7 Adab Merayakan Idulfitri, dari Mandi Sunnah hingga Tunjukkan Kebahagiaan
Senin, 31 Maret 2025 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Lalu bagaimana adab seorang muslim dalam merayakan hari nan fitri ini?
1. Seorang muslim seyogyanya betul-betul memperhatikan hari ied ini; membersihkan badan dengan mandi dan memakai wangi-wangian.
Sekelompok ulama menganggap bahwa perbuatan tersebut adalah sunnah. Al Fakih bin Sa’d --ia seorang sahabat Nabi-- berkata, “Rasulullah selalu mandi di hari idulfitri, iduladlha dan hari Arafah.” dan Al Fakih sendiri selalu memerintahkan keluarganya untuk mandi pada hari-hari itu. (HR. Ibnu Majah, 1306).
Dan diceritakan dari Ibnu Umar bahwa beliau mandi sebelum pergi menghadiri shalat ied (Muwaththa’ Malik: 1/189)
2. Mengenakan pakaian paling bagus yang dimiliki.
Dan diceritakan dari Ibnu Umar bahwa dia memakai pakaiannya yang paling indah pada dua hari raya. (Sunan Al-Baihaqi: 3/281) Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Dan Nabi memakai pakaian yang paling indah pada dua hari raya, maka beliau memiliki pakaian khusus yang dipakainya pada dua hari raya dan hari Jum’at.” (Zadul Ma’ad: 1/441)
3. Dianjurkan sebelum keluar menuju tempat salat Ied untuk menyantap beberapa biji kurma dengan jumlah yang ganjil, baik tiga biji, atau lima atau tujuh biji.
Dari Anas ra berkata: Rasulullah saw tidak keluar pada pagi hari idul fitri sehingga beliau dari rumah sampai tiba di tempat salat dan imam hadir untuk mengimami salat.memakan beberapa biji kurma dan beliau memakannya dalam jumlah yang ganjil. (Shahih Bukhari: 1/302 no: 953) Keempat, bertakbir sejak keluar dari rumahnya menuju tempat salat sehingga imam memasuki tempat salat. Dan takbir ini disyari’atkan berdasarkan kesepakatan ulama empat mazhab. Berjalan kaki ke tempat salat dan pergi pulang lewat jalan yang berbeda.
4. Dianjurkan untuk mendatangi tempat salat dengan berjalan kaki.
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Hisyam bin ‘Ammar bahwa Rasulullah berangkat menuju salat id dengan berjalan, demikian juga ketika kembali. (HR. Ibnu Majah, 1284)
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, dia berkata, “Pada hari ied beliau pulang pergi lewat jalan yang berbeda.” (Bukhari 986, Baihaqi 3/308)
1. Seorang muslim seyogyanya betul-betul memperhatikan hari ied ini; membersihkan badan dengan mandi dan memakai wangi-wangian.
Sekelompok ulama menganggap bahwa perbuatan tersebut adalah sunnah. Al Fakih bin Sa’d --ia seorang sahabat Nabi-- berkata, “Rasulullah selalu mandi di hari idulfitri, iduladlha dan hari Arafah.” dan Al Fakih sendiri selalu memerintahkan keluarganya untuk mandi pada hari-hari itu. (HR. Ibnu Majah, 1306).
Dan diceritakan dari Ibnu Umar bahwa beliau mandi sebelum pergi menghadiri shalat ied (Muwaththa’ Malik: 1/189)
2. Mengenakan pakaian paling bagus yang dimiliki.
Dan diceritakan dari Ibnu Umar bahwa dia memakai pakaiannya yang paling indah pada dua hari raya. (Sunan Al-Baihaqi: 3/281) Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Dan Nabi memakai pakaian yang paling indah pada dua hari raya, maka beliau memiliki pakaian khusus yang dipakainya pada dua hari raya dan hari Jum’at.” (Zadul Ma’ad: 1/441)
3. Dianjurkan sebelum keluar menuju tempat salat Ied untuk menyantap beberapa biji kurma dengan jumlah yang ganjil, baik tiga biji, atau lima atau tujuh biji.
Dari Anas ra berkata: Rasulullah saw tidak keluar pada pagi hari idul fitri sehingga beliau dari rumah sampai tiba di tempat salat dan imam hadir untuk mengimami salat.memakan beberapa biji kurma dan beliau memakannya dalam jumlah yang ganjil. (Shahih Bukhari: 1/302 no: 953) Keempat, bertakbir sejak keluar dari rumahnya menuju tempat salat sehingga imam memasuki tempat salat. Dan takbir ini disyari’atkan berdasarkan kesepakatan ulama empat mazhab. Berjalan kaki ke tempat salat dan pergi pulang lewat jalan yang berbeda.
4. Dianjurkan untuk mendatangi tempat salat dengan berjalan kaki.
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Hisyam bin ‘Ammar bahwa Rasulullah berangkat menuju salat id dengan berjalan, demikian juga ketika kembali. (HR. Ibnu Majah, 1284)
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, dia berkata, “Pada hari ied beliau pulang pergi lewat jalan yang berbeda.” (Bukhari 986, Baihaqi 3/308)
Lihat Juga :