Kisah Utsman bin Affan Diramal Bakal Menikah dengan Perempuan yang Sudah Bersuami
Rabu, 25 September 2024 - 10:03 WIB
loading...
A
A
A
Berita Gembira
Masuk Islamnya itu aneh, seperti disebutkan oleh al-Hafiz bin Asakir. Ringkasnya, bahwa sesudah dia mendapat berita bahwa Rasulullah SAW menikahkan putrinya Ruqayyah yang cantik dengan sepupunya, Utbah bin Abi Lahab, Utsman menyesal mengapa bukan dirinya yang mengawininya.
Dengan perasaan sedih ia menemui keluarganya, dan di tempat itu ia bertemu dengan bibinya Sa'diyah binti Kuraiz, seorang dukun. Ia memberikan berita gembira bahwa dia akan menikah dengan Ruqayyah .
"Saya heran dia membawa berita gembira mengenai perempuan yang sudah bersuamikan laki-laki lain," kata Utsman. "Lalu kata saya, 'Apa kata Bibi?" Dia menjawab: "Utsman, Anda akan mendapat kehormatan, akan menjadi orang penting. Dia seorang nabi yang membawa bukti, diutus dengan sebenarnya sebagai orang yang saleh, ia akan mendapat wahyu, yang dapat membedakan yang hak dengan yang batil. Ikutlah dia, Anda tak akan tertipu oleh berhala."
Baca juga: Keluhan Khalifah Utsman bin Affan dan Kritik Pedas Ali bin Abu Thalib
Kata Utsman: "Anda mengatakan suatu masalah yang tak pernah terjadi di negeri kita."
Perempuan itu berkata lagi: "Muhammad bin Abdullah, utusan Allah, dengan membawa wahyu dari Allah, mengajak orang beribadah hanya kepada Allah."
Seterusnya kata perempuan itu lagi: "Pelitanya adalah pelita, agama kemenangan, perkaranya berjaya, sasarannya jitu, seluruh negeri ini tunduk kepadanya, tak ada gunanya berteriak, jika terjadi pembantaian dan panah sudah direntang."
Kata Utsman: "Aku pergi sambil berpikir-pikir dan ketika bertemu dengan Abu Bakar kuberitahukan. "Celaka Anda ini, Utsman. Anda adalah orang yang tegas. Anda sudah tahu benar mana yang hak dan mana yang batil. Apa gunanya berhala-berhala yang disembah kaummu itu. Bukankah itu hanya batu, tidak mendengar, tidak melihat, tidak mengganggu, juga tidak bermanfaat."
"Memang, memang begitu," kata Utsman.
Masuk Islamnya itu aneh, seperti disebutkan oleh al-Hafiz bin Asakir. Ringkasnya, bahwa sesudah dia mendapat berita bahwa Rasulullah SAW menikahkan putrinya Ruqayyah yang cantik dengan sepupunya, Utbah bin Abi Lahab, Utsman menyesal mengapa bukan dirinya yang mengawininya.
Dengan perasaan sedih ia menemui keluarganya, dan di tempat itu ia bertemu dengan bibinya Sa'diyah binti Kuraiz, seorang dukun. Ia memberikan berita gembira bahwa dia akan menikah dengan Ruqayyah .
"Saya heran dia membawa berita gembira mengenai perempuan yang sudah bersuamikan laki-laki lain," kata Utsman. "Lalu kata saya, 'Apa kata Bibi?" Dia menjawab: "Utsman, Anda akan mendapat kehormatan, akan menjadi orang penting. Dia seorang nabi yang membawa bukti, diutus dengan sebenarnya sebagai orang yang saleh, ia akan mendapat wahyu, yang dapat membedakan yang hak dengan yang batil. Ikutlah dia, Anda tak akan tertipu oleh berhala."
Baca juga: Keluhan Khalifah Utsman bin Affan dan Kritik Pedas Ali bin Abu Thalib
Kata Utsman: "Anda mengatakan suatu masalah yang tak pernah terjadi di negeri kita."
Perempuan itu berkata lagi: "Muhammad bin Abdullah, utusan Allah, dengan membawa wahyu dari Allah, mengajak orang beribadah hanya kepada Allah."
Seterusnya kata perempuan itu lagi: "Pelitanya adalah pelita, agama kemenangan, perkaranya berjaya, sasarannya jitu, seluruh negeri ini tunduk kepadanya, tak ada gunanya berteriak, jika terjadi pembantaian dan panah sudah direntang."
Kata Utsman: "Aku pergi sambil berpikir-pikir dan ketika bertemu dengan Abu Bakar kuberitahukan. "Celaka Anda ini, Utsman. Anda adalah orang yang tegas. Anda sudah tahu benar mana yang hak dan mana yang batil. Apa gunanya berhala-berhala yang disembah kaummu itu. Bukankah itu hanya batu, tidak mendengar, tidak melihat, tidak mengganggu, juga tidak bermanfaat."
"Memang, memang begitu," kata Utsman.
Lihat Juga :