Ketika Norwegia Menunjukkan Sikap Memihak Palestina
Senin, 27 Mei 2024 - 05:54 WIB
loading...
A
A
A
“Norwegia percaya bahwa aktivitas pemukiman Israel di tanah yang diduduki adalah ilegal menurut hukum internasional dan menghambat proses perdamaian dan sangat yakin akan solusi dua negara sebagai satu-satunya solusi yang bertahan lama,” kata Hasini Ransala Liyanage, peneliti doktoral dari departemen ilmu politik Oslo di Universitas tersebut.
Dia menggambarkan Norwegia sebagai “mediator terkemuka dalam berbagai konflik di dunia” yang “selalu fokus pada solusi damai”.
Mediasi Norwegia ditandai dengan kesediaan untuk memberikan bantuan jangka panjang, fasilitasi pembicaraan perdamaian yang tidak memihak dan kerja sama yang erat dengan pihak-pihak yang berkonflik, tambahnya.
Baca juga: Spanyol, Irlandia dan Norwegia Akui Negara Palestina, Apa Dampaknya bagi Israel?
Pengakuan Oslo terhadap negara Palestina juga menggarisbawahi dukungannya terhadap Inisiatif Perdamaian Arab, yang menyerukan pengakuan atas hak keberadaan Israel dan normalisasi hubungan dengan imbalan penarikan Israel dari tanah yang direbut sejak tahun 1967 dan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
“Bagi saya, tampaknya pengumuman tersebut dirancang untuk menarik perhatian terhadap inisiatif ini dan berkontribusi pada momentum diplomatik untuk meningkatkan dukungan Eropa terhadap rencana perdamaian Arab,” uja Sverke Runde Saxegaard, peneliti doktoral di Universitas Oslo kepada Al Jazeera.
“Pemerintah telah menekankan sepanjang hari bahwa ini sama sekali bukan merupakan tanda dukungan terhadap Hamas namun merupakan tanda dukungan bagi kekuatan dan aktor yang mencari solusi tanpa kekerasan terhadap konflik di Israel dan Palestina. Untuk memberikan secercah harapan di masa kelam,” tambahnya.
Perang terbaru dan paling mematikan yang dilakukan Israel di Gaza telah menewaskan hampir 36.000 orang, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak.
Baca juga: Daftar Negara Eropa yang Akui Kemerdekaan Palestina, Terbaru Ada Spanyol, Norwegia dan Irlandia
Dia menggambarkan Norwegia sebagai “mediator terkemuka dalam berbagai konflik di dunia” yang “selalu fokus pada solusi damai”.
Mediasi Norwegia ditandai dengan kesediaan untuk memberikan bantuan jangka panjang, fasilitasi pembicaraan perdamaian yang tidak memihak dan kerja sama yang erat dengan pihak-pihak yang berkonflik, tambahnya.
Baca juga: Spanyol, Irlandia dan Norwegia Akui Negara Palestina, Apa Dampaknya bagi Israel?
Pengakuan Oslo terhadap negara Palestina juga menggarisbawahi dukungannya terhadap Inisiatif Perdamaian Arab, yang menyerukan pengakuan atas hak keberadaan Israel dan normalisasi hubungan dengan imbalan penarikan Israel dari tanah yang direbut sejak tahun 1967 dan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
“Bagi saya, tampaknya pengumuman tersebut dirancang untuk menarik perhatian terhadap inisiatif ini dan berkontribusi pada momentum diplomatik untuk meningkatkan dukungan Eropa terhadap rencana perdamaian Arab,” uja Sverke Runde Saxegaard, peneliti doktoral di Universitas Oslo kepada Al Jazeera.
“Pemerintah telah menekankan sepanjang hari bahwa ini sama sekali bukan merupakan tanda dukungan terhadap Hamas namun merupakan tanda dukungan bagi kekuatan dan aktor yang mencari solusi tanpa kekerasan terhadap konflik di Israel dan Palestina. Untuk memberikan secercah harapan di masa kelam,” tambahnya.
Perang terbaru dan paling mematikan yang dilakukan Israel di Gaza telah menewaskan hampir 36.000 orang, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak.
Baca juga: Daftar Negara Eropa yang Akui Kemerdekaan Palestina, Terbaru Ada Spanyol, Norwegia dan Irlandia
(mhy)
Lihat Juga :