Menjaga Keharmonisan Beragama dengan Toleransi dan Kasih Sayang

Minggu, 19 Januari 2025 - 12:21 WIB
loading...
Menjaga Keharmonisan...
Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Habib Nabiel Almusawa menyatakan ahlussunnah wal Jamaah berpedoman pada sunnah Nabi Muhammad SAW dan ajaran yang lembut. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Ahlussunnah wal Jamaah atau ajaran yang berpedoman pada sunnah Nabi Muhammad erupakan ajaran yang lembut. Sehingga tidak mudah untuk mengkafirkan seseorang atau memecah belah bangsa.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Habib Nabiel Almusawa yang merasa prihatin dengan terkait tercorengnya aqidah ahlussunnah wal jamaah di Indonesia. Di mana saling berebut merasa paling sunnah namun dengan mudah membid’ah dan mengkafirkan orang lain.

Baca juga: Moderasi Hakikatnya Menjaga Keharmonisan Antarumat Beragama

“Ahlussunnah wal jamaah merupakan nilai moral, akhlak Nabi Muhammad yang patut dicontoh umatnya untuk menebar kebaikan, kasih sayang antar sesama, sebagaimana Nabi Muhammad diutus untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Mengklaim paling soleh, paling sunah merupakan bentuk keangkuhan yang bisa merusak nilai nilai keislaman,” ujar Habib Nabiel di Jakarta dikutip Minggu (19/1/2025).

“Merasa paling benar, lalu membid'ahkan kelompok lain, seperti Maulid Nabi dan Isra’ Mi’raj itu kalau saya melihatnya mohon maaf ya itu mirip dengan gejala-gejala kalau zaman dulu itu khawarij, takfiri,” lanjutnya.



Menurut Dewan Syuro Majelis Rasulullah SAW ini, secara ushul fiqih, 4 Mahzab yang dikenal di Indonesia, yakni Mazhab Hambali, Mazhab Maliki, Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi'i yang menganut aqidah ahlussunnah wal jamaah.

Di Indonesia, Aswaja memiliki ciri khas khusus, lebih spesifik karena mengalami adaptasi dan akulturasi dengan budaya lokal, laiknya strategi Wali Songo dalam menyebarkan Islam di Indonesia.

Baca juga: Gembira Beragama, War Takjil, dan Moderasi Beragama

Habib Nabiel menambahkan, karakter Aswaja yang lekat dengan Indonesia adalah karakter yang moderat. Aswaja di Indonesia cenderung bisa menyesuaikan diri beradaptasi bisa lebih toleran ya. Sebaliknya, sikap mudah menghakimi orang lain, ekstremisme dan intoleran itu kurang pas dengan karakter budaya Indonesia, karena bisa menyebabkan konflik.

“Kalau yang model Salafi Wahabi ini kan apa-apa dia saklek gitu, ini bid’ah ini kufur gitu ya, ziarah misalnya,” tambah Habib Nabiel.

Habib Nabiel mengatakan, dalam pandangan orang yang mengaku Salafi, mereka menganggap semua bid’ah, perbuatan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW, adalah sesat yang bisa berujung kepada neraka.

Padahal, Habib Nabiel menekankan, dalam Imam Syafii bid’ah terbagi menjadi dua, yakni mahmudah (terpuji) dan mazmumah (tercela).

Ibnu Hajar Al-asqalani juga mengatakan bid’ah terdiri menjadi dua yakni bi’dah hasanah (baik) dan bid'ah sayyiah (buruk). Sehingga, menurut Habib Nabiel, perbuatan mendoakan orang yang telah wafat dalam bentuk tahlil atau ziarah, merayakan Isra Miraj adalah sebuah kebaikan.

Habib Nabiel mengatakan jika terdapat perbedaan, ikhtilaf dalam masalah fiqih, tidak bisa dihukumi sesat dan masuk neraka. Jangan sampai ini menjadi perpecahan dan berujung pada konflik berkepanjangan.

“Punya dalil nggak apa-apa, tapi saling menghormati, nggak boleh mau vonis itu kafir itu syirik. Hendaknya mereka juga menghormati yang seperti itu,” ujar Habib Nabiel yang juga menjadi pengurus Rabithah Alawiyah Indonesia.

Oleh karena itu Habib Nabiel menyerukan untuk mengembalikan nilai moral, akhlak ahlussunnah wal jamaah. Bagaimana Nabi Muhammad mengajarkan kita untuk menjaga adab dan menghargai pandangan orang lain.

“Toleransi ini merupakan bagian dari ajaran Aswaja yang harus kita tegakkan di tengah masyarakat yang semakin plural ini,” tegas Habib Nabiel.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
MUI Ajak Umat Islam...
MUI Ajak Umat Islam Jadikan Iduladha Momentum Perkuat Persatuan dan Tingkatkan Kepedulian
Beda Pandangan soal...
Beda Pandangan soal Dam Haji, DPR Sarankan Kemenhaj dan MUI Cari Titik Temu
KH Cholil Nafis Resmi...
KH Cholil Nafis Resmi Menjadi Ketua Badan Pengurus DSN-MUI
Hukum Mengucapkan Selamat...
Hukum Mengucapkan Selamat pada Perayaan Agama Lain, Begini Kata Ustaz Adi Hidayat
Batas Toleransi Beragama...
Batas Toleransi Beragama yang Harus Dijaga, Begini Penjelasannya
Konsep Toleransi dalam...
Konsep Toleransi dalam Islam yang Mudah Dipraktekkan, Cek di Sini!
Rekomendasi
Fenomena Alam Ini Bikin...
Fenomena Alam Ini Bikin Dinosaurus Dominan Kuasai Bumi
Banjir Terbesar dalam...
Banjir Terbesar dalam Sejarah Dunia Diklaim Ciptakan Laut Mediterania
Fenomena Matahari di...
Fenomena Matahari di Swedia Bisa Dilihat hampr 24 Jam
Artikel Terkini
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Tasyabbuh dengan...
Jangan Tasyabbuh dengan Tahun Baru Masehi, Ini Adab Menyambut 1 Muharram Menurut Ulama
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Selamat Tahun Baru Islam...
Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Berikut Keutamaan Muharram
Infografis
7 Ilmuwan Islam Paling...
7 Ilmuwan Islam Paling Berpengaruh Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved