Bacaan Lafaz Niat Puasa Ramadan dan Asal-usulnya

Selasa, 18 Februari 2025 - 16:35 WIB
loading...
Bacaan Lafaz Niat Puasa...
Bacaan lafaz niat Puasa Ramadan yang dibaca sebelum menjalankan ibadah puasa wajib ini rupanya memiliki sejarah atau asal usulnya sendiri yang belum banyak diketahui. Foto ilustrasi/ist
A A A
Bacaan lafaz niat Puasa Ramadan yang dibaca oleh setiap muslim sebelum menjalankan ibadah puasa wajib ini rupanya memiliki sejarah atau asal usulnya sendiri yang belum banyak diketahui.

Niat Puasa Ramadan sendiri dianggap sebagai doa yang dipanjatkan dengan tujuan supaya mendapatkan ridha Allah SWT ketika menjalankan ibadah wajib tersebut. Meski begitu, para ulama sepakat jika niat hanya terletak dalam hati dan tak wajib untuk dilafazkan.

Namun dalam mazhab Syafi'i , melafalkan niat itu menjadi suatu hal yang dianjurkan sebagaimana dinukil oleh Imam Nawawi dalam al-Majmu.

ومحل النية القلب ولا يشترط نطق اللسان بلا خلاف، ولا يكفي عن نية القلب ولكن يستحب التلفظ مع القلب


“Semua sepakat bahwa tempat niat itu adalah hati dan tidak disyaratkan pengucapannya secara lisan. Tak cukup niat hati, namun disunnahkan untuk melafalkan (dengan lidah) bersamaan dengan niat di hati.” (Imam Nawawi, al-Majmu’, Riyadh, Dârul ‘ lamil Kutub, juz 6, halaman 248).

Meski begitu, dalam masyarakat seringkali terjadi perbedaan pendapat terkait pelafalan niat ini. Karena dalam kitab I’anatut Thalibin pada bab Puasa hanya dijelaskan jika niat itu hanya dilakukan dalam hati saja.

النيات با لقلب ولا يشترط التلفظ بها بل يندب...


“Niat itu dengan hati, dan tidak disyaratkan mengucapkannya, karena mengucapkan niat itu disunnahkan/dianjurkan.” (Sayyid Bakri, I’anatut Thalibin, Surabaya, Hidayah, halaman 221).
Asal Usul Susunan Lafaz Niat Puasa Ramadan
Terlepas dari perdebatan pelafalan maupun di dalam hati, setiap muslim tetap harus serlalu berniat ketika hendak menjalankan ibadah. Penjelasan tentang asal usul niat puasa Ramadan sendiri dijelaskan dalam mazhab Syafi’i.

Karena dalam mazhab Syafi'i, niat tak hanya menyengaja melakukan sesuatu (qashdul fi’li), tapi juga mesti disertai kejelasan jenis ibadah secara spesifik (ta”yîn), serta ketegasan status kefardhuannya (fardiyah) bila ibadah itu memang fardhu.

Karena itulah para ulama Syafi’iyah menawarkan susunan redaksi niat yang sesuai dengan tata cara berniat tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Asal-Usul dan Kisah...
Asal-Usul dan Kisah Puasa Tarwiyah-Arafah
Kenapa Dinamakan Bulan...
Kenapa Dinamakan Bulan Zulkaidah? Ini Sejarah dan Asal-usul Lengkapnya
Asal-usul Nama Bulan...
Asal-usul Nama Bulan Syawal dalam Sejarah Islam, Cek Penjelasannya di Sini!
Asal Muasal dan Sejarah...
Asal Muasal dan Sejarah Perintah Zakat, Simak Biar Lebih Paham!
Bolehkah Menjalankan...
Bolehkah Menjalankan Puasa Ramadan dengan Niat Diet? Simak Jangan Sampai Keliru
Kebahagiaan Orang Berpuasa...
Kebahagiaan Orang Berpuasa yang Sering Diabaikan, Apa Itu?
Rekomendasi
Ini Penyebab Cahaya...
Ini Penyebab Cahaya Aneh di Langit Malang Usai Gempa Magnitude 6,1
Fenomena Matahari di...
Fenomena Matahari di Swedia Bisa Dilihat hampr 24 Jam
Ahli Sains Prediksi...
Ahli Sains Prediksi Donald Trump Bisa Serang Greenland
Artikel Terkini
Mengapa Salat Harus...
Mengapa Salat Harus Menghadap Kiblat? Ini 7 Hikmah dan Makna Mendalamnya
Di Tengah Salat, Arah...
Di Tengah Salat, Arah Kiblat Berubah! Begini Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam
Mengapa Kakbah Menjadi...
Mengapa Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam? Ini Makna Filosofisnya
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Jejak Diplomasi Nabi...
Jejak Diplomasi Nabi Muhammad SAW dalam Peperangan Islam, dari Perjanjian Hudaibiyah hingga Fathu Makkah
Infografis
Bacaan Niat Zakat Fitrah...
Bacaan Niat Zakat Fitrah Beserta Bahasa Arab, Latin, dan Artinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved