Surat Al-Ashr : Bacaan, Arti, dan Keutamaannya yang Luar Biasa
Sabtu, 31 Mei 2025 - 10:38 WIB
loading...
Dalam Surat Al Ashr Allah Taala telah bersumpah demi waktu atau masa, ini menunjukkan pentingnya waktu. Maka sudah sepantasnya manusia memanfaatkannya secara baik, efektif dan semaksimal mungkin untuk amal shalih. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Surat al Ashr merupakan surat terpendek dalam Al Quran yakni hanya terdiri dari 3 ayat yang pendek-pendek pula. Dalam surat tersebut Allah Ta'ala telah bersumpah demi waktu atau masa. Ini menunjukkan pentingnya waktu . Maka sudah sepantasnya manusia memanfaatkannya secara baik, efektif dan semaksimal mungkin untuk amal shalih.
Allâh Ta’ala telah bersumpah dengan menyebut masa dalam firman-Nya:
wal-‘aṣr
(Demi masa).
innal-insāna lafī khusr
(Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian).
illallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr
(kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran).(al-‘Ashr : 1-3).
Allah bersumpah demi waktu
'Ashr. Sebab, waktu adalah salah satu nikmat yang agung dari Allâh Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia.Selain itu, sesungguhnya di dalam masa terdapat keajaiban-keajaiban. Di dalam masa terjadi kesenangan dan kesusahan, sehat dan sakit, kekayaan dan kemiskinan.
Jika seseorang menyia-nyiakan umurnya, sepanjang hidupnya penuh maksiat, namun ia bertaubat di akhir hayatnya, dengan taubat yang diterima, maka ia akan mendapatkan kebahagiaan sempurna sebagai balasannya, berada di dalam surga selama-lamanya.
Dia betul-betul mengetahui bahwa waktu hidupnya yang paling berharga adalah sedikit masa taubatnya itu. Sesungguhnya masa merupakan anugerah Allâh Ta’ala, tidak ada cela padanya, manusia-lah yang tercela ketika tidak memanfaatkannya.
Syaikh Muhammad Bin Shalih Bin Al-Utsaimin, dalam Adh-Dhiyâ’ Al-Lâmi’ Min al-Khuthab al-Jawâmi’ menjelaskan, Allâh Subhanahu wa Ta’ala bersumpah dengan masa, bahwa setiap manusia berada dalam kerugian.
Baca juga: Sehari di Langit, Seribu Tahun di Bumi Ternyata Bukan Mitos Belaka
Meskipun ia berlimpah harta, keturunan dan menjulang tinggi kedudukannya. Kecuali mereka yang mempunyai 4 kriteria yang disebutkan Allah Ta'ala dalam Surat Al-Ashr. Kriteria itu adalah :
Namun amal shalih harus memenuhi dua syarat, yaitu, ikhlas karena Allâh Subhanahu wa Ta’ala dan ittibâ’ mengikuti tuntunan Nabi Muhammad Shallalahu 'alahi wa sallam. Bila salah satunya tidak terpenuhi, maka amal pun tidak diterima Allâh .
Allâh Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan sebab dari hal tersebut dalam firman-Nya:
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allâh. (QS Âli Imrân : 110).
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini:
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, dia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”. (HR Bukhari).
Hadis yang mulia ini memberitakan bahwa waktu luang adalah nikmat yang besar dari Allâh Ta’ala, tetapi banyak manusia tertipu dan mendapatkan kerugian terhadap nikmat ini. Wallahu'alam
Baca juga: Keistimewaan Surat Al-'Ashr, Isinya Singkat Tapi Fadhilahnya Dahsyat
Allâh Ta’ala telah bersumpah dengan menyebut masa dalam firman-Nya:
وَٱلْعَصْرِ
wal-‘aṣr
(Demi masa).
إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ
innal-insāna lafī khusr
(Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian).
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ
illallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr
(kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran).(al-‘Ashr : 1-3).
Allah bersumpah demi waktu
'Ashr. Sebab, waktu adalah salah satu nikmat yang agung dari Allâh Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia.Selain itu, sesungguhnya di dalam masa terdapat keajaiban-keajaiban. Di dalam masa terjadi kesenangan dan kesusahan, sehat dan sakit, kekayaan dan kemiskinan.
Jika seseorang menyia-nyiakan umurnya, sepanjang hidupnya penuh maksiat, namun ia bertaubat di akhir hayatnya, dengan taubat yang diterima, maka ia akan mendapatkan kebahagiaan sempurna sebagai balasannya, berada di dalam surga selama-lamanya.
Dia betul-betul mengetahui bahwa waktu hidupnya yang paling berharga adalah sedikit masa taubatnya itu. Sesungguhnya masa merupakan anugerah Allâh Ta’ala, tidak ada cela padanya, manusia-lah yang tercela ketika tidak memanfaatkannya.
Syaikh Muhammad Bin Shalih Bin Al-Utsaimin, dalam Adh-Dhiyâ’ Al-Lâmi’ Min al-Khuthab al-Jawâmi’ menjelaskan, Allâh Subhanahu wa Ta’ala bersumpah dengan masa, bahwa setiap manusia berada dalam kerugian.
Baca juga: Sehari di Langit, Seribu Tahun di Bumi Ternyata Bukan Mitos Belaka
Meskipun ia berlimpah harta, keturunan dan menjulang tinggi kedudukannya. Kecuali mereka yang mempunyai 4 kriteria yang disebutkan Allah Ta'ala dalam Surat Al-Ashr. Kriteria itu adalah :
1. Iman
Yaitu iman yang tidak dinodai dengan keraguan. Ini mencakup semua hal yang bisa mendekatkan dirinya kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala. Iman yang berupa aqidah yang shahih dan ilmu yang bermanfaat. Iman ini bukan sekadar membenarkan saja. Namun harus disertai dengan sikap menerima dan tunduk.2. Amal shalih
Yaitu semua ucapan atau perbuatan yang mendekatkannya kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala. Misalnya, shalat, zakat, bakti pada dua orang tua, menyambung silaturahim dan lainnya.Namun amal shalih harus memenuhi dua syarat, yaitu, ikhlas karena Allâh Subhanahu wa Ta’ala dan ittibâ’ mengikuti tuntunan Nabi Muhammad Shallalahu 'alahi wa sallam. Bila salah satunya tidak terpenuhi, maka amal pun tidak diterima Allâh .
3. Saling berwasiat untuk mengikuti kebenaran
Satu sama lain nasihat-menasihati untuk melakukan kebaikan, dan memotivasi sesama untuk merealisasikannya. Ini artinya ia berupaya untuk keshalihan dirinya dan juga keshalihan orang lain.4. Saling berwasiat untuk bersabar
Yaitu saling menasihati untuk bersabar dalam melakukan perintah Allâh Subhanahu wa Ta’ala , bersabar dalam meninggalkan larangan-Nya, serta bersabar dalam menanggung ketentuan takdir Allâh Subhanahu wa Ta’ala.Allâh Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan sebab dari hal tersebut dalam firman-Nya:
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allâh. (QS Âli Imrân : 110).
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, dia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”. (HR Bukhari).
Hadis yang mulia ini memberitakan bahwa waktu luang adalah nikmat yang besar dari Allâh Ta’ala, tetapi banyak manusia tertipu dan mendapatkan kerugian terhadap nikmat ini. Wallahu'alam
Baca juga: Keistimewaan Surat Al-'Ashr, Isinya Singkat Tapi Fadhilahnya Dahsyat
(wid)