Bacaan Tawassul Tahlil, Lengkap dalam Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahan
loading...

Tawasul bisa dilakukan sebelum seorang Muslim melakukan amalan tertentu. Misalnya seperti kegiatan membaca surat Yasin atau tahlil yang populer dilakukan oleh warga Nahdlatul Ulama (NU). Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Bacaan tawassul tahlil penting diketahui umat Muslim agar tidak keliru saat mengamalkannya. Isnan Ansory MA dalam bukunya yang berjudul “Pro Kontra Tawassulan” menjelaskan istilah tawasul diambil dari bahasa Arab, yaitu tawassala-yatawassalu-tawassulan yang berarti dasar mendekat dengan menggunakan wasilah.
Adapun wasilah sendiri dimaknai sebagai perantara untuk mencapai tujuan. Maka, bisa dikatakan bahwa tawassul ini merupakan cara mendekatkan diri kepada Allah Swt dalam bentuk doa atau ibadah lain melalui perantara, seperti menyebut Asmaul Husna, amal baik hingga orang-orang saleh.
Tawasul bisa dilakukan sebelum seorang Muslim melakukan amalan tertentu. Misalnya seperti kegiatan membaca surat Yasin atau tahlil yang populer dilakukan oleh warga Nahdlatul Ulama (NU). Berikut ini bacaan tawassul tahlil yang bisa disimak.
Latin: Bismillahirrahmanirrahim
Terjemahan: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Latin: Ilaa hadhratin nabiyyil mushthafaa, Muhammadin shollallohu 'alaihi wa sallam, Wa aalihii wa azwaajihii wa auladihi wa dzurriyatihi, Al-Faatihah.
Terjemahan: “Untuk yang terhormat Nabi Muhammad Saw, segenap keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…” (membaca surat Al-Fatihah 1 kali).
Latin: Tsumma ilaa hadhratin ikhwaanihii minal anbiyaai wal mursaliin wal auliya wa syuhadaai wa shaalihin wa shahaabati wat taabi'iina wal 'ulamaai wal mushonnifin wajami'il malaaikatil muqarrabiin khushusan sayyidina asy syaikh 'Abdul Qadir Al Jailaani radhiyallahu 'anhu al faatihah
Terjemahan: “Kemudian kepada para handai taulannya, dari pada nabi dan utusan, para wali, para syuhada, orang-orang sholeh, para sahabat dan tabi’in, para ulama, para pengarang yang ikhlas, dan kepara para malaikat yang selalu taqarrub. Dan terutama kepada penghulu kita Syekh Abdul Qodir Al Jailani, Al Fatihah….. (membaca surat Al-Fatihah 1 kali)
Latin: Tsumma ilaa jamii'i ahlil qubuur minal muslimiina wal muslimaati wal mukminiina wal mukminaati min masyaariqil ardhi ilaa maghaaribiha barriha wabahrihaa khushusan aabaa ana wa ummaatina wa ajdadina wajaddatina wamasyaa yikhina wamsyaa yikhi masyaa yikhina walimanij tama'naa hahuna bsiababihi wa khushushan ila.... (Sebut nama orang yang dituju), kemudian membaca Al Fatihah 1 kali.
Terjemahan: "Kemudian kepada semua ahli kubur dari kaum muslimin laki-laki dan perempuan, dan kepada kaum mu’minin laki-laki dan perempuan dari dunia bagian timur sampai bagian baratnya, baik yang di darat maupun dilaut. Khususnya bapak-bapak kami dan para ibu kami, para nenek kami yang laki-laki dan perempuan, para guru besar kami dan para guru besar mereka, kepada guru kami, para gurunya guru kami dan kepada orang yang menyebabkan kami semua berkumpul disini. Dan Khususnya bagi arwah ….(sebutkan nama orang yang dituju)………Al Fatihah
Ketiganya saling berdoa kepada Allah dengan salah satunya memanjatkan: "Ya Allah, dulu aku punya dua orang tua yang sudah lanjut usia. Aku tidak pernah memberi susu kepada siapa pun sebelum kepada mereka berdua...." Dua temannya juga berdoa dengan perantara amal saleh mereka. Lalu Allah membuka gua tersebut dan menyelamatkan ketiganya.
Dalil lain terdapat dalam Shahih Al-Bukhari dari Anas bin Malik. Bahwasanya Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu apabila terjadi kemarau beliau dan Abbas bin Abdul Muthalib meminta hujan dengan memanjatkan doa:
"Ya Allah bahwasanya kami telah tawassul kepada Engkau dengan Nabi kami, maka Engkau turunkan hujan, dan sekarang kami tawassul kepada Engkau dengan paman Nabi kami, maka turunkanlah hujan itu." (Sahih Al-Bukhari dan Al-Baihaqi)
Berdasarkan hadis it, bisa diketahui bahwa Umar bin Khattab yang juga Khalifah kedua pernah berdoa bertawassul dengan Nabi Muhammad Saw untuk mohon kepada Allah agar diturunkan hujan pada musim kemarau. Ini menjadi bukti bahwa doa bertawasul dengan Nabi Saw atau orang-orang saleh adalah ibadah yang baik dan pernah diamalkan para Sahabat Nabi.
Demikianlah ulasan mengenai bacaan tawasul tahlil lengkap dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahan. Semoga bermanfaat.
Wallahu a’lam
Adapun wasilah sendiri dimaknai sebagai perantara untuk mencapai tujuan. Maka, bisa dikatakan bahwa tawassul ini merupakan cara mendekatkan diri kepada Allah Swt dalam bentuk doa atau ibadah lain melalui perantara, seperti menyebut Asmaul Husna, amal baik hingga orang-orang saleh.
Tawasul bisa dilakukan sebelum seorang Muslim melakukan amalan tertentu. Misalnya seperti kegiatan membaca surat Yasin atau tahlil yang populer dilakukan oleh warga Nahdlatul Ulama (NU). Berikut ini bacaan tawassul tahlil yang bisa disimak.
Bacaan Tawassul Tahlil
1. Membaca Basmallah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
Latin: Bismillahirrahmanirrahim
Terjemahan: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
2. Tawassul kepada Nabi Muhammad Saw
إلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وَاَزْوَخِهِ وَاَوْلَادِه وذُرَّيَّا تِهِ اَلْفَاتِحَه
Latin: Ilaa hadhratin nabiyyil mushthafaa, Muhammadin shollallohu 'alaihi wa sallam, Wa aalihii wa azwaajihii wa auladihi wa dzurriyatihi, Al-Faatihah.
Terjemahan: “Untuk yang terhormat Nabi Muhammad Saw, segenap keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…” (membaca surat Al-Fatihah 1 kali).
3. Tawassul kepada Para Nabi, Rasul, dan Orang Saleh
ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَاْلأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَاْلعُلَمَاءِ وَاْلمُصَنِّفِيْنَ وَجَمِيْعِ اْلمَلاَئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدنَا الشَّيْخِ عَبْدِ اْلقَادِرِ الجَيْلاَنِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَلْفَاتِحَة
Latin: Tsumma ilaa hadhratin ikhwaanihii minal anbiyaai wal mursaliin wal auliya wa syuhadaai wa shaalihin wa shahaabati wat taabi'iina wal 'ulamaai wal mushonnifin wajami'il malaaikatil muqarrabiin khushusan sayyidina asy syaikh 'Abdul Qadir Al Jailaani radhiyallahu 'anhu al faatihah
Terjemahan: “Kemudian kepada para handai taulannya, dari pada nabi dan utusan, para wali, para syuhada, orang-orang sholeh, para sahabat dan tabi’in, para ulama, para pengarang yang ikhlas, dan kepara para malaikat yang selalu taqarrub. Dan terutama kepada penghulu kita Syekh Abdul Qodir Al Jailani, Al Fatihah….. (membaca surat Al-Fatihah 1 kali)
3. Tawassul kepada Ahli Kubur
ثُمَّ إلَى جَمِيْعِ أَهْلِ اْلقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ إلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا أبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادَنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخَنَا وَمَشَايِخَ مَشَايِخِنَا وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ وَخُصُوْصًا (اَلْفَاتِحَة) ……………….. (Nama orang yang dituju)Latin: Tsumma ilaa jamii'i ahlil qubuur minal muslimiina wal muslimaati wal mukminiina wal mukminaati min masyaariqil ardhi ilaa maghaaribiha barriha wabahrihaa khushusan aabaa ana wa ummaatina wa ajdadina wajaddatina wamasyaa yikhina wamsyaa yikhi masyaa yikhina walimanij tama'naa hahuna bsiababihi wa khushushan ila.... (Sebut nama orang yang dituju), kemudian membaca Al Fatihah 1 kali.
Terjemahan: "Kemudian kepada semua ahli kubur dari kaum muslimin laki-laki dan perempuan, dan kepada kaum mu’minin laki-laki dan perempuan dari dunia bagian timur sampai bagian baratnya, baik yang di darat maupun dilaut. Khususnya bapak-bapak kami dan para ibu kami, para nenek kami yang laki-laki dan perempuan, para guru besar kami dan para guru besar mereka, kepada guru kami, para gurunya guru kami dan kepada orang yang menyebabkan kami semua berkumpul disini. Dan Khususnya bagi arwah ….(sebutkan nama orang yang dituju)………Al Fatihah
4. Dilanjut membaca rangkaian tahlil sampai selesai
Setelah selesai membaca tawasul, bisa dilanjutkan dengan membaca rangkaian tahlil sampai selesai. Jangan lupa untuk memulainya dengan bacaan taawudz dan basmalah.Contoh Dalil Tawassul
Contoh dalil tawassul terdapat dalam Hadis Sahih Al-Bukhari 2272 dan Muslim 2743. Suatu ketika, ada tiga orang terperangkap dalam gua karena tertutup batu. Gua yang sebelumnya tertutup akhirnya terbuka berkat doa tawasul yang mereka panjatkan.Ketiganya saling berdoa kepada Allah dengan salah satunya memanjatkan: "Ya Allah, dulu aku punya dua orang tua yang sudah lanjut usia. Aku tidak pernah memberi susu kepada siapa pun sebelum kepada mereka berdua...." Dua temannya juga berdoa dengan perantara amal saleh mereka. Lalu Allah membuka gua tersebut dan menyelamatkan ketiganya.
Dalil lain terdapat dalam Shahih Al-Bukhari dari Anas bin Malik. Bahwasanya Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu apabila terjadi kemarau beliau dan Abbas bin Abdul Muthalib meminta hujan dengan memanjatkan doa:
"Ya Allah bahwasanya kami telah tawassul kepada Engkau dengan Nabi kami, maka Engkau turunkan hujan, dan sekarang kami tawassul kepada Engkau dengan paman Nabi kami, maka turunkanlah hujan itu." (Sahih Al-Bukhari dan Al-Baihaqi)
Berdasarkan hadis it, bisa diketahui bahwa Umar bin Khattab yang juga Khalifah kedua pernah berdoa bertawassul dengan Nabi Muhammad Saw untuk mohon kepada Allah agar diturunkan hujan pada musim kemarau. Ini menjadi bukti bahwa doa bertawasul dengan Nabi Saw atau orang-orang saleh adalah ibadah yang baik dan pernah diamalkan para Sahabat Nabi.
Demikianlah ulasan mengenai bacaan tawasul tahlil lengkap dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahan. Semoga bermanfaat.
Wallahu a’lam
(wid)