Awas..! Agenda Ekspansionis Netanyahu Mewujudkan Israel Raya
Selasa, 15 Oktober 2024 - 05:16 WIB
loading...
A
A
A
"Tentu saja, tetapi perlahan," kata ajudan dan orang kepercayaan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu itu ketika ditanya tentang perluasan "perbatasan" rezim tersebut dari Laut Mediterania ke Sungai Yordan.
Baca juga: Partai Republik AS Ingin Dirikan Israel Raya, Larang Pembentukan Negara Palestina
"Orang bijak kita dulu mengatakan bahwa masa depan Yerusalem akan meluas sampai ke Damaskus."
Pernyataannya ini mengundang reaksi keras di di tengah perang genosida Israel di Gaza dan Lebanon.
Sementara agresi Israel terhadap Lebanon telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan membuat sedikitnya satu juta orang mengungsi. Serangan gencar di Gaza sejauh ini telah menewaskan lebih dari 42.000 orang dan membuat lebih dari 1,5 juta warga Palestina mengungsi.
Berkaca pada Oktober 2023, ketika pejabat Israel bersumpah untuk mengejar "tujuan militer" di Gaza melawan Hamas, serupa serangan udara di Lebanon selatan, menjadi jelas bahwa Israel sedang melaksanakan apa yang disebut strategi Israel Raya.
Orang lalu menghubungan bahwa klaim Smotrich mencerminkan apa yang telah diterapkan rezim di lapangan.
Meskipun politisi terkemuka Israel bersikap hati-hati tentang rencana perluasan maksimalis karena ketidakpopuleran dan ketidaklayakan gagasan tersebut, kaum Zionis seperti Smotrich terkadang membicarakannya.
Baca juga: Bermimpi Dirikan Israel Raya, Berikut Target Jajahan Selanjutnya Setelah Taklukan Palestina
Menuai Kecaman Global
Baca juga: Partai Republik AS Ingin Dirikan Israel Raya, Larang Pembentukan Negara Palestina
"Orang bijak kita dulu mengatakan bahwa masa depan Yerusalem akan meluas sampai ke Damaskus."
Pernyataannya ini mengundang reaksi keras di di tengah perang genosida Israel di Gaza dan Lebanon.
Sementara agresi Israel terhadap Lebanon telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan membuat sedikitnya satu juta orang mengungsi. Serangan gencar di Gaza sejauh ini telah menewaskan lebih dari 42.000 orang dan membuat lebih dari 1,5 juta warga Palestina mengungsi.
Berkaca pada Oktober 2023, ketika pejabat Israel bersumpah untuk mengejar "tujuan militer" di Gaza melawan Hamas, serupa serangan udara di Lebanon selatan, menjadi jelas bahwa Israel sedang melaksanakan apa yang disebut strategi Israel Raya.
Orang lalu menghubungan bahwa klaim Smotrich mencerminkan apa yang telah diterapkan rezim di lapangan.
Meskipun politisi terkemuka Israel bersikap hati-hati tentang rencana perluasan maksimalis karena ketidakpopuleran dan ketidaklayakan gagasan tersebut, kaum Zionis seperti Smotrich terkadang membicarakannya.
Baca juga: Bermimpi Dirikan Israel Raya, Berikut Target Jajahan Selanjutnya Setelah Taklukan Palestina
Menuai Kecaman Global
Lihat Juga :