Hukum Puasa Arafah Tanpa Tarwiyah, Apa Boleh?
Selasa, 03 Juni 2025 - 19:19 WIB
loading...
Sebagian Muslim biasa mengerjakan puasa sunah di bulan Dzulhijjah secara penuh, tetapi jika berhalangan untuk mengerjakan puasa sunnah secara penuh, tetap dibolehkan mengerjakan salah satu saja, seperti puasa Arafah saja. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Hukum puasa Arafah tanpa Tarwiyah penting diketahui. Terlebih bagi umat Muslim yang mungkin masih bingung dengan ketentuan dua nama puasa sunnah di bulan Dzulhijjah tersebut.
Memasuki bulan Dzulhijjah , umat Islam berlomba-lomba memperbanyak amal ibadah. Hal ini termasuk puasa sunnah di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
Dua nama puasa yang sering dibahas di 10 hari pertama Dzulhijjah adalah puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah). Keduanya dikatakan memiliki keutamaan besar yang rasanya akan rugi untuk ditinggalkan.
Lantas, apa boleh hanya puasa Arafah saja tanpa puasa Tarwiyah? Simak penjelasannya berikut.
Akan tetapi, jika umat Muslim mungkin berhalangan untuk mengerjakan puasa sunnah secara penuh, tetap dibolehkan mengerjakan salah satu atau beberapa saja. Misalnya hanya mengerjakan puasa Arafah yang memiliki keutamaan besar berdasarkan hadis shahih.
Puasa Arafah merupakan puasa sunnah yang dianjurkan bagi Muslim yang tidak sedang berhaji. Keutamaannya disebutkan dalam hadis sahih:
“Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
Artinya, puasa Arafah ini bisa menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil selama dua tahun, masing-masing setahun yang telah lewat dan setahun yang akan datang. Pahala ini menjadi salah satu keutamaan paling besar di antara puasa sunnah lainnya.
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan
Sementara untuk puasa Tarwiyah sendiri, beberapa riwayat menyebutkan keutamaannya. Akan tetapi, ada sebagian hadis tersebut dinilai lemah (dhaif).
Memasuki bulan Dzulhijjah , umat Islam berlomba-lomba memperbanyak amal ibadah. Hal ini termasuk puasa sunnah di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
Dua nama puasa yang sering dibahas di 10 hari pertama Dzulhijjah adalah puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah). Keduanya dikatakan memiliki keutamaan besar yang rasanya akan rugi untuk ditinggalkan.
Lantas, apa boleh hanya puasa Arafah saja tanpa puasa Tarwiyah? Simak penjelasannya berikut.
Hukum Puasa Arafah Tanpa Tarwiyah
Sebagian Muslim biasa mengerjakan puasa sunah di bulan Dzulhijjah secara penuh. Diawali tanggal 1 sampai 7 (puasa sunnah Dzulhijjah), kemudian dilanjut tanggal 8 Dzulhijjah untuk puasa Tarwiyah dan terakhir puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.Akan tetapi, jika umat Muslim mungkin berhalangan untuk mengerjakan puasa sunnah secara penuh, tetap dibolehkan mengerjakan salah satu atau beberapa saja. Misalnya hanya mengerjakan puasa Arafah yang memiliki keutamaan besar berdasarkan hadis shahih.
Puasa Arafah merupakan puasa sunnah yang dianjurkan bagi Muslim yang tidak sedang berhaji. Keutamaannya disebutkan dalam hadis sahih:
“Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
Artinya, puasa Arafah ini bisa menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil selama dua tahun, masing-masing setahun yang telah lewat dan setahun yang akan datang. Pahala ini menjadi salah satu keutamaan paling besar di antara puasa sunnah lainnya.
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan
Sementara untuk puasa Tarwiyah sendiri, beberapa riwayat menyebutkan keutamaannya. Akan tetapi, ada sebagian hadis tersebut dinilai lemah (dhaif).
Lihat Juga :