Dipukul Lelaki Berjubah Sufi, Seekor Anjing Menuntut Keadilan

Sabtu, 02 Mei 2020 - 16:04 WIB
loading...
Dipukul Lelaki Berjubah...
Kesalahan utama saya adalah menganggap bahwa pakaian orang suci itu menandakan keselamatan. Ilustrasi/Ist
A A A
PADA suatu hari seorang yang berpakaian sebagai sufi berjalan-jalan. ia melihat seekor anjing di jalan. Tanpa banyak cakap ia memukul anjing itu dengan tongkat.

Sembari melolong kesakitan, Anjing itu berlari menuju Abu Said, seorang ulama. Anjing itu minta keadilan karena telah diperlakukan secara kejam oleh sufi itu.

Anjing tersebut menjatuhkan dirinya di dekat kaki Guru Agung Abu Said sambil memegang moncongnya yang terluka.

Selanjutnya Abu Said mempertemukan keduanya. Kepada sufi Abu Said berkata, "O Saudara yang seenaknya, kenapa kau perlakukan binatang malang ini sekasar itu! Lihat akibat perbuatanmu!"

Sang Sufi menjawab,"itu sama sekali bukan salahku, tapi salahnya. Saya tidak memukulnya tanpa alasan. Saya memukulnya karena ia mengotori jubahku."

Tetapi Si Anjing tetap menyampaikan keluhannya. Kemudian Sang Bijaksana berbicara kepada Anjing, "Dari pada menunggu ganti rugi akhirat, baiklah saya berikan ganti rugi bagi rasa sakitmu itu."

"Sang Agung dan Bijaksana! Ketika saya melihat orang ini berpakaian sebagai sufi, saya bepikir bahwa ia tak akan menyakiti saya," ujar Anjing itu.

"Seandainya saya melihat orang yang berpakaian biasa saja, tentunya akan saya berikan keleluasaan padanya untuk lewat. Kesalahan utama saya adalah menganggap bahwa pakaian orang suci itu menandakan keselamatan," lanjut Anjing itu sembari menambahkan, "apabila Tuan ingin menghukumnya, rampaslah pakaian Sufinya itu. Campakkan dia dari pakaian kaum terpilih pencari kebenaran..."

Catatan: "Penciptaan keadaan" yang di sini ditampilkan oleh jubah sufi sering disalahtafsirkan oleh banyak orang sebagai sesuatu yang berhubungan dengan kondisi yang nyata. Topi haji, sarung, dan baju koko seringkali dilekatkan pada orang-orang yang saleh.

Kisah ini, dari buku Attar Ilahi-Nama, sering diulang-ulang oleh para sufi "Jalan Salah," dan dianggap ciptaan Hamdun Si Pemutih Kain, pada abad kesembilan.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Mansa Musa dan Kisah...
Mansa Musa dan Kisah Haji Termegah dan Terkaya dalam Sejarah Dunia
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Makhluk...
Ilmuwan Temukan Makhluk Tak Dikenal Bersembunyi di Gua Terpanjang di Dunia
Bumi Berdenyut 26 Detik...
Bumi Berdenyut 26 Detik Sekali, Kondisi Genting atau Fenomena Biasa?
Inilah Danau Terkutuk...
Inilah Danau Terkutuk di Dunia, Bisa Ubah Hewan Menjadi Batu
Artikel Terkini
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa tetelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved