Bolehkah Menasihati Orang Tua? Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Kamis, 19 September 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Contohnya apa yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim Alaihis Salam saat menasihati orang tua nya:
"Wahai bapakku! Sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku! Niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai bapakku! Janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Rabb yang Maha Pemurah. Wahai bapakku! Sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Rabb yang Maha pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan." (QS. Maryam/19:43-45).
Dalam ayat di atas disebutkan bahwa Nabi Ibrahim menasehati bapaknya dan mengajaknya untuk beribadah hanya kepada Allâh Azza wa Jalla serta berusaha menyelamatkannya dari siksa api neraka.
Ini menunjukkan bahwa menasehati kedua orang tua termasuk kewajiban yang paling wajib. Perbuatan ini termasuk perbuatan bakti, bahkan termasuk perbuatan bakti yan terbaik.
Akan tetapi harus diperhatikan, nasehat itu harus dilakukan dengan cara yang hikmah, dengan menggunakan bahasa yang lembut.
Hendaklah saat saudara menasehati orang tua dengan cara yang paling lembut, semoga Allâh Azza wa Jalla memberikan hidayah kepada kedua orang tua kita.
Baca juga: Adab Menasihati: Pilih Waktu yang Tepat
Walahu A'lam
يَا أَبَتِ إِنِّي قَدْ جَاءَنِي مِنَ الْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَاتَّبِعْنِي أَهْدِكَ صِرَاطًا سَوِيًّا ﴿٤٣﴾ يَا أَبَتِ لَا تَعْبُدِ الشَّيْطَانَ ۖ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلرَّحْمَٰنِ عَصِيًّا﴿٤٤﴾يَا أَبَتِ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَمَسَّكَ عَذَابٌ مِنَ الرَّحْمَٰنِ فَتَكُونَ لِلشَّيْطَانِ
"Wahai bapakku! Sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku! Niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai bapakku! Janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Rabb yang Maha Pemurah. Wahai bapakku! Sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Rabb yang Maha pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan." (QS. Maryam/19:43-45).
Dalam ayat di atas disebutkan bahwa Nabi Ibrahim menasehati bapaknya dan mengajaknya untuk beribadah hanya kepada Allâh Azza wa Jalla serta berusaha menyelamatkannya dari siksa api neraka.
Ini menunjukkan bahwa menasehati kedua orang tua termasuk kewajiban yang paling wajib. Perbuatan ini termasuk perbuatan bakti, bahkan termasuk perbuatan bakti yan terbaik.
Akan tetapi harus diperhatikan, nasehat itu harus dilakukan dengan cara yang hikmah, dengan menggunakan bahasa yang lembut.
Hendaklah saat saudara menasehati orang tua dengan cara yang paling lembut, semoga Allâh Azza wa Jalla memberikan hidayah kepada kedua orang tua kita.
Baca juga: Adab Menasihati: Pilih Waktu yang Tepat
Walahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :