Matangkan Skema Safari Wukuf Jemaah Lansia Nonmandiri, PPIH Siapkan Hotel Transit
Rabu, 29 Mei 2024 - 20:45 WIB
loading...
A
A
A
Tanggal 9 Zulhijjah siang, jemaah akan bergerak ke Arafah untuk wukuf sejenak, lalu kembali ke hotel transit," sebut Nasrullah.
"Nanti ada tim bimbingan ibadah yang akan memantau pelaksanaan manasik jemaah safari wukuf lansia nonmandiri," sambungnya.
"Kita juga siapkan mekanisme layanan transportasi dan katering bagi jemaah safari wukuf lansia nonmandiri," katanya lagi.
Kepala Bidang Layanan Lansia dan Disabilitas Slamet ST menambahkan, tahun ini pihaknya mengalokasikan layanan safari wukuf bagi 300 jemaah lansia. "Kami akan siapkan 10 tenaga medis dari Petugas Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji), 10 petugas bimbingan ibadah, 36 petugas pada bidang layanan lansia dan disabilitas," jelasnya.
Dijelaskan Slamet, pihaknya akan mendiskusikan dengan pihak KKHI Makkah. Dari situ dilakukan proses pendataan awal dan diharapkan sudah terhimpun pada 1 Zulhijjah 1445 H.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia, Liliek Marhaendro menyambut baik proses pendataan dan pengecekan kesehatan yang dilakukan sejak awal. Basisnya dari usulan kloter.
"Kita akan melakukan pengecekan kesehatan. Jadi kloter mengusulkan jemaah untuk dilakukan Medicak Check Up (MCU) untuk dinilai kelayakan safari wukuf," jelas Liliek.
"Jadi yang menentukan kelayakan adalah KKHI melalui proses MCU. Data jemaah yang diusulkan untuk dinilai kelayakannya ini sangat dibutuhkan. Kalau bisa 1 Zulhijjah sudah ada data awal," tandasnya.
"Nanti ada tim bimbingan ibadah yang akan memantau pelaksanaan manasik jemaah safari wukuf lansia nonmandiri," sambungnya.
"Kita juga siapkan mekanisme layanan transportasi dan katering bagi jemaah safari wukuf lansia nonmandiri," katanya lagi.
Kepala Bidang Layanan Lansia dan Disabilitas Slamet ST menambahkan, tahun ini pihaknya mengalokasikan layanan safari wukuf bagi 300 jemaah lansia. "Kami akan siapkan 10 tenaga medis dari Petugas Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji), 10 petugas bimbingan ibadah, 36 petugas pada bidang layanan lansia dan disabilitas," jelasnya.
Dijelaskan Slamet, pihaknya akan mendiskusikan dengan pihak KKHI Makkah. Dari situ dilakukan proses pendataan awal dan diharapkan sudah terhimpun pada 1 Zulhijjah 1445 H.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia, Liliek Marhaendro menyambut baik proses pendataan dan pengecekan kesehatan yang dilakukan sejak awal. Basisnya dari usulan kloter.
"Kita akan melakukan pengecekan kesehatan. Jadi kloter mengusulkan jemaah untuk dilakukan Medicak Check Up (MCU) untuk dinilai kelayakan safari wukuf," jelas Liliek.
"Jadi yang menentukan kelayakan adalah KKHI melalui proses MCU. Data jemaah yang diusulkan untuk dinilai kelayakannya ini sangat dibutuhkan. Kalau bisa 1 Zulhijjah sudah ada data awal," tandasnya.
(maf)
Lihat Juga :