Pesan Kiai Tafsir tentang Dunia LGBT: Mereka Juga Berhak Masuk Surga
Kamis, 28 November 2024 - 17:39 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Iran Hukum Mati 2 Aktivis LGBT
Jadi dakwah itu jangan hanya memahami ayat Al-Qur'an dan hadis saja, tapi dakwah pun harus memahami manusia. Kalau ingin dakwah berhasil, pahamilah manusianya,” pesan Kiai Tafsir.
"Bangunlah mental bunga teratai, maka dia tetap bersih walaupun berada di tengah comberan,” lanjut Tafsir memberikan perumpamaan.
Menurutnya, purifikasi Muhammadiyah itu bukan tekstualisasi. Muhammadiyah di satu pilar ruju’ ilal Quran wa Sunnah tapi di sisi lain membangun pikiran utama dengan cara bayani, burhani, dan irfani. Ini luar biasa, bukan tekstualisasi.
Kiai Tafsir mengingatkan bahwa kaum LGBT semakin kuat karena kita enggan berdakwah di kalangan mereka. Mereka semakin lama semakin mengorganisir dengan rapi, mungkin malah lebih rapi dari pada para mubalig karena mereka punya agenda politik di masa depan.
Baca juga: Paus Fransiskus: Mengutuk LGBT Adalah Dosa
Kalangan ini kini kian solid. Jaringan mereka pun dari mulai yang terkecil sampai internasional. Sebagai contoh kecil di balik sistem demokrasi yang semakin terbuka ini mereka mempunyai target minimal. Di antara mereka ada yang menjadi anggota DPR. Mereka menargetkan menggolkan sebuah UU yang melegalkan perkawinan sejenis.
Bagi komunitas penjaja seks, mereka mengagendakan sebuah UU yang mengakui penjaja seks sebagai profesi yang legal, sama kedudukannya dengan profesi-profesi lainnya.
Di sisi lain, kini para ulama masih berkutat pada diskusi internal dan berdebat pemahaman masing-masing. Umat Islam semakin menjauh dari prinsip dakwah sebenarnya.
Jadi dakwah itu jangan hanya memahami ayat Al-Qur'an dan hadis saja, tapi dakwah pun harus memahami manusia. Kalau ingin dakwah berhasil, pahamilah manusianya,” pesan Kiai Tafsir.
"Bangunlah mental bunga teratai, maka dia tetap bersih walaupun berada di tengah comberan,” lanjut Tafsir memberikan perumpamaan.
Menurutnya, purifikasi Muhammadiyah itu bukan tekstualisasi. Muhammadiyah di satu pilar ruju’ ilal Quran wa Sunnah tapi di sisi lain membangun pikiran utama dengan cara bayani, burhani, dan irfani. Ini luar biasa, bukan tekstualisasi.
Kiai Tafsir mengingatkan bahwa kaum LGBT semakin kuat karena kita enggan berdakwah di kalangan mereka. Mereka semakin lama semakin mengorganisir dengan rapi, mungkin malah lebih rapi dari pada para mubalig karena mereka punya agenda politik di masa depan.
Baca juga: Paus Fransiskus: Mengutuk LGBT Adalah Dosa
Kalangan ini kini kian solid. Jaringan mereka pun dari mulai yang terkecil sampai internasional. Sebagai contoh kecil di balik sistem demokrasi yang semakin terbuka ini mereka mempunyai target minimal. Di antara mereka ada yang menjadi anggota DPR. Mereka menargetkan menggolkan sebuah UU yang melegalkan perkawinan sejenis.
Bagi komunitas penjaja seks, mereka mengagendakan sebuah UU yang mengakui penjaja seks sebagai profesi yang legal, sama kedudukannya dengan profesi-profesi lainnya.
Di sisi lain, kini para ulama masih berkutat pada diskusi internal dan berdebat pemahaman masing-masing. Umat Islam semakin menjauh dari prinsip dakwah sebenarnya.
(mhy)
Lihat Juga :