15 Hal yang Membuat Puasa Ramadan Sia-sia

Jum'at, 28 Februari 2025 - 15:22 WIB
loading...
A A A
قُلْ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَعُوْنَ


Artinya: "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya. Demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang mereka perbuat."

11. Tidak Membaca Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan. Bulan ini dianggap sebagai bulan di mana Al-Qur'an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.

Namun, jika seseorang tidak membaca Al-Qur'an saat berpuasa maka ibadah tersebut bisa menjadi sia-sia.
Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan berharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari & Muslim)

12. Melakukan perbuatan caci maki

Melakukan caci maki atau perkataan kasar tidak hanya tidak pantas dilakukan dalam keadaan apa pun, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam agama dan norma-norma sosial.
Berpuasa bukan hanya tentang menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga tentang menahan diri dari perilaku buruk dan kata-kata yang tidak baik.

Jika seseorang merasa sulit untuk mengontrol emosi atau perkataan mereka saat berpuasa, lebih baik untuk menahan diri dan menemukan cara yang lebih baik untuk mengekspresikan perasaan tersebut, seperti berdzikir, berdoa, atau berbicara dengan tenang dan sopan kepada orang yang terlibat. Agar puasa yang kita jalani tidak menjadi sia-sia
Setiap muslim yang sedang berpuasa hendaknya menjaga dirinya untuk terhindar dari hal-hal yang membuat puasa sia-sia.

13. Korupsi

Jika berdusta, kesaksian palsu dan fitnah adalah kebohongan lisan, maka korupsi termasuk yang disebutkan Rasulullah SAW dalam hadits di atas; wal ‘amala bihi. Korupsi selain merupakan dosa besar, juga menyebabkan puasa menjadi sia-sia.

14. Melakukan Perbuatan Penipuan

Perbuatan menipu semisal mengurangi takaran timbangan, korupsi, pemalsuan data dapat termasuk dalam hal amalan dusta yang membuat puasanya akan sia-sia karena tergolong dari konsekuensi perkataan dusta dalam bentuk amalan sebagaimana dalam HR. Bukhari di atas bahwa perkataan dusta dan konsekuensi dari amalan itu diantara sebab puasa tak memiliki nilai.

15. Melakukan Kesyirikan

Syirik merupakan suatu perbuatan menyekutukan Allah Swt. Misalnya percaya pada ramalan adalah salah satu contoh kesyirikan. Jadi, saat kita mempercayai sebuah ramalan di bulan puasa, pahala puasa akan berkurang.

Allah Swt. berfirman pada surah Az-Zumar ayat 65:

لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ


“Jika engkau (wahai Muhammad) berbuat kesyirikan, maka akan gugur seluruh amalanmu dan engkau benar-benar akan termasuk orang yang merugi.” (QS. Az-Zumār: 65)

Oleh karena itu, alangkah ruginya kita melakukan amal sholeh tetapi terjerumus kepada kesyirikan. Wallahu A'lam

(wid)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Copyright © 2025 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 4.3311 seconds (0.1#10.24)