Berapa Hari Puasa Nisfu Syaban? Simak Penjelasan Lengkapnya
Rabu, 12 Februari 2025 - 18:36 WIB
loading...
Untuk puasa Nisfu Syaban sendiri diketahui hanya dapat dilakukan hanya pada satu hari, yaitu pada tanggal 15 Syaban. Meski begitu, riwayat tentang puasa sunnah ini tergolong lemah. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Berapa hari puasa Nisfu Syaban ? Pertanyaan ini kerap ditanyakan menjelang datangnya malam Nisfu Syaban pada pertengahan bulan Syaban ini.
Bulan Syaban sendiri merupakan bulan yang istimewa dalam kalender Hijriyah , karena pada bulan ini Rasulullah SAW sering berpuasa dan meningkatkan ibadah.
Salah satu ibadah puasa sunnah yang dapat dijalankan adalah puasa Nisfu Syaban pada tanggal 15 Syaban dalam kalender Hijriyah, atau yang jatuh pada 14 Februari 2025. Namun apakah puasa sunnah tersebut memang sesuai dengan riwayat Rasulullah SAW di hadits?
Dirujuk dari skripsi bertajuk Studi Kritik Kualitas Hadis Keutamaan Malam Nisfu Sya'ban dalam Kitab Fadhail al-Awqaat karya Imam Baihaqi oleh Dwi Aprinita Lestari, berikut ini redaksi hadisnya:
Artinya: "Dari Ali bin Abu Thalib berkata: Rasulullah SAW bersabda, 'Apabila malam Nisfu Syaban tiba, dirikanlah shalat pada malamnya dan berpuasalah pada siangnya. Karena, sesungguhnya Allah SWT berseru, 'Siapa yang meminta ampun pada malam ini, niscaya Aku akan mengampuninya; siapa yang meminta rezeki (pada malam ini), niscaya Aku akan memberinya rezeki; siapa yang meminta sesuatu kepada-Ku (pada malam ini), niscaya Aku akan mengabulkan permintaannya; siapa yang meminta ini dan itu, niscaya Aku akan memberinya apa yang ia minta, hingga terbit fajar."
Hadits di atas dianggap lemah (dhaif) oleh para ulama. Alasannya, hadis tersebut datang di antaranya melalui seorang perawi bernama Ibnu Abi Sabrah. Ia disebut sebagai seorang pendusta dan pemalsu hadis. Alhasil, hadis di atas tidak bisa dijadikan sandaran.
Namun ada pendapat yang menyebutkan jika Puasa Nisfu Syaban boleh saja dilakukan dengan berlandaskan hadis dari Aisyah berikut:
Artinya: "Saya tidak pernah mengetahui Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan saya tidak pernah mengetahui beliau lebih banyak berpuasa daripada di bulan Syaban." (HR Bukhari no 1969 dan Muslim no 1156)
Bulan Syaban sendiri merupakan bulan yang istimewa dalam kalender Hijriyah , karena pada bulan ini Rasulullah SAW sering berpuasa dan meningkatkan ibadah.
Salah satu ibadah puasa sunnah yang dapat dijalankan adalah puasa Nisfu Syaban pada tanggal 15 Syaban dalam kalender Hijriyah, atau yang jatuh pada 14 Februari 2025. Namun apakah puasa sunnah tersebut memang sesuai dengan riwayat Rasulullah SAW di hadits?
Pembahasan Puasa Nisfu Syaban
Untuk puasa Nisfu Syaban sendiri diketahui hanya dapat dilakukan hanya pada satu hari, yaitu pada tanggal 15 Sya'ban. Meski begitu, riwayat tentang puasa sunnah ini tergolong lemah.Dirujuk dari skripsi bertajuk Studi Kritik Kualitas Hadis Keutamaan Malam Nisfu Sya'ban dalam Kitab Fadhail al-Awqaat karya Imam Baihaqi oleh Dwi Aprinita Lestari, berikut ini redaksi hadisnya:
عَنْ عَلِيِّ بن أبي طالب رضي الله عنه قالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ لَيْلَة النَّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا ليلتهَا وَصُومُوا يومها فإنَّ الله تبارك و تعالى يَقُولُ : ألا مُسْتَغْفِر فَاغْفِرَ لَهُ أَلا مُسْتَرْزِقٌ فَارْزُقَهُ. ألا سائل فأعطيه, ألا كَذَا, حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ
Artinya: "Dari Ali bin Abu Thalib berkata: Rasulullah SAW bersabda, 'Apabila malam Nisfu Syaban tiba, dirikanlah shalat pada malamnya dan berpuasalah pada siangnya. Karena, sesungguhnya Allah SWT berseru, 'Siapa yang meminta ampun pada malam ini, niscaya Aku akan mengampuninya; siapa yang meminta rezeki (pada malam ini), niscaya Aku akan memberinya rezeki; siapa yang meminta sesuatu kepada-Ku (pada malam ini), niscaya Aku akan mengabulkan permintaannya; siapa yang meminta ini dan itu, niscaya Aku akan memberinya apa yang ia minta, hingga terbit fajar."
Hadits di atas dianggap lemah (dhaif) oleh para ulama. Alasannya, hadis tersebut datang di antaranya melalui seorang perawi bernama Ibnu Abi Sabrah. Ia disebut sebagai seorang pendusta dan pemalsu hadis. Alhasil, hadis di atas tidak bisa dijadikan sandaran.
Namun ada pendapat yang menyebutkan jika Puasa Nisfu Syaban boleh saja dilakukan dengan berlandaskan hadis dari Aisyah berikut:
مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ, وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
Artinya: "Saya tidak pernah mengetahui Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan saya tidak pernah mengetahui beliau lebih banyak berpuasa daripada di bulan Syaban." (HR Bukhari no 1969 dan Muslim no 1156)
Lihat Juga :