Masjid-masjid Bersejarah di Madinah yang Berdekatan dengan Masjid Nabawi
Sabtu, 06 Juli 2024 - 11:36 WIB
loading...
A
A
A
3. Masjid Jum’ah
Masjid Jum’ah terletak di daerah Quba, sekitar 2 km dari Masjid Nabawi. Masjid ini dibangun di tempat Rasulullah SAW pertama kali melaksanakan salat Jum’at setelah hijrah ke Madinah. Salat Jum’at tersebut dilakukan pada hari pertama kedatangan Rasulullah SAW di Madinah, yang menandai dimulainya era baru dalam sejarah Islam di kota tersebut. Masjid Jum’ah memiliki arsitektur yang sederhana namun sarat dengan nilai sejarah yang mendalam.
4. Masjid Al-Ghamama
Masjid Al-Ghamama terletak di dekat pelataran Masjid Nabawi, hanya sekitar 300 meter di sebelah barat daya. Nama “Al-Ghamama” berarti “awan” dalam bahasa Arab, yang merujuk pada kisah ketika Rasulullah SAW berdoa meminta hujan di tempat ini dan awan datang untuk menurunkan hujan.
Masjid ini juga dikenal sebagai tempat di mana Rasulullah SAW melaksanakan shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Meskipun ukurannya kecil, Masjid Al-Ghamama dulu merupakan sebuah tanah lapang. Pada masa Umar bin Abdul Aziz dibangunlah masjid al-Ghamama di lokasi tersebut pada 86-93 H. Masjid ini kini menjadi salah satu saksi bisu dari berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam.
5. Masjid Abu Bakar
Masjid Abu Bakar terletak dekat dengan Masjid Al-Ghamama dan Masjid Nabawi. Masjid ini dibangun di rumah Abu Bakar Ash-Shiddiq, sahabat dan khalifah pertama Rasulullah SAW. Di tempat ini, Abu Bakar juga sering melaksanakan salat.
Masjid ini memiliki makna penting karena mengingatkan umat Muslim pada peran besar Abu Bakar dalam mendampingi Rasulullah SAW dan memimpin umat Islam setelah wafatnya Rasulullah SAW. Meskipun masjid ini tidak sebesar Masjid Nabawi, kehadirannya tetap penting dalam mengingatkan umat Islam pada sejarah awal Islam di Madinah
6. Masjid Ali bin Abi Thalib
Masjid Ali terletak tidak jauh dari Masjid Nabawi, dinamakan demikian untuk menghormati Ali bin Abi Thalib, sepupu dan menantu Rasulullah SAW, yang sekaligus juga merupakan khalifah keempat dalam sejarah Islam.
Masjid ini dahulunya merupakan rumah Ali bin Abi Thalib bersama istri terkasihnya, Fatimah RA, putri Nabi SAW. Masjid ini dibangun di era khalifah Umar bin Abdul Aziz lalu direnovasi oleh beberapa pemerintahan setelahnya.
Masjid Jum’ah terletak di daerah Quba, sekitar 2 km dari Masjid Nabawi. Masjid ini dibangun di tempat Rasulullah SAW pertama kali melaksanakan salat Jum’at setelah hijrah ke Madinah. Salat Jum’at tersebut dilakukan pada hari pertama kedatangan Rasulullah SAW di Madinah, yang menandai dimulainya era baru dalam sejarah Islam di kota tersebut. Masjid Jum’ah memiliki arsitektur yang sederhana namun sarat dengan nilai sejarah yang mendalam.
4. Masjid Al-Ghamama
Masjid Al-Ghamama terletak di dekat pelataran Masjid Nabawi, hanya sekitar 300 meter di sebelah barat daya. Nama “Al-Ghamama” berarti “awan” dalam bahasa Arab, yang merujuk pada kisah ketika Rasulullah SAW berdoa meminta hujan di tempat ini dan awan datang untuk menurunkan hujan.
Masjid ini juga dikenal sebagai tempat di mana Rasulullah SAW melaksanakan shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Meskipun ukurannya kecil, Masjid Al-Ghamama dulu merupakan sebuah tanah lapang. Pada masa Umar bin Abdul Aziz dibangunlah masjid al-Ghamama di lokasi tersebut pada 86-93 H. Masjid ini kini menjadi salah satu saksi bisu dari berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam.
5. Masjid Abu Bakar
Masjid Abu Bakar terletak dekat dengan Masjid Al-Ghamama dan Masjid Nabawi. Masjid ini dibangun di rumah Abu Bakar Ash-Shiddiq, sahabat dan khalifah pertama Rasulullah SAW. Di tempat ini, Abu Bakar juga sering melaksanakan salat.
Masjid ini memiliki makna penting karena mengingatkan umat Muslim pada peran besar Abu Bakar dalam mendampingi Rasulullah SAW dan memimpin umat Islam setelah wafatnya Rasulullah SAW. Meskipun masjid ini tidak sebesar Masjid Nabawi, kehadirannya tetap penting dalam mengingatkan umat Islam pada sejarah awal Islam di Madinah
6. Masjid Ali bin Abi Thalib
Masjid Ali terletak tidak jauh dari Masjid Nabawi, dinamakan demikian untuk menghormati Ali bin Abi Thalib, sepupu dan menantu Rasulullah SAW, yang sekaligus juga merupakan khalifah keempat dalam sejarah Islam.
Masjid ini dahulunya merupakan rumah Ali bin Abi Thalib bersama istri terkasihnya, Fatimah RA, putri Nabi SAW. Masjid ini dibangun di era khalifah Umar bin Abdul Aziz lalu direnovasi oleh beberapa pemerintahan setelahnya.
Lihat Juga :