Kisah Haru Runiti: Ikhlaskan Kepergian Suami, Panjatkan Doa di Tanah Suci
Selasa, 21 Mei 2024 - 23:47 WIB
loading...
A
A
A
Runiti ikhlas benar. Tak ada lagi air mata yang menetes dari kedua kelopak matanya. Ucapannya juga tampak tak lirih. Lansia ini bahkan tak sabar ingin secepatnya menginjakkan kaki ke Masjidilharam.
Dia yakin biar raga Daryono tak lagi bersamanya, namun jiwa suaminya justru menambah kekuatan baginya untuk tetap menjalani ibadah haji. "Harus tegar, karena saya mau jalani ibadah haji," ucapnya.
Selepas kepergian Daryono, kini Runiti tinggal sendiri. Tiga anaknya telah berumah tangga. "Anak-anak semuanya tiga, tapi semuanya sudah menikah semua. Sudah mandiri," kata Runiti.
Tidak banyak doa yang ingin dia ucapkan di Tanah Suci. Dia hanya ingin menitipkan doa bagi sang kekasih hidupnya agar dimaafkan kesalahan dan diterima segala amal ibadah di dunia. "Semoga diterima di sisi Allah SWT," ucapnya.
Sementara, Ketua Kelompok Terbang (Kloter) SOC 32 Embarkasi Solo Khabibur Rokhman mengatakan, setelah kepergian Daryono, semua memberikan semangat kepada Runiti. Bahkan, seluruh jemaah yang tergabung dalam satu kloter merasa jika Runiti adalah keluarga baru yang dititipkan Allah SWT kepada mereka.
"Alhamdulillah, di pesawat beliau senang, gembira dan kemudian siap menjalankan ibadah haji serta umrah. Beliau sudah kami berikan bimbingan, arahan, motivasi, dan semangat untuk bisa melaksanakan ibadah haji serta umrah sesuai tuntunan sunah Rasulullah," ujar Khabibur.
Niat kuat Runiti tetap menjalankan ibadah haji juga didukung keluarganya. "InsyaAllah tegar dan ikhlas, karena dari pihak keluarga yang di rumah InsyaAllah akan mengurus beliau. Dan beliau diminta untuk meneruskan ibadah haji dan umrah," ucapnya.
Untuk menjaga semangat Runiti selama di Tanah Suci, dia bersama ketua rombongan dan regu serta jemaah lainnya akan terus memberikan pendampingan.
"Nanti dengan teman - teman yang satu regu InsyaAllah sudah kompak dan solidaritas. Ketua regu dan kami termasuk ketua kloter InsyaAllah siap lakukan pendampingan," katanya.
Dia yakin biar raga Daryono tak lagi bersamanya, namun jiwa suaminya justru menambah kekuatan baginya untuk tetap menjalani ibadah haji. "Harus tegar, karena saya mau jalani ibadah haji," ucapnya.
Selepas kepergian Daryono, kini Runiti tinggal sendiri. Tiga anaknya telah berumah tangga. "Anak-anak semuanya tiga, tapi semuanya sudah menikah semua. Sudah mandiri," kata Runiti.
Tidak banyak doa yang ingin dia ucapkan di Tanah Suci. Dia hanya ingin menitipkan doa bagi sang kekasih hidupnya agar dimaafkan kesalahan dan diterima segala amal ibadah di dunia. "Semoga diterima di sisi Allah SWT," ucapnya.
Sementara, Ketua Kelompok Terbang (Kloter) SOC 32 Embarkasi Solo Khabibur Rokhman mengatakan, setelah kepergian Daryono, semua memberikan semangat kepada Runiti. Bahkan, seluruh jemaah yang tergabung dalam satu kloter merasa jika Runiti adalah keluarga baru yang dititipkan Allah SWT kepada mereka.
"Alhamdulillah, di pesawat beliau senang, gembira dan kemudian siap menjalankan ibadah haji serta umrah. Beliau sudah kami berikan bimbingan, arahan, motivasi, dan semangat untuk bisa melaksanakan ibadah haji serta umrah sesuai tuntunan sunah Rasulullah," ujar Khabibur.
Niat kuat Runiti tetap menjalankan ibadah haji juga didukung keluarganya. "InsyaAllah tegar dan ikhlas, karena dari pihak keluarga yang di rumah InsyaAllah akan mengurus beliau. Dan beliau diminta untuk meneruskan ibadah haji dan umrah," ucapnya.
Untuk menjaga semangat Runiti selama di Tanah Suci, dia bersama ketua rombongan dan regu serta jemaah lainnya akan terus memberikan pendampingan.
"Nanti dengan teman - teman yang satu regu InsyaAllah sudah kompak dan solidaritas. Ketua regu dan kami termasuk ketua kloter InsyaAllah siap lakukan pendampingan," katanya.
(jon)
Lihat Juga :