Inggris Rusuh, Komunitas Muslim Ketakutan: Islamofobia Tak Terkendali

Senin, 05 Agustus 2024 - 05:15 WIB
loading...
A A A
Kemudian, video yang dibagikan di media sosial menunjukkan pemuda bertopeng melemparkan batu bata, kembang api, dan suar ke arah polisi, sementara toko-toko dijarah.

Setelah serangan itu, kelompok-kelompok Muslim berkumpul untuk mempertahankan masjid dan tempat ibadah lainnya dari perusuh sayap kanan.

Banyak Muslim mengatakan dalam rekaman yang dibagikan secara daring bahwa mereka turun ke jalan untuk mendukung polisi dan tidak akan memulai serangan terhadap perusuh sayap kanan.

Kekerasan, yang menyebabkan banyak penangkapan dan membuat komunitas Muslim Inggris gelisah, menghadirkan tantangan signifikan bagi Perdana Menteri Buruh Keir Starmer yang baru menjabat sebulan.

Hal itu juga menyoroti agitator sayap kanan garis keras yang terkait dengan hooliganisme sepak bola pada saat elemen anti-imigrasi memperoleh sejumlah keberhasilan elektoral dalam politik Inggris.

Starmer menuduh "penjahat" "membajak" kesedihan bangsa untuk "menabur kebencian" dan berjanji bahwa mereka yang melakukan tindakan kekerasan akan "menghadapi kekuatan hukum penuh". Namun, pemerintahannya dikritik karena gagal menjangkau para pemimpin dan kelompok komunitas Muslim Inggris.

Baca juga: Muslim Inggris Diteror, Kepala Babi Dilemparkan ke Atap Masjid di Manchester

Islamofobia yang Tak Terkendali

Sejauh ini, sebagian besar kecaman ditujukan kepada tokoh-tokoh seperti Tommy Robinson, yang nama aslinya adalah Stephen Yaxley-Lennon, karena memicu kekerasan di X.

Polisi Merseyside yakin bahwa pendukung English Defence League (EDL), kelompok sayap kanan yang sebelumnya dipimpin oleh Robinson, bertanggung jawab atas cedera lebih dari 50 petugas dan meneror jemaah Muslim selama kerusuhan di Southport.

Dalam beberapa video yang diunggah di X, Robinson secara terbuka melegitimasi kerusuhan tersebut dan mencerca umat Muslim di hadapan 800.000 pengikutnya. Robinson sebelumnya dilarang di X, yang saat itu dikenal sebagai Twitter, tetapi ia diaktifkan kembali pada bulan November setelah Musk membeli platform tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Faedah Utama Membaca...
Faedah Utama Membaca Surat Al Kahfi Setiap Jumat : Terhindar dari Kejamnya 4 Jenis Fitnah
Cara Orang Bisu Masuk...
Cara Orang Bisu Masuk Islam, Bagaimana Syahadatnya?
Promosi Islam ala Muslim...
Promosi Islam ala Muslim Asia Tenggara
Peran Strategis, Menag...
Peran Strategis, Menag Apresiasi Program Wanita Islam
Perbedaan Islam, Muslim,...
Perbedaan Islam, Muslim, dan Mukmin, Simak agar Tidak Keliru!
Rekomendasi
Teknologi Canggih 1.000...
Teknologi Canggih 1.000 Tahun Lalu Terungkap dari Mumi Khuwy
Ilmuwan PBB Pastikan...
Ilmuwan PBB Pastikan Tak Ada Negara yang Aman dari Dampak Perubahan Iklim
Setelah Mars, China...
Setelah Mars, China Berencana Jelajahi Jupiter
Artikel Terkini
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Mengenal Keutamaan Puasa...
Mengenal Keutamaan Puasa Asyura, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
Mengenal 3 Amalan Utama...
Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved