid Al Aqsha dan Al Quds" menjelaskan bahwa para mufasir berbeda pendapat mengenai apakah dua perusakan atau dua kerusakan itu sudah terjadi atau belum.
…. فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا
Artinya: …. Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid (Baitulmaqdis) sebagaimana memasukinya ketika pertama kali dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai" (QS al-Isra ayat 7).
Ibnu Katsir dalam "Tafsir Al-Quran Al Adzim" menjelaskan bahwa Bani Israil akan membuat kerusakan di muka bumi sebanyak dua kali berbuat sewenang-wenang dan melakukan perbuatan keji. Maka dua kali pula, orang-orang Yahudi itu akan mendapatkan hukuman dari kesewenang-wenangan dan perbuatan keji yang dilakukan oleh mereka.
Maka setelah melakukan tindakan pengrusakan yang pertama itu, Allah mendatangkan hamba yang memiliki kekuatan besar. Para mufasir berbeda pendapat tentang orang-orang yang mempunyai kekuatan besar itu.
Baca juga: Yerusalem dalam Pandangan Al-Qur'an dan Kekeliruan Israel
Ibnu Abbas dan Qatadah menjelaskan bahwa orang yang punya kekuatan besar itu adalah Jalur al Jazari dan bala tentaranya yang menguasai Bani Israil sebagai bencana yang pertama.
Namun Sa'id bin Jubair menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah raja Moshil, Sanjarib dan bala tentaranya. Ada juga yang berpendapat bahwa yang dimaksud adalah Bukhtanashar raja Babilonia. Wallahu'alam.
Dan setelah itu, ketika kaum Yahudi kembali melakukan tindakan keji untuk kedua kalinya maka Allah memberikan kepada mereka hukuman yang kedua kepada mereka. Maka mereka akan terhina dan dikalahkan.
Ibnu Katsir menafsirkan: (Dan apabila datang saat hukuman bagi kejahatan yang kedua), yakni untuk kali yang terakhir, yakni jika kalian (Bani Israil) merusak untuk kedua kalinya dan datang musuh-musuh kalian. (Kami datangkan orang-orang lain atau kami bangkitkan musuhmu untuk menyuramkan wajahmu), yakni mereka akan menghinakan dan mengalahkan kalian. (Dan mereka masuk ke dalam masjid), yaitu Baitul Maqdis. (Sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama) yakni pada giliran di mana mereka merajalela di kampung-kampung (untuk membinasakan), yakni menghancurkan dan meluluhlantakkan, (apa saja yang mereka kuasai), yakni apa yang tampak sehabis-habisnya.
Mahdiy Saied Rezk Karisem dalam buku "Sejarah dan Keutamaan Masjid Al Aqsha dan Al Quds" menjelaskan bahwa para mufasir berbeda pendapat mengenai apakah dua perusakan atau dua kerusakan itu sudah terjadi atau belum.
Lihat Juga :