4 Hikmah Nuzulul Qur'an, Salah Satunya Memudahkan Mempelajari Al Qur'an
Senin, 17 Maret 2025 - 05:00 WIB
loading...
Allah memiliki rencana dan hikmahnya tersendiri atas peristiwa Nuzulul Quran, salah satunya mengapa Al Quran diturunkan secara berangsur-angsur, ternyata agar menjadikan Al Quran ini mudah dihafal, dipelajari, dan juga diamalkan. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Peristiwa turunnya Al Qur'an atau dikenal dengan Nuzulul Qur'an memberikan banyak hikmah bagi umat Nabi Muhammad SAW. Al-Quran diturunkan setidaknya melalui dua proses besar. Pertama, Al-Qur'an diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah (Langit Dunia). Al-Qur'an turut menjelaskan peristiwa ini.
Pimpinan Dewan Syariah Daarul Qur'an KH Ahmad Kosasih MAg menjelaskan, dalam kajian Al-Qur'an, sejumlah ulama mengatakan bahwa proses ini ditandai dengan kata anzala (انزل) yang artinya turun secara sekaligus.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam Qadar." (QS. Al-Qadr/97: 1)
Kemudian, pada proses kedua, Al-Qur'an diturunkan dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini ditandai dengan kata Nazzala (نزّل) dalam al-Qur’an yang artinya turun secara berangsur-angsur. Dalam ayat lain, Allah berfirman:
Artinya: "Dia menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil." (QS. Ali-Imran/3: 3)
Jadi, Al-Qur'an turun dalam dua fase: dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah. Kemudian dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad SAW. melalui perantara malaikat Jibril.
Allah tentu memiliki hikmah tersendiri pada setiap peristiwa yang terjadi, termasuk peristiwa Nuzulul Qur'an secara berangsur-angsur. Mungkin, bagi sebagian orang, penurunan Al-Qur'an secara sekaligus kepada Nabi Muhammad SAW adalah lebih baik dan lebih tuntas ketimbang turun secara berangsur-angsur.
Pimpinan Dewan Syariah Daarul Qur'an KH Ahmad Kosasih MAg menjelaskan, dalam kajian Al-Qur'an, sejumlah ulama mengatakan bahwa proses ini ditandai dengan kata anzala (انزل) yang artinya turun secara sekaligus.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam Qadar." (QS. Al-Qadr/97: 1)
Kemudian, pada proses kedua, Al-Qur'an diturunkan dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini ditandai dengan kata Nazzala (نزّل) dalam al-Qur’an yang artinya turun secara berangsur-angsur. Dalam ayat lain, Allah berfirman:
نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَاَنْزَلَ التَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَۙ
Artinya: "Dia menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil." (QS. Ali-Imran/3: 3)
Jadi, Al-Qur'an turun dalam dua fase: dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah. Kemudian dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad SAW. melalui perantara malaikat Jibril.
Allah tentu memiliki hikmah tersendiri pada setiap peristiwa yang terjadi, termasuk peristiwa Nuzulul Qur'an secara berangsur-angsur. Mungkin, bagi sebagian orang, penurunan Al-Qur'an secara sekaligus kepada Nabi Muhammad SAW adalah lebih baik dan lebih tuntas ketimbang turun secara berangsur-angsur.
Lihat Juga :