Perang Nahawand: Kisah Sa'ad bin Abi Waqqas Kena Fitnah
Minggu, 21 April 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Abdullah bin Itban ini orang yang sudah lanjut usia, seorang sahabat yang sangat dihormati. Umar setuju dengan penggantiannya di Kufah itu, dan menahan Sa'ad tetap tinggal jauh di Madinah, tanpa ada cacat atau melakukan pengkhianatan.
Kalau tidak karena Sa'ad sudah melaporkan kepada Umar mengenai pemusatan pasukan Persia di Nahawand, ditambah lagi laporan lisan sesampainya di Madinah mengenai kesiapsiagaan mereka berperang, niscaya ia dikembalikan kepada tugasnya itu dan tidak akan menghiraukan segala pengaduan yang memang tak dapat dijadikan pegangan.
Ibn Itban mengirimkan berita-berita kepada Umar mengenai pasukan Persia itu yang isinya memperkuat laporan Sa'ad tentang persiapan mereka. Khalifah bertambah prihatin dengan rencana mereka itu.
Selanjutnya berita-berita yang serba seram dan mencekam itu terus berdatangan: Tentang kekuatan Persia yang dihimpun di bawah pimpinan Firozan yang sudah berangkat ke Hamazan, dan sudah meneruskan perjalanannya ke Hulwan, bahkan kini sudah menuju Kufah, tak lama lagi akan memasuki kota itu.
Ya, apa yang akan diperbuat oleh Amirulmukminin? Haekal mengisahkan, dengan firasatnya yang tajam ia sudah dapat menangkap apa yang ada di balik berita-berita yang sangat berlebihan menggambarkan ketakutan itu, bahayanya dilukiskan begitu menyeramkan, dengan antisipasi yang hingga membayangkan segala rupa, membesar-besarkannya sampai berlipat ganda dari kenyataan yang sebenarnya.
Baca juga: Al-Musanna Pahlawan Asal Bahrain Pelopor Pembebasan Irak
Akan tetapi yang jelas, Persia memang sudah berkumpul dan sudah siap. Kalau mereka tidak dihadapi dan didahului dengan kekerasan, mereka akan makin berani dan akan makin kuat.
Mungkin juga keberanian mereka merupakan ancaman terhadap apa yang sudah diperoleh pasukannya di Khuzistan dan di Irak-Arab. Bahayanya memang besar, dan bersiap-siap untuk menghadapi mereka memang suatu tugas suci.
Kalau tidak karena Sa'ad sudah melaporkan kepada Umar mengenai pemusatan pasukan Persia di Nahawand, ditambah lagi laporan lisan sesampainya di Madinah mengenai kesiapsiagaan mereka berperang, niscaya ia dikembalikan kepada tugasnya itu dan tidak akan menghiraukan segala pengaduan yang memang tak dapat dijadikan pegangan.
Ibn Itban mengirimkan berita-berita kepada Umar mengenai pasukan Persia itu yang isinya memperkuat laporan Sa'ad tentang persiapan mereka. Khalifah bertambah prihatin dengan rencana mereka itu.
Selanjutnya berita-berita yang serba seram dan mencekam itu terus berdatangan: Tentang kekuatan Persia yang dihimpun di bawah pimpinan Firozan yang sudah berangkat ke Hamazan, dan sudah meneruskan perjalanannya ke Hulwan, bahkan kini sudah menuju Kufah, tak lama lagi akan memasuki kota itu.
Ya, apa yang akan diperbuat oleh Amirulmukminin? Haekal mengisahkan, dengan firasatnya yang tajam ia sudah dapat menangkap apa yang ada di balik berita-berita yang sangat berlebihan menggambarkan ketakutan itu, bahayanya dilukiskan begitu menyeramkan, dengan antisipasi yang hingga membayangkan segala rupa, membesar-besarkannya sampai berlipat ganda dari kenyataan yang sebenarnya.
Baca juga: Al-Musanna Pahlawan Asal Bahrain Pelopor Pembebasan Irak
Akan tetapi yang jelas, Persia memang sudah berkumpul dan sudah siap. Kalau mereka tidak dihadapi dan didahului dengan kekerasan, mereka akan makin berani dan akan makin kuat.
Mungkin juga keberanian mereka merupakan ancaman terhadap apa yang sudah diperoleh pasukannya di Khuzistan dan di Irak-Arab. Bahayanya memang besar, dan bersiap-siap untuk menghadapi mereka memang suatu tugas suci.
(mhy)
Lihat Juga :