Malaikat Harut Marut Menurut Sayyid Qutub dan Wahbah Al-Zuhaili
Jum'at, 15 November 2024 - 09:32 WIB
loading...
A
A
A
Allah memberitahukan kepada orang-orang Yahudi bahwa sihir itu adalah perbuatan setan dan setanlah yang mengajarkan sihir kepada dua orang malaikat, yaitu Hārūt dan Mārūt, yang berdiam di Babil, (Babilonia).
Sedangkan Wahbah al-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir menjelaskan yang dimaksud dengan kata malakain dibaca malikain yang berarti dua malaikat, yaitu Hārūt dan Mārūt. Keduanya adalah manusia yang sholeh dan taat.
Orang- orang menyebut mereka malaikat karena keserupaan watak/sikap mereka dengan malaikat. Sedangkan Babil adalah kota di Irak, tepatnya daerah Kufah yang terkenal dengan sejarahnya.
Mereka mempunyai tugas untuk menjelaskan kepada manusia antara sihir dengan mukjizat, dan menjelaskan bahwa orang-orang (tukang sihir) yang mengaku diri mereka nabi secara dusta sebenarnya adalah ahli sihir, bukan nabi. Sehingga kehadirannya menjadikan peringatan kepada manusia agar berhati-hati berkenaan dengan sihir.
Ia mengancam penggunaan sihir yang mengarah pada kerusakan tatanan hidup manusia (umat).
Sayyid Qutub dalam Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an menjelaskan bahwa al-Qur’an menghapus tuduhan bahwa sihir itu dari Nabi Sulaiman dan menetapkannya bagi setan, dan al-Qur’an pula menafikan bahwa sihir itu diturunkan dari sisi Allah kepada dua orang malaikat, yakni Harut dan Marut, yang berdiam di Babilonia.
Baca juga: Harut dan Marut Senang, Hukuman Akan Berakhir, Kiamat Sudah Dekat
Sayyid Qutub juga mengatakan bahwa terdapat cerita yang terkenal mengenai kedua malaikat itu dan orang-orang Yahudi atau setan-setan mendakwakan bahwa kedua malaikat itu mengerti ilmu sihir dan mengajarkannya kepada manusia, dan mereka menganggap bahwa sihir ini diturunkan kepada keduanya.
Lalu, al-Qur’an menolak kebohongan itu pula bahwa telah diturunkan ilmu sihir kepada kedua malaikat itu.
Kemudian, al-Qur’an menjelaskan hakikat bahwa kedua malaikat ini di sana sebagai ujian bagi manusia karena suatu hikmah yang gaib dan keduanya selalu mengatakan kepada setiap orang yang datang kepada mereka untuk minta diajarkan ilmu sihir, sebagian orang ada yang terus saja mempelajari sihir dari kedua malaikat itu, meskipun kedua malaikat itu selalu mengingatkan dan berusaha menyadarkannya.
Maka, pada waktu itu terjadilah fitnah pada sebagian orang yang terkena fitnah, inilah bahaya dan keburukan yang senantiasa diperingatkan dan diwanti-wanti oleh kedua malaikat itu kepada mereka.
Sedangkan Wahbah al-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir menjelaskan yang dimaksud dengan kata malakain dibaca malikain yang berarti dua malaikat, yaitu Hārūt dan Mārūt. Keduanya adalah manusia yang sholeh dan taat.
Orang- orang menyebut mereka malaikat karena keserupaan watak/sikap mereka dengan malaikat. Sedangkan Babil adalah kota di Irak, tepatnya daerah Kufah yang terkenal dengan sejarahnya.
Mereka mempunyai tugas untuk menjelaskan kepada manusia antara sihir dengan mukjizat, dan menjelaskan bahwa orang-orang (tukang sihir) yang mengaku diri mereka nabi secara dusta sebenarnya adalah ahli sihir, bukan nabi. Sehingga kehadirannya menjadikan peringatan kepada manusia agar berhati-hati berkenaan dengan sihir.
Ia mengancam penggunaan sihir yang mengarah pada kerusakan tatanan hidup manusia (umat).
Sayyid Qutub dalam Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an menjelaskan bahwa al-Qur’an menghapus tuduhan bahwa sihir itu dari Nabi Sulaiman dan menetapkannya bagi setan, dan al-Qur’an pula menafikan bahwa sihir itu diturunkan dari sisi Allah kepada dua orang malaikat, yakni Harut dan Marut, yang berdiam di Babilonia.
Baca juga: Harut dan Marut Senang, Hukuman Akan Berakhir, Kiamat Sudah Dekat
Sayyid Qutub juga mengatakan bahwa terdapat cerita yang terkenal mengenai kedua malaikat itu dan orang-orang Yahudi atau setan-setan mendakwakan bahwa kedua malaikat itu mengerti ilmu sihir dan mengajarkannya kepada manusia, dan mereka menganggap bahwa sihir ini diturunkan kepada keduanya.
Lalu, al-Qur’an menolak kebohongan itu pula bahwa telah diturunkan ilmu sihir kepada kedua malaikat itu.
Kemudian, al-Qur’an menjelaskan hakikat bahwa kedua malaikat ini di sana sebagai ujian bagi manusia karena suatu hikmah yang gaib dan keduanya selalu mengatakan kepada setiap orang yang datang kepada mereka untuk minta diajarkan ilmu sihir, sebagian orang ada yang terus saja mempelajari sihir dari kedua malaikat itu, meskipun kedua malaikat itu selalu mengingatkan dan berusaha menyadarkannya.
Maka, pada waktu itu terjadilah fitnah pada sebagian orang yang terkena fitnah, inilah bahaya dan keburukan yang senantiasa diperingatkan dan diwanti-wanti oleh kedua malaikat itu kepada mereka.
Lihat Juga :