Pahala Puasa Syawal 6 Hari Seperti Puasa Setahun Penuh
Senin, 22 April 2024 - 13:26 WIB
loading...
Pahala puasa enam hari di bulan Syawal setelah berpuasa Ramadan, seolah-olah ia berpuasa setahun penuh. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Pahala puasa enam hari di bulan Syawal setelah berpuasa Ramadan, seolah-olah ia berpuasa setahun penuh. Mengapa demikian? Puasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadan hukumnya sunnah.
Abu ‘Amr Ibnu ‘Abdil Barr mengatakan dalam Iqna’, disunnahkan berpuasa enam hari di bulan Syawal, meskipun dilaksanakan dengan terpisah-pisah. Keutamaan tidak akan diraih bila berpuasa di selain bulan Syawal.
Seperti diketahui, kebaikan ibadah puasa sunnah dibalas dengan sepuluh kali lipat, dan bulan Ramadan laksana sepuluh bulan. Sementara enam hari bagai dua bulan. Maka hitungannya menjadi setahun penuh. Sehingga dapat diraih pahala ibadah setahun penuh tanpa kesulitan, sebagai kemurahan dari Allah dan kenikmatan bagi para hambaNya.
Dari Tsauban radhiyallahu'anhu, Rasulullah SAW bersabda:
Barangsiapa berpuasa Ramadan, satu bulan seperti sepuluh bulan dan berpuasa enam hari setelah hari Idulfitri, maka itu merupakan kesempurnaan puasa setahun penuh.[Hadits shahih, riwayat Ahmad, 5/280; an Nasaa-i, 2860; dan Ibnu Majah, 1715. Lihat pula Shahih Fiqhis Sunnah, 2/134]
Syaikh Abdul Aziz bin Baz, di dalam "Majmu’ Fatawa wal Maqalat Mutanawwi’ah" menyatakan, puasa enam hari di bulan Syawal memiliki dasar dari Rasulullah. Pelaksanaannya, boleh dengan berurutan ataupun terpisah-pisah.
Rasulullah SAW menyebutkan pelaksanaannya secara mutlak, dan tidak menyebutkan caranya dilakukan dengan berurutan atau terpisah.
"Barangsiapa berpuasa Ramadan kemudian mengiringinya dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, maka ia seperti puasa satu tahun.[HR Muslim]
Abu ‘Amr Ibnu ‘Abdil Barr mengatakan dalam Iqna’, disunnahkan berpuasa enam hari di bulan Syawal, meskipun dilaksanakan dengan terpisah-pisah. Keutamaan tidak akan diraih bila berpuasa di selain bulan Syawal.
Seperti diketahui, kebaikan ibadah puasa sunnah dibalas dengan sepuluh kali lipat, dan bulan Ramadan laksana sepuluh bulan. Sementara enam hari bagai dua bulan. Maka hitungannya menjadi setahun penuh. Sehingga dapat diraih pahala ibadah setahun penuh tanpa kesulitan, sebagai kemurahan dari Allah dan kenikmatan bagi para hambaNya.
Dari Tsauban radhiyallahu'anhu, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ فَشَهْرٌ بِعَشَرَةِ أَشْهُرٍ وَصِيَامُ سِتَّةِ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ فَذَلِكَ تَمَامُ صِيَامِ السَّنَةِ
Barangsiapa berpuasa Ramadan, satu bulan seperti sepuluh bulan dan berpuasa enam hari setelah hari Idulfitri, maka itu merupakan kesempurnaan puasa setahun penuh.[Hadits shahih, riwayat Ahmad, 5/280; an Nasaa-i, 2860; dan Ibnu Majah, 1715. Lihat pula Shahih Fiqhis Sunnah, 2/134]
Syaikh Abdul Aziz bin Baz, di dalam "Majmu’ Fatawa wal Maqalat Mutanawwi’ah" menyatakan, puasa enam hari di bulan Syawal memiliki dasar dari Rasulullah. Pelaksanaannya, boleh dengan berurutan ataupun terpisah-pisah.
Rasulullah SAW menyebutkan pelaksanaannya secara mutlak, dan tidak menyebutkan caranya dilakukan dengan berurutan atau terpisah.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Barangsiapa berpuasa Ramadan kemudian mengiringinya dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, maka ia seperti puasa satu tahun.[HR Muslim]
Lihat Juga :