Kisah 3 Daulah Islam Berlomba Memberi Hadiah kepada Ilmuwan
Selasa, 12 November 2024 - 17:24 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kejayaan Daulah Fatimiyah: Pindahkan Ibu Kota dari Maroko ke Mesir
Perdana Menterinya juga mengarang dan menyusun kitab-kitab terbesar dalam bidang Fiqih Syiah yang dipelajari oleh ulama Fuqaha dan mereka menjadikan masjid-masjid sebagai tempat pertemuan.
Ya’qub ibn Keles juga menyampaikan ceramah kepada hadirin tentang aqidah Syah Ismailyah di masjid-masjid. Kitab terbesar dalam bidang Fiqih Syi’ah adalah kitab karangan Ya’qub ibn Keles.
Khalifah Al-Hakim Biamrillah
Pada masa pemerintahan Khalifah Al-Hakim Biamrillah kegiatan diskusi-diskusi semakin dikembangkan dari istana beralih ke perpustakaan karena perpustakaan juga mempunyai peranan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Oleh karena itu pada masa pemerintahan Hakim Biamrillah dia sudah membangun perpustakaan “Darul Hikmah” dan menugaskan kepada para ilmuan baik di bidang ilmu naqli maupun ilmu aqli untuk mengelola perpustakaan tersebut.
Di dalamnya dilengkapi buku-buku karangan para ilmuan ternama untuk ditelaah dan dikaji. Semua orang diizinkan memanfaatkannya.
Baca juga: Kisah Perang Memperebutkan Mesir antara Daulah Abbasiyah dan Daulah Fatimiyah
Diskusi-Diskusi diadakan secara rutin yang dihadiri oleh Khalifah Al-Hakim dan AlHakim membagi-bagikan hadiah kepada mereka.
Perpustakaan telah menjadi urat nadi bagi sebuah universitas, di situ diadakan kegiatan diskusi yang dihadiri oleh para ilmuan dari berbagai bidang disiplin ilmu untuk menelaah buku-buku yang ada kemudian hasil dari telaahan tersebut disalin dan disimpan di perpustakaan itu lagi.
Kegiatan yang dilakukan Khalifah Al-Hakim dari Daulah Fatimiyah yang memberikan hadiah-hadiah kepada para ilmuan yang datang berdiskusi ke istananya, juga dilakukan oleh Khalifah Al-Makmun dari Daulah Abbasiyah.
Perdana Menterinya juga mengarang dan menyusun kitab-kitab terbesar dalam bidang Fiqih Syiah yang dipelajari oleh ulama Fuqaha dan mereka menjadikan masjid-masjid sebagai tempat pertemuan.
Ya’qub ibn Keles juga menyampaikan ceramah kepada hadirin tentang aqidah Syah Ismailyah di masjid-masjid. Kitab terbesar dalam bidang Fiqih Syi’ah adalah kitab karangan Ya’qub ibn Keles.
Khalifah Al-Hakim Biamrillah
Pada masa pemerintahan Khalifah Al-Hakim Biamrillah kegiatan diskusi-diskusi semakin dikembangkan dari istana beralih ke perpustakaan karena perpustakaan juga mempunyai peranan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Oleh karena itu pada masa pemerintahan Hakim Biamrillah dia sudah membangun perpustakaan “Darul Hikmah” dan menugaskan kepada para ilmuan baik di bidang ilmu naqli maupun ilmu aqli untuk mengelola perpustakaan tersebut.
Di dalamnya dilengkapi buku-buku karangan para ilmuan ternama untuk ditelaah dan dikaji. Semua orang diizinkan memanfaatkannya.
Baca juga: Kisah Perang Memperebutkan Mesir antara Daulah Abbasiyah dan Daulah Fatimiyah
Diskusi-Diskusi diadakan secara rutin yang dihadiri oleh Khalifah Al-Hakim dan AlHakim membagi-bagikan hadiah kepada mereka.
Perpustakaan telah menjadi urat nadi bagi sebuah universitas, di situ diadakan kegiatan diskusi yang dihadiri oleh para ilmuan dari berbagai bidang disiplin ilmu untuk menelaah buku-buku yang ada kemudian hasil dari telaahan tersebut disalin dan disimpan di perpustakaan itu lagi.
Kegiatan yang dilakukan Khalifah Al-Hakim dari Daulah Fatimiyah yang memberikan hadiah-hadiah kepada para ilmuan yang datang berdiskusi ke istananya, juga dilakukan oleh Khalifah Al-Makmun dari Daulah Abbasiyah.
Lihat Juga :