Keramahan Rima Abdusalam Bugis, Dokter Arab Saudi Penghubung Petugas Haji
Senin, 03 Juni 2024 - 09:48 WIB
loading...
dr Rima Abdusalam Bugis. Foto: Andryanto Wisnuwidodo
A
A
A
Namanya Rima Abdusalam Bugis. Dokter muda warga negara Arab Saudi ini mengabdikan dirinya melayani jemaah haji Indonesia di musim haji 2024.
Kendati bukan Warga Negara Indonesia, dr Rima merasa senang bisa membantu petugas haji. Kehadiran dr Rima menjadi penghubung petugas haji Indonesia dengan aparat pemerintah Arab Saudi sangat penting.
Rima adalah dokter kandungan di Rumah Sakit King Fahad Jeddah. Sosok dr Rima masih asal darah Indonesia dari ayahnya asal Makassar .
Dokter Rima awalnya mendaftar menjadi petugas haji melalui Kementerian Kesehatan untuk menjadi tenaga kesehatan haji
"Dulu saya nggak tahu kesehatan di sini, terus saya kira semua di PPIH, pas saya daftar nanti saya bisa pilih dokter atau penghubung atau apa itu. Pas saya daftar baru tahu itu beda. PPIH beda kesehatan beda. Ya sudah saya daftar tapi saya suka di sini,”kata dr Rima.
Baca juga: Momen Syukur Sutrisno usai Berhasil Jalani Operasi Bypass Jantung di Madinah
Wanita berusia 29 tahun ini tidak terlalu fasih berbahasa Indonesia.
Bagi Rima, melayani jemaah haji Indonesia mengingatkannya dengan ajaran sang ayah yang almarhum 9 tahun lalu. Rima berharap Allah SWT menempatkan ayahnya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Rima tetap telaten melayani jemaah Indonesia yang tiba di Tanah Suci . Dia membantu jemaah yang sakit, memeriksa paspor hingga mendorong kursi roda.
"Saya bilang tolong tasnya dibuka tapi kan banyak jemaah yang tua dan dari kampung. Dia kira dia yg masuk di x-ray itu bukan tasnya, itu saya yang lucu. Terus saya bilang ibu jangan jangan kamu masuk itu tas saja sama barangnya.”
Kendati bukan Warga Negara Indonesia, dr Rima merasa senang bisa membantu petugas haji. Kehadiran dr Rima menjadi penghubung petugas haji Indonesia dengan aparat pemerintah Arab Saudi sangat penting.
Rima adalah dokter kandungan di Rumah Sakit King Fahad Jeddah. Sosok dr Rima masih asal darah Indonesia dari ayahnya asal Makassar .
Dokter Rima awalnya mendaftar menjadi petugas haji melalui Kementerian Kesehatan untuk menjadi tenaga kesehatan haji
"Dulu saya nggak tahu kesehatan di sini, terus saya kira semua di PPIH, pas saya daftar nanti saya bisa pilih dokter atau penghubung atau apa itu. Pas saya daftar baru tahu itu beda. PPIH beda kesehatan beda. Ya sudah saya daftar tapi saya suka di sini,”kata dr Rima.
Baca juga: Momen Syukur Sutrisno usai Berhasil Jalani Operasi Bypass Jantung di Madinah
Wanita berusia 29 tahun ini tidak terlalu fasih berbahasa Indonesia.
Bagi Rima, melayani jemaah haji Indonesia mengingatkannya dengan ajaran sang ayah yang almarhum 9 tahun lalu. Rima berharap Allah SWT menempatkan ayahnya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Rima tetap telaten melayani jemaah Indonesia yang tiba di Tanah Suci . Dia membantu jemaah yang sakit, memeriksa paspor hingga mendorong kursi roda.
"Saya bilang tolong tasnya dibuka tapi kan banyak jemaah yang tua dan dari kampung. Dia kira dia yg masuk di x-ray itu bukan tasnya, itu saya yang lucu. Terus saya bilang ibu jangan jangan kamu masuk itu tas saja sama barangnya.”
Lihat Juga :