Sosok Rahmat, Petugas Haji Difabel yang Sepenuh Hati Melayani Tamu Allah di Tanah Suci
Rabu, 05 Juni 2024 - 18:13 WIB
loading...
A
A
A
"Teman-teman ini, termasuk Pak Rahmat sangat komitmen menjalankan tugas. Saya sampai bercucur air mata," kata Agus saat ditemui bersama Rahmat menyambut jemaah.
Rahmat menurut Agus memang ditugaskan di bidang akomodasi menyambut jemaah saat tiba di hotel menempatkannya di kamar masing-masing. "Rahmat sangat bertanggung jawab. Ia menggunting stiker petunjuk di kamar semua dikerjakan sendiri. Ia bekerja dari hati," kata Agus dengan suara terbata.
Kecekatan Rahmat melayani jemaah haji adalah bagian dari caranya menepis keraguan sebagian orang akan kemampuannya. Rahmad yang sejak 2021 bertugas sebagai staf Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kabupaten Lampung Barat, sudah kerapkali bertugas melayani keberangkatan jemaah haji melalui embarkasi setempat.
Rahmat pernah berniat berangkat melalui jalur kloter dari daerahnya. Namun, Rahmat sempat mendengar ada yang meragukan keterbatasan fisiknya yang difabel apakah bisa melayani jemaah langsung di kloter. "Saya sempat dengar ada yang meragukan kemampuan saya, kalau yang melayani jemaah bagaimana karena kondisi saya ini," katanya.
Hingga akhirnya, Rahmat membaca peluang menjadi petugas haji nonkloter di Petugas penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. "Saya berpikir, bagaimana biar bisa melayani jemaah tak langsung di kloter. Saya daftar lah PPIH nonkloter," kata Rahmat.
Singkat cerita, Rahmat lolos dan mengikuti Bimbingan Teknis PPIH di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur hingga ditempatkan di Daker Makkah Sektor 10. Ternyata di balik semangat dan rasa percaya diri Rahmat meski difabel tak lepas dari bentukan orang tua dan lingkungannya sedari kecil.
Rahmat menurut Agus memang ditugaskan di bidang akomodasi menyambut jemaah saat tiba di hotel menempatkannya di kamar masing-masing. "Rahmat sangat bertanggung jawab. Ia menggunting stiker petunjuk di kamar semua dikerjakan sendiri. Ia bekerja dari hati," kata Agus dengan suara terbata.
Kecekatan Rahmat melayani jemaah haji adalah bagian dari caranya menepis keraguan sebagian orang akan kemampuannya. Rahmad yang sejak 2021 bertugas sebagai staf Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kabupaten Lampung Barat, sudah kerapkali bertugas melayani keberangkatan jemaah haji melalui embarkasi setempat.
Rahmat pernah berniat berangkat melalui jalur kloter dari daerahnya. Namun, Rahmat sempat mendengar ada yang meragukan keterbatasan fisiknya yang difabel apakah bisa melayani jemaah langsung di kloter. "Saya sempat dengar ada yang meragukan kemampuan saya, kalau yang melayani jemaah bagaimana karena kondisi saya ini," katanya.
Hingga akhirnya, Rahmat membaca peluang menjadi petugas haji nonkloter di Petugas penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. "Saya berpikir, bagaimana biar bisa melayani jemaah tak langsung di kloter. Saya daftar lah PPIH nonkloter," kata Rahmat.
Singkat cerita, Rahmat lolos dan mengikuti Bimbingan Teknis PPIH di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur hingga ditempatkan di Daker Makkah Sektor 10. Ternyata di balik semangat dan rasa percaya diri Rahmat meski difabel tak lepas dari bentukan orang tua dan lingkungannya sedari kecil.
(cip)
Lihat Juga :