Asbabun Nuzul Surat Al Buruj Lengkap dengan Kisah Ashabul Ukhdud
Jum'at, 22 November 2024 - 15:13 WIB
loading...
A
A
A
Gulam pun melanjutkan perjalanannya ke rumah tukang sihir, tetapi ia dihukum karena datang terlambat.
Hari-hari berlalu, Gulam terus belajar ilmu sihir, tetapi hatinya semakin terikat pada ajaran pendeta. Suatu hari, ia menghadapi seekor binatang besar yang menghalangi jalan. Gulam berpikir ini adalah kesempatan untuk menguji ilmu yang dipelajarinya.
Ia berdoa, “Ya Allah, jika ilmu pendeta lebih Engkau cintai daripada ilmu tukang sihir, maka bunuhlah binatang ini.” Dengan satu lemparan batu, binatang itu mati seketika.
Berita keberhasilan Gulam menaklukkan binatang itu pun menyebar luas. Orang-orang datang kepada gulam meminta disembuhkan dari penyakit cacat dan buta. Gulam menegaskan bahwa semua terjadi hanya dengan izin Allah.
Ketika kabar ini sampai ke raja, Gulam dipanggil ke istana. “Siapa yang mengajarkanmu ilmu ini?” tanya raja.
“Semua yang kulakukan terjadi atas izin Allah, Tuhan semesta alam,” jawab Gulam.
Raja murka dan memaksa Gulam meninggalkan keimanannya. Ketika Gulam menolak, ia diperintahkan untuk dibawa ke gunung dan dilemparkan ke jurang. Namun, sebelum rencana itu terlaksana, gunung berguncang, dan pasukan raja tewas, sementara Gulam selamat.
Raja kembali mencoba membunuhnya dengan melemparkannya ke laut, tetapi Gulam tetap dilindungi oleh Allah. Akhirnya, Gulam menawarkan cara terakhir kepada raja.
“Wahai raja, kau hanya bisa membunuhku dengan satu cara. Kumpulkan rakyatmu, salib aku, lalu panahlah sambil mengatakan, ‘Bismillahi Rabbi Gulam’ (dengan menyebut nama Tuhannya Gulam),” ujar Gulam.
Raja mengikuti petunjuk tersebut. Ketika panah dilepaskan, Gulam wafat. Namun, rakyat yang menyaksikan peristiwa itu justru berseru, “Kami beriman kepada Tuhannya Gulam!”
Raja murka melihat rakyatnya beralih kepada Allah.
Hari-hari berlalu, Gulam terus belajar ilmu sihir, tetapi hatinya semakin terikat pada ajaran pendeta. Suatu hari, ia menghadapi seekor binatang besar yang menghalangi jalan. Gulam berpikir ini adalah kesempatan untuk menguji ilmu yang dipelajarinya.
Ia berdoa, “Ya Allah, jika ilmu pendeta lebih Engkau cintai daripada ilmu tukang sihir, maka bunuhlah binatang ini.” Dengan satu lemparan batu, binatang itu mati seketika.
Berita keberhasilan Gulam menaklukkan binatang itu pun menyebar luas. Orang-orang datang kepada gulam meminta disembuhkan dari penyakit cacat dan buta. Gulam menegaskan bahwa semua terjadi hanya dengan izin Allah.
Ketika kabar ini sampai ke raja, Gulam dipanggil ke istana. “Siapa yang mengajarkanmu ilmu ini?” tanya raja.
“Semua yang kulakukan terjadi atas izin Allah, Tuhan semesta alam,” jawab Gulam.
Raja murka dan memaksa Gulam meninggalkan keimanannya. Ketika Gulam menolak, ia diperintahkan untuk dibawa ke gunung dan dilemparkan ke jurang. Namun, sebelum rencana itu terlaksana, gunung berguncang, dan pasukan raja tewas, sementara Gulam selamat.
Raja kembali mencoba membunuhnya dengan melemparkannya ke laut, tetapi Gulam tetap dilindungi oleh Allah. Akhirnya, Gulam menawarkan cara terakhir kepada raja.
“Wahai raja, kau hanya bisa membunuhku dengan satu cara. Kumpulkan rakyatmu, salib aku, lalu panahlah sambil mengatakan, ‘Bismillahi Rabbi Gulam’ (dengan menyebut nama Tuhannya Gulam),” ujar Gulam.
Raja mengikuti petunjuk tersebut. Ketika panah dilepaskan, Gulam wafat. Namun, rakyat yang menyaksikan peristiwa itu justru berseru, “Kami beriman kepada Tuhannya Gulam!”
Raja murka melihat rakyatnya beralih kepada Allah.
Lihat Juga :