Zikir Adalah Tujuan dari Haji, Begini Penjelasannya
Senin, 20 Mei 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu.
Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan Kami, berilah Kami (kebaikan) di dunia”, dan Tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.
Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka. Mereka Itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang.
Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, Maka tiada dosa baginya. dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), Maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.”[ QS Al Baqarah/2 : 198-203]
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr mengingatkan renungkanlah wasiat dan perintah yang agung dan mulia ini dengan senantiasa mengingat Allah azza wa jalla dalam semua ibadah haji seperti wukuf di Arafah yang diperintahkan untuk berzikir, di masy’aril haram juga diperintahkan untuk berzikir, ketika menyembelih kurban, dan pada hari tasyriq pun juga diperintahkan untuk berzikir.
Baca juga: Zikir Subhana Rabbi Wa Bihamdihi, Zikir yang Paling Disukai Allah SWT
Zikir adalah tujuan dari amalan-amalan tersebut, bahkan amalan tersebut tidak disyariatkan kecuali untuk mengingat Allah.
Diriwayatkan dari Abu Dawud dan selainnya dari Nabi SAW bahwasanya beliau bersabda:
“Sesungguhnya thawaf di Kakbah, sa’i antara shafa dan marwah juga melempar jumroh diadakan untuk mengingat Allah Azza wa jalla.[Sunan Abu Daud dan Tirmidzi]
Hadis tersebut menunjukkan atas tingginya kedudukan zikir dan kemuliaannya, dan bahwa zikir adalah tujuan dari semua ibadah dan intinya.
Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan Kami, berilah Kami (kebaikan) di dunia”, dan Tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.
Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka. Mereka Itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang.
Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, Maka tiada dosa baginya. dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), Maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.”[ QS Al Baqarah/2 : 198-203]
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr mengingatkan renungkanlah wasiat dan perintah yang agung dan mulia ini dengan senantiasa mengingat Allah azza wa jalla dalam semua ibadah haji seperti wukuf di Arafah yang diperintahkan untuk berzikir, di masy’aril haram juga diperintahkan untuk berzikir, ketika menyembelih kurban, dan pada hari tasyriq pun juga diperintahkan untuk berzikir.
Baca juga: Zikir Subhana Rabbi Wa Bihamdihi, Zikir yang Paling Disukai Allah SWT
Zikir adalah tujuan dari amalan-amalan tersebut, bahkan amalan tersebut tidak disyariatkan kecuali untuk mengingat Allah.
Diriwayatkan dari Abu Dawud dan selainnya dari Nabi SAW bahwasanya beliau bersabda:
إنَّما جُعل الطوافُ بالبيت، والسعيُ بين الصفا والمروة ورميُ الجمار لإقامة ذكر الله عزَّ وجلَّ
“Sesungguhnya thawaf di Kakbah, sa’i antara shafa dan marwah juga melempar jumroh diadakan untuk mengingat Allah Azza wa jalla.[Sunan Abu Daud dan Tirmidzi]
Hadis tersebut menunjukkan atas tingginya kedudukan zikir dan kemuliaannya, dan bahwa zikir adalah tujuan dari semua ibadah dan intinya.
(mhy)
Lihat Juga :